Gurih Pedasnya Nasu Palekko, Kuliner khas Makassar

Ririn Indriani | Firsta Nodia
Gurih Pedasnya Nasu Palekko, Kuliner khas Makassar
Kuliner khas Makassar, Nasu Palekko adalah bebek yang ditumis dengan bumbu dasar seperti bawang putih, bawang merah dan cabai, (Suara.com/Firsta Nodia)

Apa itu Nasu Palekko, salah satu kuliner khas Makassar, dan seperti apa rasanya?

Suara.com - Makassar selama ini dikenal dengan sajian coto, atau konronya, dan tahukah Anda bahwa Ibu Kota Sulawesi Selatan ini punya banyak sekali ragam kuliner yang patut dicoba, salah satunya Nasu Palekko.

Suara.com pun berkesempatan menjajal citarasa Nasu Palekko lewat Festival Jajanan Bango yang dihelat di Lapangan Karebossi Makassar pada Sabtu (5/5/2018). Ada gerai Nasu Palekko Bu Mul yang bisa Anda cicipi di FJB 2018 ini.

Bu Mul alias istri dari Mulyanka, Heriyanti Hadi menjelaskan bahwa Nasu Palekko memiliki makna tersendiri, yakni nasu yang berarti masak dan palekko yang berarti kwali dari tanah liat. Diberi nama demikian karena menu ini memang awalnya dimasak menggunakan kwali tanah liat.

"Tapi itu dulu, sekarang lebih ke penamaan masakan. Nasu palekko itu bebek yang ditumis dengan bumbu dasar kayak bawang putih, bawang merah dan cabai dan terkenal dengan kepedasannya," ujarnya pada Suara.com dalam Festival Jajanan Bango 2018 di Makassar, Sabtu (5/5/2018).

Heriyanti Hadi yang akrab disapa Bu Mul pemilik gerai Nasu Palekko di Festival Jajanan Bango, Makassar, yang digelar pada 5 dan 6 Mei 2018. (Suara.com/Firsta Nodia)

Bu Mul menambahkan sajian asal Pinrang ini memang merupakan resep turun temurun yang masih lestari hingga saat ini. Ia mengatakan cara memasak bebek menjadi Nasu Palekko pun sebenarnya sangat sederhana yakni merendamnya terlebih dulu dengan asam agar bau amisnya mereda sebelum menumisnya dengan bumbu-bumbu.

"Yang buat khas mungkin karena penyajiannya dengan buras, songkolo atau ketan hitam yang dikukus. Aroma khas bebeknya juga terasa sehingga membuatnya rasanya lebih lezat," terang perempuan ramah ini.

Selain menu pendampingnya yang tak biasa, Nasu Palekko ini juga disukai karena kepedasannya. Bu Mul pun menerapkan level kepedasan tertentu dalam menu Nasu Palekkonya agar bisa dinikmati semua kalangan.

Level nol disajikan tanpa cabai alias tidak pedas, sedangkan level 4 disajikan dengan dua sendok cabai merah sehingga kepedasannya bisa membuat keringat bercucuran.

Dalam kesempatan tersebut Suara.com mencicipi Nasu Palekko level 4 dengan menu pendamping buras alias bubur beras atau sekilas lebih mirip dengan lontong. Tekstur daging bebeknya benar-benar lembut dengan paduan bumbu yang benar-benar meresap.

Sekilas menu ini mengingatkan saya pada rica-rica, karena pedasnya yang sangat menohok. Bagi Anda yang doyan pedas, Nasu Palekko benar-benar akan memanjakan lidah.

Di Festival Jajanan Bango, Nasu Palekko bisa Anda nikmati seharga Rp 30 ribu lengkap dengan buras atau ketan putih yang dikukus. Namun di gerainya, Bu Mul mengatakan Nasu Palekko dibanderol seharga Rp 23 ribu.

Nah, jika Anda berada di Makassar, kunjungi gerai Nasu Palekko Bu Mul di Festival Jajanan Bango yang digelar sampai hari ini, Minggu (6/5/2018), atau kunjungi gerainya di Jalan Dokter Leimina samping PLTU Telo. Selamat mencoba!

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS