Nyeri saat Bercinta, Normalkah?

Ade Indra Kusuma | Firsta Nodia
Nyeri saat Bercinta, Normalkah?
Gaya bercinta air terjun untuk penetrasi yang lebih dalam. (Shutterstock)

Hampir 3 dari 4 perempuan akan mengalami rasa sakit saat berhubungan seks di beberapa titik

Suara.com - Hampir 3 dari 4 perempuan akan mengalami rasa sakit saat berhubungan seks di beberapa titik dalam kehidupan mereka menurut American College of Obstetricians and Gynecologists.

"Intinya adalah sebagian besar perempuan yang aktif secara seksual akan mengalami rasa sakit saat berhubungan seks di beberapa titik dalam kehidupan mereka," kata ahli urologi Dr. Cheryl Iglesia seperti dilansir dari laman Medical Daily.

Lalu, bagaimana mengetahui kapan rasa sakit itu pertanda ada yang salah? Iglesia menjelaskan bahwa hal itu tergantung pada dua faktor antara lain seberapa sering itu terjadi dan seberapa parah rasa nyerinya.

"Jika Anda hanya mengalami rasa nyeri sesekali, sepertinya tidak ada yang perlu dikhawatirkan. Tetapi jika itu terjadi setiap saat, dengan skala nyeri tujuh, delapan, atau sembilan maka Anda harus menemui dokter," katanya.

Dalam kondisi medis nyeri berulang selama dan setelah berhubungan seks juga disebut dyspareuniadescribes. Umumnya kaum hawa mengalami rasa nyeri ini selama penetrasi, yang melibatkan penis, jari, atau mainan seks yang dimasukkan ke dalam vagina.

Jika nyeri hanya dialami ketika pertama kali bercinta , Dr. Kirtly Parker Jones dari University of Utah mengatakan hal ini terjadi karena jaringan-jaringan di vagina semakin melebar untuk pertama kalinya. Tapi ketika itu berlanjut secara berulang, hal ini bisa dicurigai adanya infeksi.

"Jadi tentu saja, perempuan yang memiliki infeksi jamur atau infeksi menular seksual seperti gonore dan klamidia, dapat mengalami nyeri saat berhubungan badan," kata Jones.

Vagina kering atau pelumasan yang tidak memadai juga menjadi salah satu penyebab paling umum dari nyeri saat berhubungan seks. Meskipun mungkin ada hubungannya dengan foreplay yang kurang memadai, ada banyak kemungkinan lain untuk dipertimbangkan seperti menopause, pil KB, produk vagina yang berbahaya, hingga obat-obatan tertentu yang berkontribusi pada kekeringan vagina.

"Kita juga harus memperhatikan rasa sakit jika itu secara khusus terjadi di satu area. Misalnya, nyeri vulva mungkin merupakan tanda vulvodynia atau infeksi kulit. Tetapi jika rasa sakit ada di dalam panggul, itu mungkin disebabkan oleh endometriosis, fibroid, atau bahkan sembelit," kata Jones.

Suara.Com

Suara.com adalah portal berita yang
menyajikan informasi terhangat, baik peristiwa politik, bisnis, hukum, entertainment...

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS