Demi Tas Louis Vuitton, Lelaki Ini Rela Mati di Tangan Perampok

Vania Rossa, Risna Halidi

Rabu, 30 Mei 2018 | 09:53 WIB
Demi Tas Louis Vuitton, Lelaki Ini Rela Mati di Tangan Perampok
Ilustrasi lelaki dengan tas Louis Vuitton. (Shutterstock)

Suara.com - Saat diberi pilihan antara harta atau nyawa oleh perampok, kebanyakan orang akan memilih untuk menyelamatkan nyawa dan merelakan hartanya. Tapi, tidak demikian halnya dengan lelaki asal Amerika Serikat, Jerad Kluting. Jerad mengatakan bahwa ia rela mati demi tas Louis Vuitton seharga Rp 238 juta miliknya.

Dilansir dari Oddity Central, Jerad mengaku sedang berjalan-jalan di Kota Holland, Michigan, ketika tiba-tiba ia dihampiri sekelompok perampok bertopeng.

Menurut pernyataan Jerad, perampok itu mengeluarkan pistol dari ikat pinggang dan meminta agar dirinya menyerahkan tas LV-nya.

Tapi Jerad menolak. Pasalnya, barang yang diminta perampok merupakan barang yang paling dicintai Jerad.

Selain karena harganya yang mahal, tas LV tersebut juga berhasil membuat Jerad jatuh cinta pada pandangan pertama.

Kata Jerad, ia telah menabung untuk waktu yang lama dan dia tidak akan menyerahkan tas miliknya begitu saja kepada orang asing walau nyawanya dipertaruhkan.

"Itu terjadi cepat sekali. Dalam satu gerakan dia mengeluarkan pistol dari ikat pinggangnya dan tangan yang lain meletakkan sapu tangan di atas mulut saya dan berkata, 'Beri aku tas Anda'," kenang Jerad.

Jerad lalu berkata pada si perampok bahwa dirinya tak bisa memberikan tas tersebut karena ia 'bekerja sangat keras untuk bisa memiliki tas ini'.

Tapi tampaknya si perampok tidak terlalu terkesan dengan kisah Jerad, dan malah mengeluarkan tembakan peringatan.

baca juga

"Dia melepaskan tembakan kedua. Dan kemudian saya lari. Lalu kemudian saya mendengar tembakan ketiga dan ada empat tembakan. Tembakan ketiga membuat saya takut karena terdengar ada di belakang saya. Saya benar-benar menunggu untuk dipukul. Setelah berhasil mengambil tas saya, sang perampok kabur," ungkap Jerad.

Jerad Kluting memanggil polisi sesaat setelah perampokan terjadi. Tak butuh waktu lama bagi polisi untuk menangkap perampok berusia 21 tahun tersebut, yang kemudian didakwa dengan tuduhan perampokan bersenjata, kepemilikan senjata api, dan menerima serta menyembunyikan barang curian.

Jerad pun merasa senang karena masih bisa hidup, dan yang terpenting, ia bisa memeluk kembali tas yang paling dicintainya itu.

"Saya mendapatkan tas saya kembali. Ingat, Anda dapat memiliki tas ini, tapi mesti lewati dulu mayat saya," kata Jerad kepada wartawan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Akhirnya Bandit Perampok Mini Market Jakarta Timur Tewas Ditembak

Akhirnya Bandit Perampok Mini Market Jakarta Timur Tewas Ditembak

News | Selasa, 22 Mei 2018 | 20:26 WIB

Dua Pekan, 3 Mini Market di Jakarta Timur Disatroni Perampok

Dua Pekan, 3 Mini Market di Jakarta Timur Disatroni Perampok

News | Jum'at, 18 Mei 2018 | 21:22 WIB

Penis Diremas, Eks Perampok Bacok Waria Salon Sampai Sekarat

Penis Diremas, Eks Perampok Bacok Waria Salon Sampai Sekarat

News | Selasa, 08 Mei 2018 | 15:44 WIB

Terkini

Mengenal Pendidikan Profesi Arsitek, Bekal Sebelum Terjun ke Dunia Praktik

Mengenal Pendidikan Profesi Arsitek, Bekal Sebelum Terjun ke Dunia Praktik

Lifestyle | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 21:35 WIB

IPEKA RUN 2026 Jadikan Olahraga sebagai Bagian dari Pengalaman Belajar Langsung

IPEKA RUN 2026 Jadikan Olahraga sebagai Bagian dari Pengalaman Belajar Langsung

Lifestyle | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 21:27 WIB

5 Conditioner untuk Rambut Kering, Bebas Kusut dan Lembut Berkilau

5 Conditioner untuk Rambut Kering, Bebas Kusut dan Lembut Berkilau

Lifestyle | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 20:31 WIB

Deretan Mobil Keluarga dengan Kabin Lapang yang Melantai di GIIAS 2026

Deretan Mobil Keluarga dengan Kabin Lapang yang Melantai di GIIAS 2026

Otomotif | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 20:15 WIB

Kredit Macet Hantui Industri Pinjol

Kredit Macet Hantui Industri Pinjol

Bisnis | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 20:05 WIB

Lestarikan Kuliner Nusantara, Pertamina Bright Gas Cooking Competition Tegal Lahirkan Juara Baru

Lestarikan Kuliner Nusantara, Pertamina Bright Gas Cooking Competition Tegal Lahirkan Juara Baru

Jawa Tengah | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 20:00 WIB

Gebrakan Bentor Nazaruddin: Misi 50 Kursi PRI dan Sinyal Barometer Lampung

Gebrakan Bentor Nazaruddin: Misi 50 Kursi PRI dan Sinyal Barometer Lampung

Lampung | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 19:57 WIB

Saat Jas Putih Diuji: Selelah-lelahnya Tenaga Kesehatan, Tetap Lebih Melelahkan Jadi Pasien

Saat Jas Putih Diuji: Selelah-lelahnya Tenaga Kesehatan, Tetap Lebih Melelahkan Jadi Pasien

Your Say | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 19:23 WIB

Rp17 Triliun Aliran Modal Asing Masuk ke Pinjol RI

Rp17 Triliun Aliran Modal Asing Masuk ke Pinjol RI

Bisnis | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 19:05 WIB

Buntut Kasus Komentar Nirempati Pasien BPJS, RS Sardjito Hentikan Praktik dr. Elda Putri Rahard

Buntut Kasus Komentar Nirempati Pasien BPJS, RS Sardjito Hentikan Praktik dr. Elda Putri Rahard

Video | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 19:00 WIB

×