Selain Titi Rajo Bintang, Aktivis Ini Juga Kritik Keras soal Poligami

Ade Indra Kusuma

Senin, 17 Desember 2018 | 20:26 WIB
Selain Titi Rajo Bintang, Aktivis Ini Juga Kritik Keras soal Poligami
Titi Rajo Bintang

Suara.com - Artis Titi Rajo Bintang mencuit bahasan poligami di akun Twitter-nya. Istri Adrianto Djokosoetono itu mempertanyakan tujuan poligami, yang katanya mulia. Sontak postingan ini ramai dikomentari pro dan kontra netizen.

Menurut Titi Rajo Bintang, Alquran memang memperbolehkan poligami. Namun bagi perempuan 37 tahun itu, poligami juga punya banyak efek negatif. Karena berdasarkan riset terbaru, poligami juga berdampak negatif bagi anak-anak dan hal itu sangat disayangkan oleh ibu satu anak itu.

"Poligami memang dibolehkan Alquran. Dengan tujuan yang mulia. Tapi kalau ternyata riset LBH menunjukkan bahwa ternyata ini berujung pada ketidakadilan dan membuat anak-anak jadi terlantar, harus ada pengkajian ulang, tanpa mengabaikan ajaran agama tapi juga jangan jadi merendahkan manusia," tulis Titi Rajo Bintang.

Cuitan Titi Rajo Bintang [Twitter]
Cuitan Titi Rajo Bintang [Twitter]

Isu poligami belakangan memang menjadi pembicaraan setelah Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Grace Natalie yang denga tegas menolak poligami untuk kadernya.

Grace Natalie mengutip riset dari LBH APIK tentang poligami yang menyimpulkan bahwa pada umumnya, praktik poligami menyebabkan ketidakadilan: perempuan yang disakiti dan anak yang ditelantarkan.

Mengintip kritik keras dari aktivis "Aliansi Laki-laki Baru", Eko Bambang Subiantoro melalui tulisan yang diunggah ke akun pribadi Facebook pada 2017, dan dikutip Suara.com di pemberitaan ini, Eko menyesalkan bahwa fenomena poligami yang dibahasnya kala itu justru disajikan secara "positif", alih-alih mengkritik praktik tersebut.

Kala itu Eko mengkritik keras heboh media massa soal video poligami Arifin Ilham. 

Aliansi Laki-laki Baru sendiri adalah komunitas yang giat menyampanyekan agar laki-laki turut melawan budaya patriarki. Kritik Eko tampaknya masih relevan menyikapi bahasan isu poligami yang dilontarkan Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Grace Natalie , dan kembali dibahas Titi Rajo Bintang beberapa hari lalu.

"Kalau media tidak lagi sensitif terhadap sejumlah dinamika sosial apakah itu berdampak positif atau tidak bagi kemajuan masyarakat, keadilan, kesetaraan, lalu kemana lagi kita bisa berharap pada adanya perubahan?" tulis Eko dalam kritiknya.

baca juga

Ia menyayangkan, media massa arus utama di Tanah Air kerap kali mengabaikan perspektif keadilan dan kesejahteraan gender.

”Kemajuan secara teknologi luar biasa, canggih dan cepat merespons perubahan serta tega meninggalkan lansekap media konvensional. Perubahan media dari segi lansekap ini mengalami kemajuan besar, namun sangat disayangkan kemajuan itu tidak menyangkut perspektif. Canggih namun tidak pintar, tidak sensitif, egois dan tidak peduli pada keadilan sosial. Canggih secara teknologi tapi kosong secara isi,” lanjut Eko dalam tulisannya.

Ia menjelaskan, sudah banyak literatur mengenai keadilan gender, kekerasan terhadap perempuan, kekerasan seksual, dan kemiskinan perempuan yang bertebaran dan bisa diakses publik. Namun, perspektif publik yang bias gender tetap mengakar.

“Apakah tidak pernah membaca, melalukan riset, membaca literatur bahwa soal poligami ini menjadi salah satu persoalan utama bagi kemajuan perempuan dan masyarakat Indonesia umumnya. Berapa banyak perempuan mengalami kekerasan karena poligami? Berapa banyak kasus perceraian yang berujung pada pemiskinan perempuan karena poligami? Adil yang bagaimana yang bisa dilakukan karena poligami?”  kecam Eko, yang juga bergiat sebagai Chief of Research Polmark Indonesia.

Karenanya, menurut Eko, mengumbar beragam informasi maupun artikel poligami sama saja mengumbar kebodohan.

“Saya menyesalkan media justru menjadi (kepanjangan tangan) patriarki. Memujanya dengan menyanjung pelaku poligami dilingkari oleh para bidadari, permisif sebagai jalan keluar. Bagi saya menyorot poligami dalam bingkai postif, adalah kejahatan sosial media, karena mengabaikan keadilan sosial yang berdiri di depan mata,” tandasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Buntut Sikap PSI, Farhat Abbas: Seolah-olah Pak Jokowi Larang Poligami

Buntut Sikap PSI, Farhat Abbas: Seolah-olah Pak Jokowi Larang Poligami

News | Senin, 17 Desember 2018 | 20:06 WIB

Larang Poligami, Farhat Abbas Minta PSI Dicoret dari Koalisi Jokowi

Larang Poligami, Farhat Abbas Minta PSI Dicoret dari Koalisi Jokowi

News | Senin, 17 Desember 2018 | 19:29 WIB

Titi Rajo Bintang Tiba-tiba Curhat soal Poligami, Ada Apa?

Titi Rajo Bintang Tiba-tiba Curhat soal Poligami, Ada Apa?

Entertainment | Senin, 17 Desember 2018 | 10:47 WIB

Terkini

Enam Karya Gen Z Raih Penghargaan Video Terbaik di Youth Economic Summit 2026

Enam Karya Gen Z Raih Penghargaan Video Terbaik di Youth Economic Summit 2026

Bisnis | Minggu, 08 November 2026 | 01:24 WIB

Dunia Kerja yang Semakin Keras Bukan Ancaman bagi Gen Z

Dunia Kerja yang Semakin Keras Bukan Ancaman bagi Gen Z

Bisnis | Sabtu, 07 November 2026 | 23:07 WIB

PTUN Batalkan Penggolongan Tarif Air Kalibata City sebagai Rumah Susun Menengah

PTUN Batalkan Penggolongan Tarif Air Kalibata City sebagai Rumah Susun Menengah

News | Sabtu, 07 November 2026 | 22:50 WIB

PDIP Ajak Generasi Muda Teladani Semangat Perjuangan Bung Karno Lewat Soekarno Run 2026

PDIP Ajak Generasi Muda Teladani Semangat Perjuangan Bung Karno Lewat Soekarno Run 2026

News | Sabtu, 07 November 2026 | 22:50 WIB

4 Cara Mengecek E-Meterai Asli, Perhatikan Ciri-ciri yang Palsu!

4 Cara Mengecek E-Meterai Asli, Perhatikan Ciri-ciri yang Palsu!

Tekno | Sabtu, 07 November 2026 | 22:50 WIB

Menko Airlangga Klaim Kasus Sadap Presiden Bisa Berdampak ke Ekonomi Negara

Menko Airlangga Klaim Kasus Sadap Presiden Bisa Berdampak ke Ekonomi Negara

Video | Sabtu, 07 November 2026 | 22:45 WIB

Kebakaran di Hall Selatan Stasiun Gambir, KAI Pastikan Perjalanan Kereta Tak Terganggu

Kebakaran di Hall Selatan Stasiun Gambir, KAI Pastikan Perjalanan Kereta Tak Terganggu

News | Sabtu, 07 November 2026 | 22:41 WIB

Cara Membeli E-Meterai Online untuk Persiapan CPNS 2026, Jangan Sampai Kehabisan!

Cara Membeli E-Meterai Online untuk Persiapan CPNS 2026, Jangan Sampai Kehabisan!

Bisnis | Sabtu, 07 November 2026 | 22:30 WIB

Literasi Keuangan Sumbar Masih 76,6 Persen, Easycash Sasar Mahasiswa dan UMKM

Literasi Keuangan Sumbar Masih 76,6 Persen, Easycash Sasar Mahasiswa dan UMKM

Sumbar | Sabtu, 07 November 2026 | 22:15 WIB

DPP AMPI Tegaskan Soliditas, Tegak Lurus Dukung Kepemimpinan Bahlil Lahadalia di Partai Golkar

DPP AMPI Tegaskan Soliditas, Tegak Lurus Dukung Kepemimpinan Bahlil Lahadalia di Partai Golkar

Bisnis | Sabtu, 07 November 2026 | 22:07 WIB

×