Kisah Sukses Irvan Helmi, Bos Anomali Coffee dan Pipiltin Cocoa

Ririn Indriani, Risna Halidi

Senin, 04 Juni 2018 | 11:34 WIB
Kisah Sukses Irvan Helmi, Bos Anomali Coffee dan Pipiltin Cocoa
Irvan Helmi, Pemilik Anomali Coffee dan Pipiltin Cocoa. (Suara.com/Risna Halidi)

Suara.com - Menginjak usianya yang ke-31 tahun pada 2013, Irvan Helmi telah menjadi sosok penting di dunia kopi Tanah Air dan sukses mengembangkan kedai kopi bernama Anomali Coffee, tapi tak berhenti sampai di situ, bersama sang kakak, Tissa Aunilla, ia kemudian mendirikan kedai cokelat bernama Pipiltin Cocoa pada Maret 2013.

Pipiltin Cocoa merupakan kedai cokelat premium yang fokus mengangkat cokelat lokal dan diolah dari perkebunan cokelat organik yang baik.

Butuh waktu selama tiga tahun bagi keduanya untuk melakukan riset mendalam mengenai karakter biji kakao yang tumbuh di seputaran tanah Indonesia. Tak hanya itu ia juga membutuhkan waktu untuk mempromosikan berita baik dari manfaat mengonsumsi cokelat asli.

"Jahatnya makanan cokelat bukan di cokelatnya tapi di gulanya. Kalau baca di google, cokelat itu, decay (kerusakan), bolong di gigi bisa menyembuhkan. Tapi cokelat hitam ya bukan cokelat susu," terangnya.

Memang pada Agustus 2000, tim peneliti dari Universitas Osaka, Jepang, menemukan fakta bahwa kandungan pada cokelat memiliki antibakteri yang mampu menghentikan produksi glucan si penyebab plak pada gigi.

"Jadi cokelat memang memiliki manfaat apalagi antioksidan yang terkandung dalam cokelat sangat berperan penting," tambah Irvan.

Bukan hanya mempromosikan manfaat baik dari mengonsumsi cokelat asli, Irvan melalui Pipiltin Cocoa juga memiliki visi mengangkat biji kakao Nusantara.

Apalagi Indonesia merupakan produsen cokelat terbesar di dunia setelah Pantai Gading dan Ghana. Namun konsumsi cokelat masyarakat Indonesia masih sangat kecil yaitu sekitar 300 gram per kapita per tahun. Bandingkan dengan masyarakat Eropa yang mencapai sembilan kilogram per kapita per tahun.

Untuk memuluskan visinya tersebut, Irvan harus repot-repot turun langsung ke petani-petani kakao mulai dari Aceh, Bali hingga ke Flores.

"Rasa di masing-masing daerah berbeda dan karena rasa berbeda bukan berarti kualitas menurun. Jadi hanya preferensi saja yang berbeda," jelasnya.

Misalnya, lanjut Irvan, cokelat dari Aceh, kata Irvan, cenderung memiliki citarasa kacang mete. Sementara cokelat dari Bali cenderung 'glenyer' laiknya mangga matang yang berair.

"Masing-masing daerah rasa cokelatnya berbeda dan saya bangga," tutur Irvan.

Hingga saat ini, Irvan dan kakaknya Tissa tidak lelah mengedukasi pelanggan mengenai cokelat yang diproduksi Pipiltin Cocoa mengenai pertanyaan-pertanyaan mengapa harga yang ditawarkan lebih tinggi. Ini dikarenakan ia membeli biji kakao dengan harga 40 hingga 50 persen lebih tinggi, tapi juga dibarengi dengan proses produksi yang baik agar menghasilkan produk cokelat jempolan.

Tak heran, berkat usaha kerasnya menghasilkan cokelat berkualitas premium, pada 2017, Pipiltin Cocoa berhasil menembus pasar Jepang.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Dian Sonnerstedt, Manajer yang Banting Stir Jadi Instruktur Yoga

Dian Sonnerstedt, Manajer yang Banting Stir Jadi Instruktur Yoga

Lifestyle | Senin, 28 Mei 2018 | 12:15 WIB

Lupus Tak Halangi Tiara Savitri Menaklukkan Himalaya

Lupus Tak Halangi Tiara Savitri Menaklukkan Himalaya

Lifestyle | Senin, 21 Mei 2018 | 10:25 WIB

Mbok Cikrak, TKI di Taiwan Sukses Jadi Bos Tiket dan Youtuber

Mbok Cikrak, TKI di Taiwan Sukses Jadi Bos Tiket dan Youtuber

Lifestyle | Senin, 14 Mei 2018 | 09:55 WIB

Terkini

Sihir Messi Sampai ke Bogor: Cerita Warga Ciampea Terharu Emosi di Alun-Alun Tegar Beriman

Sihir Messi Sampai ke Bogor: Cerita Warga Ciampea Terharu Emosi di Alun-Alun Tegar Beriman

Bogor | Kamis, 16 Juli 2026 | 14:22 WIB

Bukan Bebas, Kejagung Pastikan Febrie Adriansyah Tetap Tersangka Usai Pelimpahan dari Polri

Bukan Bebas, Kejagung Pastikan Febrie Adriansyah Tetap Tersangka Usai Pelimpahan dari Polri

News | Kamis, 16 Juli 2026 | 14:22 WIB

Siapa 'Tamu Tak Diundang' yang Disinggung Prabowo dalam Pidatonya?

Siapa 'Tamu Tak Diundang' yang Disinggung Prabowo dalam Pidatonya?

News | Kamis, 16 Juli 2026 | 14:21 WIB

6 Cara Membersihkan Sepatu Sekolah Putih yang Kotor agar Bersih seperti Baru

6 Cara Membersihkan Sepatu Sekolah Putih yang Kotor agar Bersih seperti Baru

Lifestyle | Kamis, 16 Juli 2026 | 14:17 WIB

Marak Kepala Daerah Kena OTT, Tito: Integritas Tak Bisa Dijamin Meski Dipilih Rakyat

Marak Kepala Daerah Kena OTT, Tito: Integritas Tak Bisa Dijamin Meski Dipilih Rakyat

News | Kamis, 16 Juli 2026 | 14:16 WIB

Transformasi Digital Sukses, Bisnis Madu Asal Lampung Manfaatkan QRIS dan Pembiayaan BRI

Transformasi Digital Sukses, Bisnis Madu Asal Lampung Manfaatkan QRIS dan Pembiayaan BRI

Bri | Kamis, 16 Juli 2026 | 14:15 WIB

Lionel Scaloni Menyebut Argentina Bangkit Akibat Kesalahan Fatal Pelatih Inggris

Lionel Scaloni Menyebut Argentina Bangkit Akibat Kesalahan Fatal Pelatih Inggris

Bola | Kamis, 16 Juli 2026 | 14:15 WIB

Bukan Cuma Tubuh, Ini 5 Alasan Fermentasi Makanan Ramah untuk Lingkungan

Bukan Cuma Tubuh, Ini 5 Alasan Fermentasi Makanan Ramah untuk Lingkungan

Your Say | Kamis, 16 Juli 2026 | 14:10 WIB

5 Clarifying Toner yang Bantu Kulit Wajah Lebih Halus dan Sehat

5 Clarifying Toner yang Bantu Kulit Wajah Lebih Halus dan Sehat

Your Say | Kamis, 16 Juli 2026 | 14:10 WIB

Hina Kapolda NTB, WNA Asal Prancis Dihukum 3 Bulan Penjara

Hina Kapolda NTB, WNA Asal Prancis Dihukum 3 Bulan Penjara

Bali | Kamis, 16 Juli 2026 | 14:07 WIB

×