Array

Studi: Peminum Alkohol Rentan Kena Obesitas

Kamis, 09 Agustus 2018 | 19:00 WIB
Studi: Peminum Alkohol Rentan Kena Obesitas
Ilustrasi. (Shutterstock)

Suara.com - Punya kebiasaan menyantap camilan asin atau 'snacking' sambil minum alkohol? Jika ya, sebaiknya hentikan kebiasaan ini sebelum semakin memperburuk kesehatan Anda. 

Mengapa? Karena sebuah studi terbaru menemukan makan makanan yang tidak sehat saat Anda meminum alkohol atau setelahnya, bisa berkontribusi terhadap obesitas.

Bir rata-rata mengandung 150 kalori. Jika seseorang minum lima gelas bir, itu berarti sudah memenuhi sepertiga dari asupan energi harian mereka. Jika mereka menambahkan dua potong pizza atau burrito ke bagian akhir malam, ini tentu adalah alasan untuk penambahan berat badan yang bisa mengakibatkan obesitas.

Menurut laporan PTI, para peneliti dari University at Buffalo di Amerika Serikat memutuskan untuk melihat sampel dari 286 mahasiswa menghasilkan jawaban kebiasaan minum alkohol mempengaruhi apa yang mereka makan, baik pada malam setelah mereka minum atau makan pertama mereka pada hari berikutnya..

“Mengingat epidemi obesitas dan tingkat konsumsi alkohol di kampus-kampus, kita perlu menyadari tidak hanya efek negatif dari konsumsi alkohol tetapi juga dampaknya terhadap apa yang mereka makan," kata Jessica Kruger, asisten profesor di Universitas at Buffalo.

Para peserta yang terlibat dalam penelitian diminta untuk menyelesaikan survei online anonim. Para peneliti menemukan bahwa minum alkohol dapat mempengaruhi perilaku diet peserta studi sebelum tidur.

Semua peminum alkohol lebih cenderung makan sesuatu sebelum mereka pergi tidur setelah mereka meminum alkohol. Yang menjadi perhatian khusus, para peneliti mencatat fakta bahwa peserta tidak melaporkan bahwa mereka minum lebih banyak air atau minuman non-alkohol lainnya sebelum tidur. Itu akan memperparah dehidrasi, yang dapat menyebabkan pilihan makanan yang tidak sehat.

Keesokan harinya setelah minum, pola makan peserta bervariasi dari malam sebelumnya. Pagi hari setelah minum alkohol di malam harinya, mereka biasanya tidak melewatkan makan. Dibandingkan dengan pagi hari saat mereka tidak minum alkohol di malam harinya.

Kruger mengatakan, menghilangkan mitos-mitos ini adalah salah satu cara untuk mempromosikan pola makan sehat bahkan setelah malam pesta minuman keras.

Baca Juga: Jokowi Pilih Ma'ruf Amin Sebagai Cawapres

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Tahu Kalian Tentang Game of Thrones? Ada Karakter Kejutan dari Prekuelnya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kalau Masalah Hidupmu Diangkat Jadi Film Indonesia, Judul Apa Paling Cocok?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Satu Frekuensi Selera Musikmu dengan Pasangan?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA Kelas 12 SMA Soal Matematika dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Inggris Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Beneran Orang Solo Apa Bukan?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pemula atau Suhu, Seberapa Tahu Kamu soal Skincare?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: Soal Matematika Kelas 6 SD dengan Jawaban dan Pembahasan Lengkap
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kamu Soal Transfer Mauro Zijlstra ke Persija Jakarta? Yuk Uji Pengetahuanmu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Fun Fact Nicholas Mjosund, Satu-satunya Pemain Abroad Timnas Indonesia U-17 vs China
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 10 Soal Matematika Materi Aljabar Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI