Bicara Kasus Gaban, Psikolog Forensik: Sadis Karena Direncanakan

Ade Indra Kusuma

Jum'at, 16 November 2018 | 14:39 WIB
Bicara Kasus Gaban, Psikolog Forensik: Sadis Karena Direncanakan
Ilustrasi pembunuhan. (Shutterstock)

Suara.com - Polisi telah menetapkan Haris Simamora sebagai tersangka dalam kasus pembunuhan keluarga Diperum alias Gaban Nainggolan. Setelah menyandang status tersangka, polisi juga telah resmi menahan Haris sejak Kamis (15/11/2018) malam.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol. Argo Yuwono mengatakan untuk sementara Haris menjadi tersangka tunggal. Hanya saja, kepolisian masih melakukan pengembangan untuk menemukan tersangka lain.

"Sementara (pelaku) sendiri, nanti kita masih pengembangan-pengembangan yang lain," ujar Argo di Polda Metro Jaya, Jumat (16/11/2018).

Melihat kini banyaknya pembunahan sadis, Psikolog Klinis Forensik, Dra. A. Kasandra Putranto angkat bicara. Menurutnya banyak faktor yang melatarbelakangi motif pelaku untuk menghabisi nyawa korban.

"Soal motif (pembunuhan Gaban) itu memang harus ada penelitian lebih lanjut, tapi kalau pada kasus pembunuhan lai, biasanya terkait motif ekonomi, dendam, asmara dan sebagainya. Tiap kasus pasti ada penjelasannya tersendiri karena memiliki psikodinamika yang berbeda," ujarnya saat dihubungi Suara.com, Jumat (16/11/2018)

Banyak berita beredar bagaimana orang yang tega berbuat kejam, dan tak segan membunuh secara sadis. Pernah kita dengar kasus mayat dicor di tembok, kasus mutilasi, bunuh anak sendiri, dan banyak lagi. Melihat fenomena itu, Kasandra memastikan bahwa ada profil psikologis pelaku yang "bermasalah".

"Umumnya memang ada profil psikologis yang khas, tetapi justru tidak semua sampai memiliki gangguan jiwa berat yang layak dibebaskan. Semua jenis pembunuhan yang mengakibatkan hilangnya nyawa orang lain adalah perbuatan sadis. Yang membedakannya ada dua, pertama adalah faktor kesengajaan atau spontan dan kedua itu adalah faktor perencanaan. Semakin terbukti bahwa ada unsur perencanaan, semakin sadislah pembunuhan tersebut," bebernya.

Kasandra menyebut berbagai faktor yang ditengarai bertanggung jawab atas penyebab seseorang tega membunuh secara kejam.

"Ada pengaruhnya lho dari faktor masa kecil, pola asuh, lingkungan, situasi dan kondisi yang secara mandiri atau bersama sama mempengaruhi fungsi otak pelaku yang mendorongnya melakukan tindakan pembunuhan, antara lain kematangan, stabilitas emosi, keterampilan sosial, kemampuan kendali diri, hingga dorongan agresivitas," pungkasnya.

baca juga

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Dikira Setan, Nining Dengar Jeritan Keluarga Gaban saat Dibantai

Dikira Setan, Nining Dengar Jeritan Keluarga Gaban saat Dibantai

News | Jum'at, 16 November 2018 | 14:35 WIB

Banyak Bercak Darah, Tak Ada Warga Berani Masuk Rumah Gaban

Banyak Bercak Darah, Tak Ada Warga Berani Masuk Rumah Gaban

News | Jum'at, 16 November 2018 | 14:31 WIB

2 Hari Sebelum Membunuh, Haris Dandan Perlente ke Rumah Gaban

2 Hari Sebelum Membunuh, Haris Dandan Perlente ke Rumah Gaban

News | Jum'at, 16 November 2018 | 11:58 WIB

Terkini

Viral Cerdas Cermat Aneh di Sibolga, Pertanyaan Belum Selesai Tapi Jawabannya Sudah Tahu

Viral Cerdas Cermat Aneh di Sibolga, Pertanyaan Belum Selesai Tapi Jawabannya Sudah Tahu

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 10:26 WIB

Peredaran Rokok Ilegal Tembus 13,9 Persen, Potensi Kehilangan Cukai Hampir Rp40 Triliun

Peredaran Rokok Ilegal Tembus 13,9 Persen, Potensi Kehilangan Cukai Hampir Rp40 Triliun

Bisnis | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 10:23 WIB

Penyelam Tewas saat Menembak Ikan, Sempat Berteriak Minta Tolong

Penyelam Tewas saat Menembak Ikan, Sempat Berteriak Minta Tolong

Bali | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 10:21 WIB

Ulasan Designated Survivor 60 Days: Sanggupkah Orang Jujur Lawan Oligarki?

Ulasan Designated Survivor 60 Days: Sanggupkah Orang Jujur Lawan Oligarki?

Your Say | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 10:20 WIB

Profil Alvin Tedjo, Wali Kota Mississauga Kanada Keturunan Indonesia

Profil Alvin Tedjo, Wali Kota Mississauga Kanada Keturunan Indonesia

Lifestyle | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 10:18 WIB

Rekomendasi Sabun Cuci Muka Viva untuk Flek Hitam di Usia 40 Tahun, Cuma Rp20 Ribuan!

Rekomendasi Sabun Cuci Muka Viva untuk Flek Hitam di Usia 40 Tahun, Cuma Rp20 Ribuan!

Lifestyle | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 10:10 WIB

Dibuang di Teras Toko Beralas Selimut Pink, Bayi 3 Hari di Bangkalan Buat Hati Bu Kades Meleleh

Dibuang di Teras Toko Beralas Selimut Pink, Bayi 3 Hari di Bangkalan Buat Hati Bu Kades Meleleh

Jatim | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 10:08 WIB

Syarat Mengurus Surat Numpang Nikah Beda Provinsi di KUA

Syarat Mengurus Surat Numpang Nikah Beda Provinsi di KUA

Lifestyle | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 10:05 WIB

7 Sabun Cuci Muka untuk Kulit Kencang dan Halus Usia 40 Tahun ke Atas

7 Sabun Cuci Muka untuk Kulit Kencang dan Halus Usia 40 Tahun ke Atas

Lifestyle | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 10:03 WIB

Taisei Marukawa Ungkap Kabar Terbaru Naturalisasi, Dua Minggu Lagi Bisa Jadi WNI

Taisei Marukawa Ungkap Kabar Terbaru Naturalisasi, Dua Minggu Lagi Bisa Jadi WNI

Bola | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 10:01 WIB

×