Array

Rahasia Sehat Orang Jepang Berawal Dari Jam Makan Siang Sekolah

Vania Rossa Suara.Com
Rabu, 28 Maret 2018 | 11:31 WIB
Rahasia Sehat Orang Jepang Berawal Dari Jam Makan Siang Sekolah
Anak makan, diet sehat untuk anak. (Shutterstock)

Suara.com - Di sini, kita mengidentikkan jam makan siang anak di sekolah sebagai waktu istirahat sekaligus bermain. Hal ini berbeda dengan Jepang yang sudah satu langkah lebih maju dengan memanfaatkan jam makan siang anak di sekolah sebagai bagian dari pendidikan.

Ya, jam makan siang di sekolah di Jepang dikenal dengan istilah 'shokuiku', yang berarti 'pendidikan makanan dan gizi'.

Jam makan siang di sekolah Jepang. (Independent)

Sejak sekolah dasar, anak-anak diajarkan untuk mengerti bahwa apa yang mereka masukkan ke dalam tubuh akan sangat memengaruhi performa mereka sepanjang hari, bagaimana cara mereka berpikir dan menjalani aktivitas hari itu.

Sistem pendidikan di Jepang memang memprioritaskan anak-anak untuk makan siang di sekolah. Jika orang tua tidak mampu membayar biaya makan sebesar US$2,50 atau Rp35.000, anak mereka tetap bisa mengikuti program makan siang gratis yang disiapkan pihak sekolah.

"Sudut pandang Jepang adalah bahwa makan siang di sekolah merupakan bagian dari pendidikan," kata Masahiro Oji, direktur pendidikan kesehatan sekolah kepada Washington Post.

Tidak sama seperti jam istirahat, saat makan siang di sekolah dasar Jepang, anak-anak hanya punya waktu untuk duduk dan makan.

Jam makan siang di sekolah Jepang. (Independent)

Anak-anak akan melayani satu sama lain dalam upaya mengasah kemandirian anak. Di banyak sekolah, hampir tidak ada petugas kebersihan. Anak-anak belajar untuk mengurus dirinya sendiri.

Baca Juga: Kalau Jadi Cawapres, Nasib Anies Belum Tentu Semujur Jokowi

Makan siang di sekolah di Jepang dilengkapi dengan nasi, lauk pauk, dan sup. Tapi, beberapa sekolah ada juga yang menyediakan makanan ala Korea atau Italia setidaknya sekali seminggu.

Dengan memerhatikan asupan makan siang siswanya, Jepang berharap bukan hanya siswa yang sehat secara fisik yang akan didapat oleh negara tersebut, tapi juga siswa yang terbiasa bertanggung jawab dan memiliki kebiasaan makan yang sehat. Tak heran, kan, jika harapan hidup masyarakat Jepang termasuk yang tertinggi di dunia, dan tingkat obesitas penduduknya jauh di bawah rata-rata tingkat obesitas global.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Tahu Kalian Tentang Game of Thrones? Ada Karakter Kejutan dari Prekuelnya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kalau Masalah Hidupmu Diangkat Jadi Film Indonesia, Judul Apa Paling Cocok?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Satu Frekuensi Selera Musikmu dengan Pasangan?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA Kelas 12 SMA Soal Matematika dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Inggris Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Beneran Orang Solo Apa Bukan?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pemula atau Suhu, Seberapa Tahu Kamu soal Skincare?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: Soal Matematika Kelas 6 SD dengan Jawaban dan Pembahasan Lengkap
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kamu Soal Transfer Mauro Zijlstra ke Persija Jakarta? Yuk Uji Pengetahuanmu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Fun Fact Nicholas Mjosund, Satu-satunya Pemain Abroad Timnas Indonesia U-17 vs China
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 10 Soal Matematika Materi Aljabar Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI