alexametrics

Festival Bahari Kepri Pamerkan Keindahan Laut pada Para Yachter

Fabiola Febrinastri
Festival Bahari Kepri Pamerkan Keindahan Laut pada Para Yachter
Menteri Pariwisata, Arief Yahya. (Dok: Kemenpar)

Kepri sudah dilengkapi aksesibilitas, amenitas, dan atraksi yang memadai.

Menurutnya, kemeriahan dihadirkan sebagai bentuk syukur atas hari jadi Provinsi Kepri. Malam syukuran Kepri ke-16 akan menjadi bagian dari FBK 2018, yang akan dihelat pada 24 September 2018.

"Pokoknya FBK 2018 bakal super heboh. FBK selalu diselaraskan dengan program Wonderful Indonesia Sailing, sehingga dapat menjadi sebuah barometer untuk memperkenalkan potensi wisata bahari Kepri bagi para yachter mancanegara. Nanti juga ada Lomba Perahu Naga, Festival Sungai Carang, serta Karnaval Kepulauan Riau," ungkapnya.

Wisatawan yang ingin menyaksikan event ini tidak perlu ragu, karena Kepri sudah dilengkapi 3A (aksesibilitas, amenitas, dan atraksi) yang memadai.

Soal aksesibilitas, Provinsi Kepri memiliki Bandara Raja Haji Fisabilillah. Bandara di Tanjung Pinang ini akan mempermudah pengunjung untuk mencapai lokasi festival.

Tersedia sejumlah penerbangan dari Jakarta setiap harinya ke ibukota Provinsi Kepri itu, dengan waktu tempuh sekitar satu jam 20 menit.

Tak hanya melalui udara, Kepri juga bisa dijangkau lewat jalur laut. Tersedia sejumlah feri yang melayani pelayaran selama 15 menit dari Pelabuhan Telaga Punggur, Batam, menuju Pelabuhan Sri Bintan Pura di Tanjung Pinang.

"Bisa lewat Batam atau langsung ke Tanjung Pinang. Kalau lewat Batam bisa sambil wisata belanja, biar tambah seru liburannya. Amenitasnya juga jangan ditanya. Pokonya lengkap, tinggal disesuaikan dengan kantong," terang Buralimar.

Sementara itu, Asisten Deputi Bidang Pemasaran I Regional I Kementerian Pariwisata, Iyung Masruroh, mengatakan, FBK merupakan salah satu langkah mendongkrak kunjungan wisman. Kepri berada di jalur strategis, yang berbatasan langsung dengan Malaysia dan Singapura. Ini membuat Provinsi Kepri menjadi salah satu pintu utama masuknya wisman ke Indonesia.

"Kegiatan ini pasti berdampak maksimal untuk dunia kepariwisataan di Kepri karena dengan hadirnya turis asing akan terjadi multiplier effect dimana akan terjadi peningkatan perputaran uang, ekonomi akan meningkat dan masyarakat akan sejahtera,” ujar Iyung.