Irma Susanti Sukses Bawa Batik Tulis Kustom hingga ke London

Ade Indra Kusuma

Kamis, 30 Agustus 2018 | 19:15 WIB
Irma Susanti Sukses Bawa Batik Tulis Kustom hingga ke London
Batik tulis kustom Irma Susanti [Suara.com/Adam Iyasa]

Suara.com - Kreatifitas seorang Irma Susanti (29) dalam mendesain batik tulis kustom patut diacungi jempol. Di tengah maraknya fesyen ready to wear,  ia sukses membawa karya budaya Indonesia, batik tulis kustom di mata dunia.

Batik kustom atau satu desain motif hanya satu produk, tidak diperbanyak, berani Irma kerjakan lantaran menilai batik adalah karya asli Indonesia yang bernilai istimewa.

"Batik itu sangat istimewa, jadi aku buat seistimewa mungkin yakni dengan desain kustom, menampilkan karakter si pemakai atau yang pesan," kata Irma pemilik brand Identix Batik, usai Talk show Interaktif KopiWriting, di Hotel Aston Inn Semarang, Kamis (30/8/2018).

"Batik kustom kini sedang diminati terutama bagi orang sekelas manajer, direktur, bisnis owner sampai level atlet dunia," lanjutnya.

Pemegang predikat Sarjana Ilmu Sosiologi dan Antropologi Universitas Negeri Semarang ini menuturkan, jika kata Identix berasal dari serapan kata identitas, di mana pemakai produk batiknya akan sesuai dengan identitas desain yang diciptakannya.

"Mereka minta didesain motif batik berkarakter sesuai keinginannya, satu batik tulis kustom sold out dan tak lagi saya buat sehingga soulnya akan kuat," ujar Irma yang juga jebolan Nanyang University Singapura Jurusan Arts and Design ini.

Tak puas batik sebagai fashion raja kandang, berbekal ilmu bangku perkuliahan, sosiologi dan antropologi, Irma Susanti mempelajari budaya dan karakter kuat negara yang akan menjadi tujuan pasar internasionalnya.

"Awalnya saya jual via e-commerce dan online agar dilihat seluruh dunia, banyak kustomer dari Singapura, Spanyol, China, Turki, Jepang, berminat karena desainnya berkarakter dan jenis batik tulis kustom," katanya.

Batik tulis kustom Irma Susanti [Adam Iyasa]
Batik tulis kustom Irma Susanti [Suara.com/Adam Iyasa]

Irma Susanti lantas meniatkan diri memperluas pangsa pasar dunia. Dia ingin gerai batik tulis Indonesia ada di luar negeri.

baca juga

"Awal tahun depan akan buka gerai di Jepang, sebelumnya saya pelajari dulu budaya di sana, sisi sosiologi dan antropologinya paham sejarah dan apa yang dijunjung kearifan lokal setempat, untuk menentukan motif batik yang akan dibuat," kata Irma Susanti.

Seperti di Jepang, ia memilih berjalan menyusuri daerah di Kyoto Jepang, satu bulan ia pelajari budaya setempat terkait motif batiknya, bahkan menetap tinggal memilih di rumah warga setempat. Irma Susanti juga berencana akan buka gerai di New York AS.

"Kebetulan saya suka traveling, tiap nemu ide saya tuangkan dalam desain, di Jepang dan Turki sudah terkumpul beberapa motif lokal kegemaran masyarakatnya," paparnya.

Sebagai test market, Irma Susanti membuat motif lokal beberapa negara tersebut. Dia produksi batik tulis kustomnya lalu di jual di dunia lini masa. Sambutannya luar biasa.

"Motif Jepang saya ambil dari filosofi kimono, pada suka. Di Turki juga begitu, kombinasi batik, hijab, art, dan tak suka warna ramai, juga pada suka," ungkapnya panjang lebar.

Saat ini pangsa ekspornya menembus 40 persen market share-nya, seperti ke Turki, Jepang, Singapura, London dan beberapa negara Eropa. Omzetnya bisa mencapai Rp 400 - 500 juta per bulan.

"Sehari bisa kirim 70 pax ke luar negeri, kalau korporate dan lokal bisa ribuan pax," ujarnya.

Soal harga, Irma menyasar kelas premium dia banderol minimal batik tulis kustom seharga Rp 500.000, dengan paling mahal sampai puluhan juta perlembar kain atau sudah jadi.

"Tergantung rumitnya desain kustomnya, makin rumit dan berkarakter makin mahal bisa sampai 15 jutaan," ujarnya.

Mendunianya batik tulis kustom rupanya didengar pihak Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) untuk Inggris di London. Gayung bersambut, Identik Batix diajak pentas bareng fashion show di Potters Fields Park London Inggris dalam gelaran Indonesian Weekend, pada 8 - 9 September 2018.

"Saya disuruh menampilkan 12 koleksi batik tulis kustom, ini masih mengerjakan motif desainnya untuk khusus ditampilkan di London," katanya.

Selama di London, lewat KBRI juga, Irma Susanti diberi kesempatan untuk menularkan dan mengenalkan ilmu batik tulis di Universitas Oxford London, termasuk promosi beberapa merchandise batik Indonesia.

Ia mengaku, karya desain motif batiknya sudah ribuan dan sudah dipatenkan agar tidak ditiru, motif ada dari seluruh kekayaan lokal di Indonesia ditambah koleksi motif dari beberapa negara.

"Ini batik tulis, kustom tak diproduksi banyak, jadi harus dipatenkan agar tak kalah dengan batik printing milik Cina," cerita Irma Susanti tentang kesuksesannya mengangkat batik tulis kustom.

Kontributor : Adam Iyasa

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Wajahnya Dijadikan Motif Batik, Begini Reaksi Ganjar Pranowo

Wajahnya Dijadikan Motif Batik, Begini Reaksi Ganjar Pranowo

News | Minggu, 19 Agustus 2018 | 20:47 WIB

Drg Donna Pratiwi, Master Veneer Pejuang Indonesia Bebas Karies

Drg Donna Pratiwi, Master Veneer Pejuang Indonesia Bebas Karies

Health | Senin, 06 Agustus 2018 | 08:48 WIB

Teras Indonesia Pamerkan Pesona Kreasi Batik Nusantara

Teras Indonesia Pamerkan Pesona Kreasi Batik Nusantara

Lifestyle | Minggu, 05 Agustus 2018 | 12:23 WIB

Terkini

Di Balik Lembaran Suket Gibran, PDIP Ungkap Keanehan Alibi Tanggalnya

Di Balik Lembaran Suket Gibran, PDIP Ungkap Keanehan Alibi Tanggalnya

News | Selasa, 03 November 2026 | 10:51 WIB

5 Drama Korea Terbaru Bulan November 2026, Ada The Remarried Empress!

5 Drama Korea Terbaru Bulan November 2026, Ada The Remarried Empress!

Your Say | Selasa, 03 November 2026 | 10:50 WIB

Sadis! ASN di Kabupaten Puncak Papua Ditikam hingga Pisau 40 Cm Masih Tertancap di Leher

Sadis! ASN di Kabupaten Puncak Papua Ditikam hingga Pisau 40 Cm Masih Tertancap di Leher

News | Selasa, 03 November 2026 | 10:49 WIB

6 Rekomendasi Pinjol Bunga Rendah Terdaftar OJK Mulai 0,01 Persen!

6 Rekomendasi Pinjol Bunga Rendah Terdaftar OJK Mulai 0,01 Persen!

Bisnis | Selasa, 03 November 2026 | 10:47 WIB

4 Glamping Hits Buat Quality Time Bareng Keluarga di Jogja, Cocok untuk Liburan Akhir Tahun

4 Glamping Hits Buat Quality Time Bareng Keluarga di Jogja, Cocok untuk Liburan Akhir Tahun

Lifestyle | Selasa, 03 November 2026 | 10:44 WIB

Urutan Skincare Wardah Hydra Rose Pagi Malam untuk Kulit Lembap dan Glowing

Urutan Skincare Wardah Hydra Rose Pagi Malam untuk Kulit Lembap dan Glowing

Lifestyle | Selasa, 03 November 2026 | 10:42 WIB

Wali Kota Andi Harun Buka Suara soal Korupsi Varia Niaga Rp30,97 Miliar

Wali Kota Andi Harun Buka Suara soal Korupsi Varia Niaga Rp30,97 Miliar

Kaltim | Selasa, 03 November 2026 | 10:37 WIB

5 Webtoon Naver Raih Penghargaan Today's Korean Comics 2026, Ini Daftarnya

5 Webtoon Naver Raih Penghargaan Today's Korean Comics 2026, Ini Daftarnya

Your Say | Selasa, 03 November 2026 | 10:30 WIB

5 Wisata Sejarah di Semarang, Paket Lengkap Edukasi hingga Spot Foto Estetik

5 Wisata Sejarah di Semarang, Paket Lengkap Edukasi hingga Spot Foto Estetik

Lifestyle | Selasa, 03 November 2026 | 10:26 WIB

Indonesia Tak Baik-baik Saja, Viral Ramai-ramai Rakyat Keluhkan Harga Mi Instan Naik

Indonesia Tak Baik-baik Saja, Viral Ramai-ramai Rakyat Keluhkan Harga Mi Instan Naik

News | Selasa, 03 November 2026 | 10:26 WIB

×