Berapa Harga untuk 'Membeli' Kebahagiaan?

Vania Rossa

Rabu, 21 Maret 2018 | 09:33 WIB
Berapa Harga untuk 'Membeli' Kebahagiaan?

Suara.com - Katanya, uang tidak bisa membeli kebahagiaan, tapi sebuah hasil studi baru-baru ini tampaknya membantah anggapan tersebut.

Hasil studi tersebut mengklaim bahwa menghasilkan uang dalam jumlah tertentu bisa menjadi kunci pemenuhan kebutuhan dan memicu kepuasan yang lebih besar dalam khidup.

Dilansir dari The Independent, tim dari Universitas Purdue di Indiana melakukan penelitian menggunakan Gallup World Poll, sebuah sampel survei perwakilan yang mengumpulkan data dari lebih dari 1,7 juta orang dari 164 negara di seluruh dunia.

Para periset mencatat kesejahteraan emosional dan tingkat kepuasan hidup para responden dengan menganalisis daya beli dan jawaban yang mereka berikan pada pertanyaan terkait kepuasan dan kesejahteraan hidup mereka.

Temuan ini kemudian dibandingkan dengan pendapatan tahunan individu untuk mengukur kebahagiaan mereka secara keseluruhan.

Seperti yang bisa diharapkan, orang mendapatkan kepuasan pada pendapatan di berbagai tahap yang berbeda, tergantung dari mana mereka berasal.

Secara umum, individu dari negara-negara kaya merasa lebih puas dengan kehidupan mereka saat mendapatkan gaji yang lebih tinggi.

"Konsisten dengan penelitian sebelumnya yang menunjukkan bahwa pendapatan lebih penting untuk kesejahteraan di negara-negara kaya, pola hasil ini menunjukkan bahwa tingkat kepuasan terkait dengan kepuasan keseluruhan wilayah," tulis para penulis dalam penelitian ini.

Wilayah dengan tingkat kepuasan tertinggi adalah Australia dan Selandia Baru, dengan total uang yang dibutuhkan orang untuk mencapai tingkat kebahagiaan yang lebih besar rata-rata US$ 125.000 atau Rp1,7 miliar.

baca juga

Sebagai perbandingan, wilayah dengan tingkat pendapatan terendah adalah Amerika Latin dan Karibia, yaitu berada pada angka US$ 35.000 atau Rp481 juta.

Lokasi bukan satu-satunya faktor yang dipertimbangkan para peneliti ketika menilai berapa banyak uang penghasilan yang dibutuhkan orang sebelum mereka menggambarkan diri mereka sebagai orang yang benar-benar bahagia.

Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa baik lelaki maupun perempuan mencapai tingkat kepuasan di nilai yang hampir sama, US$ 100.000 atau Rp1,3 miliar untuk perempuan dan US$ 90.000 atau Rp1,2 miliar untuk lelaki.

Tim yang dipimpin oleh mahasiswa doktoral di Departemen Ilmu Psikologi, Andrew T. Jebb, membahas alasan mengapa orang yang mendapatkan gaji lebih tinggi mungkin membutuhkan waktu lebih lama untuk mencapai kebahagiaan daripada mereka yang berpenghasilan rendah.

"Pendapatan tinggi biasanya disertai dengan tuntutan tinggi (waktu, beban kerja, tanggung jawab, dan sebagainya) yang mungkin juga membatasi kesempatan untuk berekreasi dan beraktivitas lainnya," katanya.

"Faktor tambahan mungkin berperan juga, seperti peningkatan nilai materialistik, aspirasi material tambahan yang mungkin tidak terpenuhi, perbandingan sosial meningkat, atau perubahan kehidupan lainnya sebagai reaksi terhadap pendapatan yang lebih besar (misalnya, lebih banyak anak atau tinggal di lingkungan yang lebih mahal)."

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Usia 31 Tahun Paling Membutuhkan Uang Banyak

Usia 31 Tahun Paling Membutuhkan Uang Banyak

Lifestyle | Senin, 19 Maret 2018 | 06:00 WIB

5 Kemalasan Kecil Tapi Berakibat Kerugian Keuangan yang Besar

5 Kemalasan Kecil Tapi Berakibat Kerugian Keuangan yang Besar

Bisnis | Minggu, 04 Maret 2018 | 08:15 WIB

Dibandingkan Lelaki, Perempuan Lebih Bahagia

Dibandingkan Lelaki, Perempuan Lebih Bahagia

Lifestyle | Rabu, 28 Februari 2018 | 10:12 WIB

Terkini

Perawatan Ibu Hamil Tak Cuma Soal Fisik, Kesehatan Mental Juga Perlu Dijaga

Perawatan Ibu Hamil Tak Cuma Soal Fisik, Kesehatan Mental Juga Perlu Dijaga

Health | Sabtu, 26 September 2026 | 04:03 WIB

6 Perbedaan Night Cream dan Sleeping Mask, Apakah Harus Dipakai Dua-duanya?

6 Perbedaan Night Cream dan Sleeping Mask, Apakah Harus Dipakai Dua-duanya?

Lifestyle | Jum'at, 25 September 2026 | 23:39 WIB

Day Trading Bukan Sekadar Kejar Cuan, Risiko Justru Jadi Kunci

Day Trading Bukan Sekadar Kejar Cuan, Risiko Justru Jadi Kunci

Bisnis | Jum'at, 25 September 2026 | 23:30 WIB

Dituduh Huni 'Rumah Khusus' di Lapas Cibinong, Pengacara Ferdy Sambo Buka Suara

Dituduh Huni 'Rumah Khusus' di Lapas Cibinong, Pengacara Ferdy Sambo Buka Suara

Bogor | Jum'at, 25 September 2026 | 23:14 WIB

DPRD Banten Soroti Tukin Kepala Sekolah SMA dan SMK Rp14,5 Juta, Minta Dievaluasi

DPRD Banten Soroti Tukin Kepala Sekolah SMA dan SMK Rp14,5 Juta, Minta Dievaluasi

Banten | Jum'at, 25 September 2026 | 22:55 WIB

Ponaryo Astaman Prediksi FIFA ASEAN Cup 2026 Bakal Berlangsung Ketat

Ponaryo Astaman Prediksi FIFA ASEAN Cup 2026 Bakal Berlangsung Ketat

Jabar | Jum'at, 25 September 2026 | 22:35 WIB

Ferdy Sambo Buka Suara soal Sel Mewah di Lapas Cibinong

Ferdy Sambo Buka Suara soal Sel Mewah di Lapas Cibinong

News | Jum'at, 25 September 2026 | 22:33 WIB

Finex Perluas Pembayaran Lokal, QRIS Jadi Andalan Trader

Finex Perluas Pembayaran Lokal, QRIS Jadi Andalan Trader

Bisnis | Jum'at, 25 September 2026 | 22:30 WIB

Bukan Cuma Alat Bayar, BRIZZI Keychain Pestapora 2026 Wajib Masuk Wishlist Koleksi!

Bukan Cuma Alat Bayar, BRIZZI Keychain Pestapora 2026 Wajib Masuk Wishlist Koleksi!

Bri | Jum'at, 25 September 2026 | 22:27 WIB

Pakar Hukum Desak Pembebasan Bersyarat Mas Bechi Dicabut

Pakar Hukum Desak Pembebasan Bersyarat Mas Bechi Dicabut

News | Jum'at, 25 September 2026 | 22:25 WIB

×