Begini Cara Lipstik Kritik Kebijakan Trump

Ririn Indriani | Dinda Rachmawati
Begini Cara Lipstik Kritik Kebijakan Trump
Ilustrasi lipstik. (Shutterstock)

Kritik terhadap pemerintahan Trump yang dituangkan lewat merek lipstik, Lipslut populer dan laris manis.

Suara.com - Merek lipstik yang berbasis di Amerika Serikat, Lipslut, akhirnya berhasil mengumpulkan 100.000 dolar Amerika untuk keluarga migran yang terpengaruh oleh kebijakan Trump.

Kampanye yang dinamakan "Fight Zero Tolerance" ini berawal saat Lipslut meluncurkan warna lipstik “F *** Trump” pada Maret 2017, dua bulan setelah pelantikan Presiden, dan telah menyumbangkan 50 persen dari keuntungan produk untuk organisasi pro-imigran selama kurun waktu dua minggu.

Katie Sones (21) mendirikan merek tersebut segera setelah pemilihan presiden pada 2016, ketika masih menjadi mahasiswa di California Polytechnic State University.

Hasil dari penjualan lipstik berjenis matte itu telah diberikan pada beberapa badan amal yang didedikasikan untuk mendukung keluarga pencari suaka yang telah dipisahkan di perbatasan Meksiko, di bawah "kebijakan nol toleransi" pemerintah AS yang kontroversial.

Meskipun Trump menandatangani perintah eksekutif untuk mengakhiri perpisahan keluarga di perbatasan pada Juni, para orangtua migran yang ditahan di bawah kebijakan mengaku berjuang untuk menemukan anak-anaknya.

Seperti ini cara merek lipstik, Lipslut, mengkritik Pemerintahan Trump. (Foto: Lipslut)
Seperti ini cara merek lipstik, Lipslut, mengkritik Pemerintahan Trump. (Foto: Lipslut)

"Lipslut dimulai dari obrolan saya dan teman-teman, saat kami saat menyaksikan pelantikan Trump," kisah Sones pada The Independent.

"Meskipun kami sedang duduk di lantai kamar asrama, 3.000 mil dari D.C., desas-desus tentang penghentian sementara dan pengabaian dana memaksa kami bertindak," tambah dia.

Lipstik "F *** Trump" -- yang cocok untuk para vegan ini, telah menjadi pahlawan, karena kemunculannya menjadi sangat populer dan dipesan berulang kali sepanjang bulan.

"Lipslut terus mengejutkan saya dengan popularitasnya. Produk ini sangat cepat terjual, setiap kali kami meluncurkan sesuatu yang baru. Saya sangat bangga melihat komunitas global menghadapi ketidakadilan, dan turut mengambil tindakan," tegasnya.

Kampanye terbarunya akan berjalan hingga 19 Juli, dengan penjualan lipstik seharga 20 dolar Amerika. Warna untuk lipstik "F *** Trump" sangat serbaguna, dipilih setelah Sones mengeluarkan jajak pendapat di media sosial, menanyakan jenis apa yang diinginkan oleh para pengikutnya.

Bujan cuma itu, lipstik satu ini juga pernah menjadi berita utama pada Januari 2018, ketika Lipslut menanggapi gerakan #MeToo dengan merilis lipstik "F *** Hollywood". Di mana, 50 persen hasil dari semua hasil penjualan akan disumbangkan untuk organisasi anti-seksual.

Meskipun produk-produk tersebut saat ini hanya tersedia di AS, Sones mengaku pihaknya telah dibanjiri email dalam banyak bahasa yang berbeda untuk bisa melayani pembeliam global.

Sones berharap Lipslut tumbuh menjadi merek kecantikan internasional yang memerangi ketidakadilan sosial.

Suara.Com

Suara.com adalah portal berita yang
menyajikan informasi terhangat, baik peristiwa politik, bisnis, hukum, entertainment...

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS