Serunya Traveling Hemat ala Komunitas Couchsurfing!

Ririn Indriani, Dinda Rachmawati

Sabtu, 17 Maret 2018 | 11:11 WIB
Serunya Traveling Hemat ala Komunitas Couchsurfing!
Komunitas Couchsurfing. (Foto: Couchsurfing Indonesia/Facebook)

Suara.com - Bepergian atau traveling ke tempat-tempat baru yang ada di seluruh penjuru dunia, mungkin impian bagi hampir setiap orang. Sayangnya, sejumlah kekhawatiran sering membuat kita mengurungkan niat untuk mewujudkan hal tersebut.

Mulai dari masalah biaya yang tentu tak sedikit, khawatir tersesat, tak memahami budaya dan kebiasaan setempat hingga sulit menyesuaikan diri.

Deretan permasalahan itulah yang membuat seorang traveler bernama Casey Fenton, asal Amerika Serikat membuat sebuah komunitas yang dinamakan Couchsurfing.

Couchsurfing yang didirikan pada 2004 bertujuan untuk memudahkan para traveler di seluruh dunia untuk memperluas jaringan dan saling berbagi, khususnya dalam hal akomodasi untuk sesama member saat bepergian.

Hal ini, tentunya akan membuat perjalanan lebih hemat dan membuat traveler bisa mengenal orang-orang baru. Saat ini, ada belasan juta orang di lebih dari 200 ribu kota di dunia yang sudah saling berbagi perjalanan mereka, termasuk Jakarta.

Couchsurfing di Indonesia
Ambassador Coushsurfing Jakarta, Steve Krisyanto, menjelaskan sejak berdiri, komunitas ini memang sudah ada di Indonesia. Dimulai dari seorang gadis Indonesia yang sangat suka bepergian, Nancy Margareta dan kini sudah tinggal di Jerman.

Ia seorang inisiator yang mengenalkan Couchsurfing di Indonesia dengan membuat banyak event maupun festival menarik agar semakin banyak orang yang ikut bergabung di komunitas Couchsurfing.

"Saat ini, member di Indonesia bisa dilihat di website dan aplikasi itu udah ratusan ribu. Sedangkan di Jakarta sekitar 50 ribuan. Selain Jakarta, ada juga Bandung, Jogja dan Malang," ujar dia.

Komunitas ini, jelas Steve, biasanya berjalan dengan tiga inti kegiatan yang bisa dipilih setiap anggota. Mulai dari menerima tamu, menjadi teman jalan-jalan Couchsurfer yang sedang datang di kotanya atau menjadi seorang traveler atau tamu.

Komunitas Couchsurfing. (Foto: Couchsurfing Indonesia/Facebook)

Jika sedang tak bepergian, biasanya para anggota akan memposisikan diri sebagai penerima tamu Couchsurfing, yang mempersilakan traveler lain, baik dari dalam maupun luar negeri untuk datang dan menginap di rumahnya, secara gratis.

Rata-rata traveler yang menginap di rumah anggota Couchsurfing biasanya sekitar 2-3 hari. Tetapi tetap memungkinkan jika ada yang ingin singgah lebih lama dari waktu tersebut.

Nah, jika anggota Couchsurfing ingin pergi ke kota lain, baik di dalam maupun luar negeri, mereka juga bisa melakukan hal yang sama, yakni memilih salah satu dari anggota Couchsurfing yang bersedia untuk menerima mereka tinggal sementara atau menginap di rumahnya.

Kegiatannya Tak Hanya Traveling
Komunitas Couchsurfing di Jakarta, selain melakukan kegiatan inti, juga sering mengadakan berbagai kegiatan lain untuk terus mempererat tali persaudaraan di antara sesama anggotanya. Mulai dari kegiatan sosial, fun run, bepergian ke tempat-tempat baru bersama hingga sekedar berkumpul bersama.

Jika Anda tertarik bergabung dengan komunitas ini, caranya pun cukup mudah. Anda hanya diharuskan untuk membuat akun di website Couchsurfing dan mengisi data-data diri secara lengkap dan jujur. Ini dikarenakan data tersebut nantinya akan dilihat sebagai referensi oleh anggota Couchsurfing di seluruh dunia.

"Karena memang terbuka bagi siapa saja, memang ada beberapa kejadian yang tidak diinginkan terjadi, seperti kejahatan salah satunya. Tapi, jika sudah begitu, biasanya akan dikeluarkan. Makanya akan ada sistem referensi seperti penilaian, yang jadi acuan traveler, agar lebih aman dalam memilih tempat untuk menginap," jelas dia.

Komunitas Couchsurfing. (Foto: Couchsurfing Indonesia/Facebook)

Tapi tenang saja, selama ini, kata Steve, baik menerima tamu ataupun menjadi seorang Couchsurfer justru membuat traveler mendapatkan berbagai keuntungan. Selain hemat karena tak mengeluarkan biaya akomodasi, Anda juga bisa menambah banyak teman maupun jaringan.

Tak hanya itu, Anda juga bisa dengan mudah mempelajari kebudayaan suatu daerah, makanan khas lokal hingga tempat-tempat seru yang hanya diketahui orang lokal, baik saat Anda menjadi anggota yang akan menemani maupun saat menjadi tuan rumah.

"Kita juga akan diajak bepergian ke tempat-tempat yang istimewa oleh warga lokal, yang mungkin tidak ada saat kita cari di internet. Dan itu seru banget," tutup Steve menceritakan pengalamannya selama bergabung di Komunitas Couchsurfing.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Plesiran Sejarah Tempo Dulu Bersama Komunitas Jelajah Budaya

Plesiran Sejarah Tempo Dulu Bersama Komunitas Jelajah Budaya

Lifestyle | Sabtu, 10 Maret 2018 | 10:00 WIB

Komunitas Couchsurfing Jakarta Ikut Berbagi di Rumah Amalia

Komunitas Couchsurfing Jakarta Ikut Berbagi di Rumah Amalia

Lifestyle | Sabtu, 03 Maret 2018 | 20:06 WIB

Komunitas Batu Tulis Bogor yang Suka Menulis Indah

Komunitas Batu Tulis Bogor yang Suka Menulis Indah

Lifestyle | Sabtu, 03 Maret 2018 | 14:25 WIB

Terkini

Gelar RUPSLB, Direksi Bursa Masih Rahasiakan Pembahasan Demutualisasi

Gelar RUPSLB, Direksi Bursa Masih Rahasiakan Pembahasan Demutualisasi

Bisnis | Rabu, 23 September 2026 | 08:05 WIB

Kebakaran di Kebayoran Lama: 18 Rumah Ludes, 150 Jiwa Terdampak, Kerugian Rp1,2 Miliar!

Kebakaran di Kebayoran Lama: 18 Rumah Ludes, 150 Jiwa Terdampak, Kerugian Rp1,2 Miliar!

News | Rabu, 23 September 2026 | 08:04 WIB

Alasan Kuota Haji 50:50 Terungkap di Persidangan, Saksi: Ini Tepat Sesuai Praktik di Saudi!

Alasan Kuota Haji 50:50 Terungkap di Persidangan, Saksi: Ini Tepat Sesuai Praktik di Saudi!

News | Rabu, 23 September 2026 | 07:52 WIB

Mimpi Pensiun Dini Gen Z: Antara Ambisi FIRE dan Realita Gaji UMR

Mimpi Pensiun Dini Gen Z: Antara Ambisi FIRE dan Realita Gaji UMR

Your Say | Rabu, 23 September 2026 | 07:45 WIB

Penerima Bansos Terlibat Judol dan Pinjol di Pekanbaru Langsung Dicoret

Penerima Bansos Terlibat Judol dan Pinjol di Pekanbaru Langsung Dicoret

Riau | Rabu, 23 September 2026 | 07:36 WIB

Di Depan PBB, Donald Trump Tuduh Iran Biang Kerok Perang Terus Meledak: Mereka Tolak Perdamaian

Di Depan PBB, Donald Trump Tuduh Iran Biang Kerok Perang Terus Meledak: Mereka Tolak Perdamaian

News | Rabu, 23 September 2026 | 07:34 WIB

4 Efek Samping Pakai Air Mawar dan Cara Mengatasinya

4 Efek Samping Pakai Air Mawar dan Cara Mengatasinya

Lifestyle | Rabu, 23 September 2026 | 07:27 WIB

Pangeran Harry Garap Dokumenter Putri Diana, Peringati 30 Tahun Kepergian Sang Ibu

Pangeran Harry Garap Dokumenter Putri Diana, Peringati 30 Tahun Kepergian Sang Ibu

Entertainment | Rabu, 23 September 2026 | 07:25 WIB

Milk & Mocha: Ketika Momen Kecil Ternyata Tak Selalu Membekas

Milk & Mocha: Ketika Momen Kecil Ternyata Tak Selalu Membekas

Your Say | Rabu, 23 September 2026 | 07:25 WIB

Cara Membedakan Keringat Biasa vs Sunscreen Luntur Saat Cuaca Panas Terik, Cek Tandanya

Cara Membedakan Keringat Biasa vs Sunscreen Luntur Saat Cuaca Panas Terik, Cek Tandanya

Lifestyle | Rabu, 23 September 2026 | 07:20 WIB

×