8 Tren Travelling 2019, yang Mana Gayamu?

Ade Indra Kusuma, Risna Halidi

Kamis, 18 Oktober 2018 | 16:55 WIB
8 Tren Travelling 2019, yang Mana Gayamu?
Setiap orang punya gaya travelling yang berbeda. [Shutterstock]

Bepergian dengan hati nurani

Dengan adanya peningkatan minat global dalam isu-isu sosial seperti hak asasi manusia, kesetaraan dan kondisi kerja, 2019 adalah tahun di mana akan banyak ditemukan wisatawan yang sadar akan nilai sosial. 

Mereka mempertimbangkan isu-isu sosial, politik dan lingkungan di destinasi potensial sebelum mengambil keputusan. 

Saat ini hampir separuh atau sekitar 49% wisatawan merasa masalah sosial di destinasi sangat penting ketika memilih sebuah destinasi. Lebih dari setengahnya memilih untuk tidak pergi ke suatu destinasi jika mereka merasa dampaknya akan negatif terhadap orang-orang yang tinggal di sana.

Travelling sambil bersih-bersih

Masalah plastik sekali pakai akan terus menjadi topik hangat, tetapi pada 2019, kepedulian lingkungan akan berubah menjadi tindakan yang lebih besar. Generasi milenial akan mencari pengalaman yang berkelanjutan di tempat tujuan mereka, sementara penyedia akomodasi akan mencari cara untuk mengurangi penggunaan plastik dan meningkatkan kredensialnya dalam praktik berkelanjutan. 

Sebagian besar wisatawan global atau sekitar 86% mengatakan bahwa mereka bersedia meluangkan waktu untuk kegiatan yang mengimbangi dampak lingkungan dari kunjungan mereka, dengan lebih dari sepertiganya atau setara 37% bersedia membersihkan sampah dan plastik dari pantai atau atraksi wisata lain.

Mencari wisata otentik

Perjalanan dengan pengalaman adalah salah satu tren perjalanan utama pada 2018 ini. Tetapi 2019 akan membawa lebih jauh lagi. 

baca juga

Hampir dua pertiga dari wisatawan (60%), menganggap pengalaman lebih tinggi daripada harta benda, sehingga wisatawan akan memilih pengalaman otentik, mulai dari makan, tidur, belanja, hingga menonton pertandingan olahraga favorit. Mereka menekankan pada pentingnya menciptakan momen yang memberi kebahagiaan dan kenyamanan yang tak terlupakan bahkan setelah pulang.

Memaksimalkan wisata singkat

Lebih dari setengah wisatawan global atau sekitar 53% berencana untuk melakukan lebih banyak perjalanan saat akhir pekan. Akan banyak perjalanan yang lebih terukur, atau perjalanan dengan itinerary sangat padat dalam jangka waktu yang lebih singkat. 

Mereka percaya bahwa pengalaman yang berkesan tidak selalu harus dilakukan di tempat yang luar biasa, atau dalam jangka waktu yang lama.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Jalan-Jalan Ke Luar Negeri Gratis Naik Kelas Bisnis, Ini Caranya

Jalan-Jalan Ke Luar Negeri Gratis Naik Kelas Bisnis, Ini Caranya

Lifestyle | Kamis, 11 Oktober 2018 | 14:27 WIB

Ikuti Tren, Olla Ramlan Pose Tiduran di Jalan Pakai Gaun Malam

Ikuti Tren, Olla Ramlan Pose Tiduran di Jalan Pakai Gaun Malam

Entertainment | Kamis, 04 Oktober 2018 | 14:49 WIB

Kaspersky Ungkap Jurus Anti Panik Buat Traveler

Kaspersky Ungkap Jurus Anti Panik Buat Traveler

Tekno | Jum'at, 28 September 2018 | 05:45 WIB

Terkini

Aturan Tidak Naik Kelas Berlaku Lagi pada 2027/2028, Apa yang Perlu Diketahui?

Aturan Tidak Naik Kelas Berlaku Lagi pada 2027/2028, Apa yang Perlu Diketahui?

News | Minggu, 25 Oktober 2026 | 15:00 WIB

Dari Pungli hingga Iuran Mandiri, Korupsi Tingkat Desa yang Terus Dimaklumi

Dari Pungli hingga Iuran Mandiri, Korupsi Tingkat Desa yang Terus Dimaklumi

Your Say | Minggu, 25 Oktober 2026 | 15:00 WIB

Airlangga Sebut AI Bukan Gantikan Pekerjaan, Tapi Ciptakan Lapangan Kerja & Keterampilan Baru

Airlangga Sebut AI Bukan Gantikan Pekerjaan, Tapi Ciptakan Lapangan Kerja & Keterampilan Baru

Bisnis | Minggu, 25 Oktober 2026 | 14:58 WIB

Kemenkes Ungkap Fakta di Balik Foto Viral Menkes Budi Gunadi Pakai Tabung Oksigen

Kemenkes Ungkap Fakta di Balik Foto Viral Menkes Budi Gunadi Pakai Tabung Oksigen

News | Minggu, 25 Oktober 2026 | 14:49 WIB

Lagu Runaway Menggema di SUGBK, Jadi Penutup Konser Kanye West di Jakarta

Lagu Runaway Menggema di SUGBK, Jadi Penutup Konser Kanye West di Jakarta

Entertainment | Minggu, 25 Oktober 2026 | 14:48 WIB

Pemerintah Siapkan Rp 1,28 T untuk Program Rekening Massal, Targetkan 25 Juta Penerima

Pemerintah Siapkan Rp 1,28 T untuk Program Rekening Massal, Targetkan 25 Juta Penerima

Bisnis | Minggu, 25 Oktober 2026 | 14:45 WIB

Tic-errific Me: Kisah Hangat tentang Penerimaan Diri dan Tourette

Tic-errific Me: Kisah Hangat tentang Penerimaan Diri dan Tourette

Your Say | Minggu, 25 Oktober 2026 | 14:45 WIB

25 Tahun Urus Izin, Pembangunan Gereja di Jakarta Timur Baru Capai 80 Persen

25 Tahun Urus Izin, Pembangunan Gereja di Jakarta Timur Baru Capai 80 Persen

News | Minggu, 25 Oktober 2026 | 14:38 WIB

Karhutla Sumsel Berdampak ke Panggung Hiburan, Bernadya hingga The Adams Batal Tampil di Palembang

Karhutla Sumsel Berdampak ke Panggung Hiburan, Bernadya hingga The Adams Batal Tampil di Palembang

Sumsel | Minggu, 25 Oktober 2026 | 14:36 WIB

Pelatih PSMS Bertekad Menang Lawan PSIS Semarang Malam Ini

Pelatih PSMS Bertekad Menang Lawan PSIS Semarang Malam Ini

Sumut | Minggu, 25 Oktober 2026 | 14:33 WIB

×