Membanggakan, Mapala UI Berhasil Gapai Puncak Tertinggi Antartika

Vania Rossa, Firsta Nodia

Selasa, 20 Februari 2018 | 17:20 WIB
Membanggakan, Mapala UI Berhasil Gapai Puncak Tertinggi Antartika
Ilustrasi seorang lelaki mendaki gunung. [Shutterstock]

Suara.com - Prestasi bergengsi kembali ditorehkan anak bangsa. Kali ini di bidang pendakian, Dedi Satria, anggota Mahasiswa Pecinta Alam (Mapala) Universitas Indonesia berhasil mencapai puncak Gunung Vinson Massif pada 7 Januari 2018 lalu. Puncak tertinggi di Benua Antartika ini merupakan puncak ke-6 yang berhasil dicapai dalam rangkaian Ekspedisi Seven Summits UI.

Dedi pun tak bisa menyembunyikan rasa haru bercampur bahagia. Suatu kebanggan bagi dirinya bisa mewujudkan mimpi dari ribuan anggota Mapala UI untuk mencapai puncak tertinggi di Antartika itu.

"Yang membuat saya semangat adalah di pundak saya harapan mahasiswa Mapala UI berada. Ketika berhasil sampai puncak, segala kesulitan saat mendaki hilang seketika. Saya bahagia bercampur haru," ujar Dedi.

Mapala UI berhasil mencapai puncak Vinson Massif. (suara.com/Firsta Putri Nodia)

Kegiatan pendakian Seven Summits dunia di Indonesia sendiri memang telah dipelopori Mapala UI sejak 1972. Kala itu tim pendaki Mapala UI menjadi tim pertama yang menginjakkan kaki di Puncak Carstensz, Papua, puncak tertinggi di wilayah Australasia.

Selama beberapa tahun berikutnya, dalam rangkaian pendakian itu, Tim Mapala UI berhasil mencapai empat puncak gunung lainnya, yaitu Kilimanjaro, Afrika (1983); McKinley, Amerika Utara (1989); Elbrus, Rusia (1990); dan Aconcagua, Argentina (1993).

Sayangnya kelanjutan pendakian itu sempat terhenti setelah dua pendaki Mapala UI, Norman Edwin dan Didiek Samsu, tewas di Gunung Aconcagua pada percobaan pertama di tahun 1992.

Tahun 1993, Mapala UI kembali mengirimkan Tim ke Aconcagua berisi Ripto Mulyono dan Tantyo Mulyono untuk menyelesaikan pendakian tahun 1992 yang belum berhasil.

"Lima puncak sudah dicapai oleh Mapala UI pada ekspedisi Seven Summits saat itu, namun belum berhasil diteruskan ke puncak Vinson Massif dan Everest karena tewasnya pendaki-pendaki utama Norman Edwin dan Didiek Samsu dalam upaya pendakian Aconcagua pada tahun 1992," sambung Ketua Umum Mapala UI, Yohanes Poda Sintong.

baca juga

Rencananya pada 2019 mendatang, tim Mapala UI akan mendaki Gunung Everest, Nepal, yang memiliki ketinggian 8.848 mdpl. Yohanes mengatakan bahwa tantangan terbesar dalam perencanaan pendakian Everest ini adalah dana. Ia menyebutkan bahwa pendakian tersebut akan memakan biaya sebanyak kurang lebih Rp800 juta per pendaki. Meskipun begitu, Yohanes optimis akan mendapat bantuan dari pihak universitas.

"Ini (rencana menuju Puncak Everest) tidak hanya dilakukan oleh Mapala UI tapi juga dapat melibatkan pihak UI dan Iluni UI," tandas dia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Mereka Merawat Alam dengan "Sapu Jagad Gunung"

Mereka Merawat Alam dengan "Sapu Jagad Gunung"

Lifestyle | Sabtu, 26 Agustus 2017 | 13:59 WIB

Ini Dia Manfaat Naik Gunung untuk Kesehatan Mental

Ini Dia Manfaat Naik Gunung untuk Kesehatan Mental

Health | Senin, 17 Juli 2017 | 19:15 WIB

Kisah Mahasiswi Unpar Mendaki Puncak Tertinggi Amerika Utara

Kisah Mahasiswi Unpar Mendaki Puncak Tertinggi Amerika Utara

News | Senin, 03 Juli 2017 | 20:22 WIB

Terkini

5 Cara Memilih Ukuran Sandal Bahan Polimer yang Tepat, Pasti Nyaman di Kaki

5 Cara Memilih Ukuran Sandal Bahan Polimer yang Tepat, Pasti Nyaman di Kaki

Lifestyle | Rabu, 19 Agustus 2026 | 18:56 WIB

Pemuda Betawi Pimpin PCNU Kota Tangerang, Sejak Kecil Ditempa di Pesantren

Pemuda Betawi Pimpin PCNU Kota Tangerang, Sejak Kecil Ditempa di Pesantren

Banten | Rabu, 19 Agustus 2026 | 18:49 WIB

Warna Pintu Toko yang Baik Menurut Feng Shui agar Bisnis Lancar, Jangan Salah Pilih

Warna Pintu Toko yang Baik Menurut Feng Shui agar Bisnis Lancar, Jangan Salah Pilih

Lifestyle | Rabu, 19 Agustus 2026 | 18:49 WIB

Dampak Kerusakan Akibat Gempa di Pulau Palue NTT

Dampak Kerusakan Akibat Gempa di Pulau Palue NTT

Foto | Rabu, 19 Agustus 2026 | 18:48 WIB

Festival Udin 2026, Merawat Ingatan 30 Tahun Kasus Udin

Festival Udin 2026, Merawat Ingatan 30 Tahun Kasus Udin

Jogja | Rabu, 19 Agustus 2026 | 18:45 WIB

Enam Saksi Pihak Swasta Diperiksa Terkait Korupsi dan TPPU Febrie Adriansyah

Enam Saksi Pihak Swasta Diperiksa Terkait Korupsi dan TPPU Febrie Adriansyah

News | Rabu, 19 Agustus 2026 | 18:45 WIB

Penuhi Kebutuhan Masyarakat, Mendagri Salurkan Bantuan bagi Warga Terdampak Gempa di Pulau Palue

Penuhi Kebutuhan Masyarakat, Mendagri Salurkan Bantuan bagi Warga Terdampak Gempa di Pulau Palue

News | Rabu, 19 Agustus 2026 | 18:44 WIB

Ancaman Delisting WSKT Memang Jadi Risiko Restrukturisasi

Ancaman Delisting WSKT Memang Jadi Risiko Restrukturisasi

Bisnis | Rabu, 19 Agustus 2026 | 18:42 WIB

Diwarnai Ketegangan Dua Kubu, Ribuan Warga Tetap Rebutan Telur Asin & Janur di Sekaten Solo

Diwarnai Ketegangan Dua Kubu, Ribuan Warga Tetap Rebutan Telur Asin & Janur di Sekaten Solo

Surakarta | Rabu, 19 Agustus 2026 | 18:42 WIB

Eiger Nature Megamendung: Pelopor Ekowisata Masa Depan dengan Vibe Swiss di Jantung Bogor

Eiger Nature Megamendung: Pelopor Ekowisata Masa Depan dengan Vibe Swiss di Jantung Bogor

Jabar | Rabu, 19 Agustus 2026 | 18:41 WIB

×