Ngeri, Ini Dampak Konsumsi Makanan Cepat Saji Setiap Hari

Vania Rossa, Firsta Nodia

Jum'at, 25 Januari 2019 | 10:50 WIB
Ngeri, Ini Dampak Konsumsi Makanan Cepat Saji Setiap Hari

Suara.com - Lebih dari sepertiga orang dewasa di Amerika Serikat mengonsumsi makanan cepat saji pada hari tertentu menurut laporan 2018 dari Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit. Di Indonesia, menjamurnya gerai makanan cepat saji juga turut mendorong orang untuk mengonsumsinya lebih sering.

Selama ini, kenaikan berat badan adalah salah satu efek buruk dari konsumsi makanan cepat saji yang kerap digaungkan. Namun efek kesehatan lainnya jarang dibicarakan. Selain tinggi kalori, makanan cepat saji umumnya rendah zat gizi. Kurangnya serat dalam makanan cepat saji membuat kita tak cepat kenyang sehingga cenderung mengonsumsinya dalam jumlah berlebihan.

"Tubuh Anda sementara penuh dengan makanan tanpa nutrisi, sehingga meski Anda telah mengonsumsi banyak kalori, Anda tidak akan kenyang dalam waktu lama," ujar Amy Shapiro, ahli gizi yang berbasis di New York.

Penelitian juga telah menghubungkan konsumsi makanan cepat saji yang sangat intens dengan peningkatan risiko kanker kolorektal, lambung, dan saluran pernapasan. Sementara faktor-faktor lain seperti merokok kurang olahraga memang disebut-sebut berkontribusi untuk ini, para peneliti meyakini bahwa pola makan memainkan peranan penting.

Proses penyajian makanan cepat saji seperti digoreng dalam suhu tinggi dapat menghasilkan bahan kimia yang berpotensi menyebabkan kanker. Anda juga berisiko terpapar phthalate, kelompok bahan kimia berbahaya yang digunakan dalam kemasan, sarung tangan, kotak pembungkus makanan cepat saji.

Sementara para peneliti masih memeriksa dampak pasti phthalate terhadap kesehatan, beragam penelitian menyebutkan bahwa tingkat phthalate yang tinggi terkait dengan risiko lebih tinggi masalah kesuburan dan beberapa komplikasi kehamilan.

Tahun lalu, sebuah studi dari Inggris mengungkapkan bagaimana diet olahan, tinggi lemak atau gula menyebabkan peradangan sistemik. Dr. Camille Lassale dari University College London mengatakan bahwa pola makan seperti ini dapat memicu depresi.

"Peradangan kronis dapat memengaruhi kesehatan mental dengan mengangkut molekul pro-inflamasi ke otak. Hal itu juga dapat mempengaruhi molekul neurotransmiter yang bertanggung jawab untuk pengaturan suasana hati," kata Dr. Lassale.

Selain lemak dan gula, makanan cepat saji juga mengandung kadar natrium atau garam yang lebih tinggi. Zat ini tidak hanya digunakan untuk meningkatkan rasa makanan tetapi juga sebagai pengawet untuk membantu memperpanjang umur simpan makanan cepat saji.

baca juga

Konsumsi terlalu banyak garam, seperti yang Anda tahu, dapat meningkatkan risiko hipertensi. Beberapa orang bahkan mungkin mengalami berjerawat akibat konsumsi terlalu banyak makanan ini. Jadi masih mau makan makanan cepat saji di jam makan siang nanti?

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Koki Gedung Putih Kena Shutdown, Donald Trump Beli Ratusan Burger dan Pizza

Koki Gedung Putih Kena Shutdown, Donald Trump Beli Ratusan Burger dan Pizza

Bisnis | Rabu, 16 Januari 2019 | 07:48 WIB

Pizza Hut Tak Lagi Bisa Makan di Tempat?

Pizza Hut Tak Lagi Bisa Makan di Tempat?

Bisnis | Kamis, 06 Desember 2018 | 10:29 WIB

Makan McDonald's 30 Hari, Berat Badan Lelaki Ini Malah Turun

Makan McDonald's 30 Hari, Berat Badan Lelaki Ini Malah Turun

Lifestyle | Kamis, 15 November 2018 | 14:38 WIB

Terkini

Total 70 Negara Walk Out dari Pidato PM Israel Netanyahu di PBB

Total 70 Negara Walk Out dari Pidato PM Israel Netanyahu di PBB

News | Sabtu, 26 September 2026 | 06:57 WIB

Alasan Kemlu, Indonesia Walkout saat Benjamin Netanyahu Pidato di Sidang Umum PBB

Alasan Kemlu, Indonesia Walkout saat Benjamin Netanyahu Pidato di Sidang Umum PBB

News | Sabtu, 26 September 2026 | 06:48 WIB

Akui Timnas Indonesia Belum Maksimal Usai Kalahkan Singapura, John Herdman: Pemain Jet Lag

Akui Timnas Indonesia Belum Maksimal Usai Kalahkan Singapura, John Herdman: Pemain Jet Lag

Bola | Sabtu, 26 September 2026 | 06:40 WIB

Bechi Divonis 7 Tahun, Tapi Baru 3 Tahun Sudah Bebas: Bagaimana Bisa?

Bechi Divonis 7 Tahun, Tapi Baru 3 Tahun Sudah Bebas: Bagaimana Bisa?

News | Sabtu, 26 September 2026 | 06:31 WIB

Perawatan Ibu Hamil Tak Cuma Soal Fisik, Kesehatan Mental Juga Perlu Dijaga

Perawatan Ibu Hamil Tak Cuma Soal Fisik, Kesehatan Mental Juga Perlu Dijaga

Health | Sabtu, 26 September 2026 | 04:03 WIB

6 Perbedaan Night Cream dan Sleeping Mask, Apakah Harus Dipakai Dua-duanya?

6 Perbedaan Night Cream dan Sleeping Mask, Apakah Harus Dipakai Dua-duanya?

Lifestyle | Jum'at, 25 September 2026 | 23:39 WIB

Day Trading Bukan Sekadar Kejar Cuan, Risiko Justru Jadi Kunci

Day Trading Bukan Sekadar Kejar Cuan, Risiko Justru Jadi Kunci

Bisnis | Jum'at, 25 September 2026 | 23:30 WIB

Dituduh Huni 'Rumah Khusus' di Lapas Cibinong, Pengacara Ferdy Sambo Buka Suara

Dituduh Huni 'Rumah Khusus' di Lapas Cibinong, Pengacara Ferdy Sambo Buka Suara

Bogor | Jum'at, 25 September 2026 | 23:14 WIB

DPRD Banten Soroti Tukin Kepala Sekolah SMA dan SMK Rp14,5 Juta, Minta Dievaluasi

DPRD Banten Soroti Tukin Kepala Sekolah SMA dan SMK Rp14,5 Juta, Minta Dievaluasi

Banten | Jum'at, 25 September 2026 | 22:55 WIB

Ponaryo Astaman Prediksi FIFA ASEAN Cup 2026 Bakal Berlangsung Ketat

Ponaryo Astaman Prediksi FIFA ASEAN Cup 2026 Bakal Berlangsung Ketat

Jabar | Jum'at, 25 September 2026 | 22:35 WIB

×