10 Etika Makan dan Minum Paling Unik di Dunia

Ade Indra Kusuma, Vessy Dwirika Frizona

Jum'at, 17 Agustus 2018 | 17:15 WIB
10 Etika Makan dan Minum Paling Unik di Dunia
Etika Makan Unik [Shutterstock]

Suara.com - Umumnya etika makan dan minum di dunia ini sama. Konsep table manner telah mengatur tentang tata cara dan sopan santun saat makan dan minum di meja makan. Namun, etika makan di beberapa negara ada yang berbeda. Jika salah satu etika makan di negara Anda di anggap baik, bisa jadi di negara lain dianggap tabu atau tidak sopan. Nah, agar tidak salah bersikap, yuk ketahui etika makan paling aneh di dunia yang dirangkum dari Wonderlist.

Dilarang menghabiskan makanan sampai bersih

Baiknya makan dihabiskan sampai bersih. Orangtua juga mengajarkan demikian. Bahkan sangat disayangkan atau mubazir bila makanan yang sudah diambil tidak dihabiskan. Tetapi, etika makan ini tidak berlaku di Cina. Orang Cina menganggap membersihkan makanan di piring menunjukkan Anda masih lapar, sehingga butuh tambahan makanan lagi, yang ditakutkan adalah tuan rumah tidak memilki persediaan makanan cukup untuk menjamu tamu. Namun, jika ke India, yang terjadi justru sebaliknya. Bila tamu tidak menghabiskan makanan sampai bersih maka dianggap tidak sopan dan boros.

Dilarang menancapkan sumpit di nasi

Ketika makan di Jepang, pastikan menyimpan sumpit sejajar dengan tepi meja tepat di depan Anda, di antara gigitan. Juga, aturan lain yang harus Anda patuhi adalah tidak menancapkan sumpit di atas mangkuk nasi. Di Jepang, sumpit yang diletakkan ke dalam mangkuk nasi dengan posisi tegak hanya ada dipemakaman. Jadi wajar saja bila makan di rumah orang Jepang, lalu melakukan hal ini, mereka akan tersinggung.

Dilarang ada bunyi dari alat makan kaca

Ketika mengatakan "Slainte" atau "Cheers", sudah pasti ada bunyi dentingan kaca, yang berasal dari gelas-gelas sebelum menikmati minuman. Namun, melakukan toss ini dilarang di Hungaria. Bukan saja dianggap kasar tapi mungkin Anda akan ditegur. Larangan itu ada kaitannya dengan politik. Pada 1848 pemerintah Austria melakukan pemberontakan di Hungaria. Ketika berhasil para pemimpin Austria mendetingkan gelas kaca. Kejadian itu mengerikan bagi orang Hungaria.

Dilarang menolak minuman

Jika berada di Rusia dan seseorang menawarkan minuman, itu menandakan persahabatan dan kepercayaan satu sama lain. Jika Anda menolak itu adalah kesalahan. Penduduk lokal akan terisnggung karena minumannya ditolak. Mereka mungkin akan melempar gelas minuman ke kaca bar.

baca juga

Garpu tidak dipakai makan

Saat makan di Thailand, akan tersedia sendok, garpu, dan sumpit. Semua alat makan harus digunakan dengan benar. Anda akan ditawarkan sumpit untuk makan mie dan sendok dan garpu untuk makanan yang lainnya. Anda harus memegang garpu di tangan kiri dan sendok di kanan, tetapi garpu tidak boleh digunakan untuk makan, garpu dipakai untuk mengambil makanan dari piring ke sendok dan memotong makanan. Garpu tidak boleh masuk ke mulut.

Dilarang membalik ikan 

Membalik ikan untuk menghabiskan sisa daging yang masih ada mungkin hal biasa. Tapi di Cina itu dilarang, khususnya Cina selatan dan Hong Kong. Membalik ikan di China adalah "dao yue" atau nasib buruk. Ketika membalik ikan, artinya Anda membiarkan perayu nelayan terbalik. Nah, untuk menghabiskan daging ikan di baliknya, cara yang dilakukan adalah dengan menarik tulang-tulangnya terlebih dahulu.

Minum kopi banyak aturan

Sebagian dari kita memulai hari dengan secangkir kopi. Namun, dalam budaya kopi Badui Yordania kopi sangatlah penting sehingga ada beberapa aturan yang harus diikuti. Perempuan dan laki-laki harus dipisahkan dan mereka mengawasi serta menunggu tuan rumah membuat kopi untuk memastikan kopip layak untuk disajikan. Selanjutnya, setiap tamu ditawari secangkir kopi kecil dalam cangkir kecil dan cangkir-cangkir tersebut biasanya dilewatkan kembali untuk diisi ulang. Kopi disajikan dari kanan ke kiri dan Anda dapat minum maksimal tiga cangkir.

Aturan menggunakan token 

Memesan steak di restoran Brasil caranya dengan menggunakan token. Saat memesan, arahkan serverer token berwarna merah. Setelah steak disajikan, maka simpan token dengan bijak. Letakkan di atas meja dengan sisi hijau yang menghadap ke atas. Kalau tidak begitu, steak akan datang lagi dan Anda bakal kewalahan menghabiskannya.

Dilarang menerima minuman dengan satu tangan

Orang Korea sangat menghormati orang tua. Dan, ketika orangn tua menawarkan minuman, mereka mengangkat gelas yang harus disambut dengan kedua tangan oleh si penerima. Ketika makan bersama, orang tua harus didahulukan, baru yang muda mengikuti.

Dilarang merendam sendok

Secara pribadi mungkin tak ada masalah bagi Anda meletakkan sendok adukan teh atau kopi di dalam cangkir. Tapi di Amerika dan Inggis itu tidak sopan. Jadi segera angkat sendok dan letakkan kembali di piring cangkir setelah mengaduk minuman.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Meski Lebih Banyak Gula, Begini Cara Sehat Makan Buah Kering

Meski Lebih Banyak Gula, Begini Cara Sehat Makan Buah Kering

Lifestyle | Selasa, 14 Agustus 2018 | 17:26 WIB

Makan Enak Tanpa Diet Ketat, Ini Rahasia Yuki Kato

Makan Enak Tanpa Diet Ketat, Ini Rahasia Yuki Kato

Health | Jum'at, 10 Agustus 2018 | 12:00 WIB

Studi: Peminum Alkohol Rentan Kena Obesitas

Studi: Peminum Alkohol Rentan Kena Obesitas

Health | Kamis, 09 Agustus 2018 | 19:00 WIB

Terkini

Bukan Cuma Jualan Dawet, Cerita Siti Aminah Bikin Usaha Tradisional Tetap Laris

Bukan Cuma Jualan Dawet, Cerita Siti Aminah Bikin Usaha Tradisional Tetap Laris

Lifestyle | Kamis, 20 Agustus 2026 | 00:03 WIB

Mengintip EIGER Nature, Wajah Baru Ekowisata Bogor yang Buka September 2026

Mengintip EIGER Nature, Wajah Baru Ekowisata Bogor yang Buka September 2026

Bogor | Rabu, 19 Agustus 2026 | 23:57 WIB

Kata Warga, Pedagang hingga Ojol soal Demo Mahasiswa Digelar di Bundaran HI

Kata Warga, Pedagang hingga Ojol soal Demo Mahasiswa Digelar di Bundaran HI

Jakarta | Rabu, 19 Agustus 2026 | 23:36 WIB

Bukan Sekadar Bikin Citra, Ini Cara PR Membangun Kepercayaan di Era AI

Bukan Sekadar Bikin Citra, Ini Cara PR Membangun Kepercayaan di Era AI

Lifestyle | Rabu, 19 Agustus 2026 | 23:30 WIB

Mendagri Apresiasi Posko Sikka, Dirjen Bina Adwil Dorong Percepatan Pendataan Pascagempa Maumere

Mendagri Apresiasi Posko Sikka, Dirjen Bina Adwil Dorong Percepatan Pendataan Pascagempa Maumere

Bali | Rabu, 19 Agustus 2026 | 23:30 WIB

Gudang Solar Subsidi 5.350 Liter di Palembang Ternyata Beroperasi di Balik Bengkel Las

Gudang Solar Subsidi 5.350 Liter di Palembang Ternyata Beroperasi di Balik Bengkel Las

Sumsel | Rabu, 19 Agustus 2026 | 23:09 WIB

Bawa Produk Lokal Tembus Pasar Internasional, BRI Fasilitasi UMKM di GMBPF 2026

Bawa Produk Lokal Tembus Pasar Internasional, BRI Fasilitasi UMKM di GMBPF 2026

Bri | Rabu, 19 Agustus 2026 | 22:59 WIB

5.990 PPPK di Sumsel Masih Menunggu Kepastian, Harapan Jadi Penuh Waktu Tergantung Anggaran

5.990 PPPK di Sumsel Masih Menunggu Kepastian, Harapan Jadi Penuh Waktu Tergantung Anggaran

Sumsel | Rabu, 19 Agustus 2026 | 22:52 WIB

Promo Mr. DIY, Dapatkan Cashback 45 Persen dengan QRIS BRImo

Promo Mr. DIY, Dapatkan Cashback 45 Persen dengan QRIS BRImo

Bri | Rabu, 19 Agustus 2026 | 22:41 WIB

Indonesia Bisa Tiru! Begini Cara Pemkot Seoul Hadapi Gelombang Panas yang Mematikan

Indonesia Bisa Tiru! Begini Cara Pemkot Seoul Hadapi Gelombang Panas yang Mematikan

News | Rabu, 19 Agustus 2026 | 22:40 WIB

×