Dituntut Paparazzi usai Unggah Foto Dirinya Sendiri, Ini Respon Gigi Hadid

Rima Sekarani Imamun Nissa
Dituntut Paparazzi usai Unggah Foto Dirinya Sendiri, Ini Respon Gigi Hadid
Gigi Hadid menghadiri ajang penghargaan American Music Awards 2016 di Los Angeles, Minggu ( 20/11/2016) [AFP]

Gigi Hadid punya jawaban yang cerdas.

Suara.com - Gigi Hadid menghadapi gugatan pelanggaran hak cipta karena mengunggah kurang lebih 50 foto yang tak terakreditasi di Instagram pribadinya.

Kasus ini diajukan di pengadilan federal oleh bisnis agen foto independen Xclusive. Model 23 tahun ini disebut mengunggah foto tanpa izin fotografer.

Dilansir dari People, dokumen tersebut menyatakan bahwa sekitar 1,6 juta orang mengomentari atau menyukai foto tersebut dalam kurun waktu empat hari pertama sejak Gigi Hadid mengunggahnya.

Perusahaan itu kemudian mencari ganti rugi atas pelanggaran hak cipta, serta setiap keuntungan yang diperoleh dari foto tersebut.

Gigi Hadid menghapus foto Xclusive dari halaman Instagramnya sesaat setelah membagikannya. Meski begitu, gugatan itu juga menuduh ini bukan satu-satunya contoh Gigi Hadid telah mengunggah gambar tanpa izin.

Beberapa hari setelah menghapus foto, Gigi Hadid mengunggah klarifikasi di Instagram pribadinya yang membahas fakta bahwa dia dan selebriti lain merasa seperti privasi mereka diserang oleh paparazzi yang agresif setiap kali meninggalkan rumah.

''Kemarin saya mendengar dari manajemen saya bahwa saya sedang dikejar secara hukum untuk unggahan di Instagram terakhir saya (sekarang sudah dihapus). Foto tersebut diambil oleh Paparazzi dan itu adalah diri saya yang berada di jalan menuju sebuah acara. Saya berpose dan tersenyum untuk foto itu karena saya mengerti bahwa ini merupakan bagian dari pekerjaan saya. Ini adalah situasi yang tepat untuk pers hadir dan juga bagaimana papatazzi mencari nafkah,'' tulis Gigi Hadid.

Gigi Hadid juga mengatakan bahwa dia dan banyak temannya telah mengalami kecelakaan mobil akibat ulah fotografer yang ceroboh.

Gigi Hadid. (Instagram/@gigihadid)
Gigi Hadid. (Instagram/@gigihadid)

''Kepada para paparazzi, saya mengerti bahwa ini adalah bagaimana Anda mencari nafkah, dan saya menghargai bahwa ini adalah sesuatu yang harus saya terima dengan pekerjaanku. Tapi semua ada batasnya,'' ungkap Gigi Hadid.

''Kami adalah manusia dan kadang-kadang butuh banyak keberanian untuk terlibat dengan Anda karena kebencian yang saya rasakan untuk bagian negatif dari pengalaman ini,'' lanjut dia.

Terlepas dari upaya selebriti untuk membatasi paparazzi mengambil foto mereka, itu adalah pertanyaan tentang hak konstitusional atas kebebasan berbicara.

Di Amerika Serikat, foto-foto yang diambil untuk penggunaan editorial di tempat publik, umumnya mendapatkan perlindungan konstitusional di bawah Amandemen Pertama. Jadi di ruang publik, seorang selebritas tak bisa mengharapkan privasi.

Ada beberapa pengecualian, seperti TKP polisi, toilet umum dan area aman (seperti fasilitas pemerintah), yang tidak diberikan perlindungan berdasarkan Amandemen Pertama. 

Sementara itu, negara lain membuat undang-undang yang melindungi selebriti. Salah satunya adalah Inggris yang menciptakan beberapa Undang-undang setelah Putri Diana meninggal di tahun 1997 karena kecelakaan mobil yang fatal akibat pengejaran paparazzi ceroboh. (Kintan Sekarwangi)

Komentar

Suara.Com

Suara.com adalah portal berita yang
menyajikan informasi terhangat, baik peristiwa politik, bisnis, hukum, entertainment...

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS