Array

Jarang Dilakukan, Ternyata Ini Manfaat Menjahit Bagi Kesehatan

Senin, 04 Maret 2019 | 10:47 WIB
Jarang Dilakukan, Ternyata Ini Manfaat Menjahit Bagi Kesehatan
Ilustrasi menjahit. (Shutterstock)

Suara.com - Merajut atau menjahit tampaknya merupakan kebiasaan yang kerap dilakukan perempuan di masa lampau. Namun, siapa sangka hobi yang sudah banyak ditinggalkan ini menyimpan berbagai manfaat kesehatan.

Dilansir dari laman Medical Daily, sebuah studi menemukan bahwa merajut dan menjahit dapat membantu seseorang terlepas dari stres, rasa cemas, dan depresi. Bahkan tak sedikit yang menjadikannya sebagai terapi melatih kesabaran.

Untuk mendapatkan temuan ini, studi menganalisis 3.500 orang dengan hobi merajut atau menjahit. Hasilnya sekitar 81 persen responden mengatakan mereka merasa lebih bahagia dan lebih rileks berkat kegiatan tersebut.

Para peneliti mencatat ada hubungan yang signifikan antara frekuensi kegiatan menjahit dan merajut dengan ketenangan. Bahkan perajut yang sering melakukan hobinya ini juga melaporkan fungsi kognitif yang lebih tinggi.

"Merajut memiliki manfaat psikologis dan sosial yang signifikan, yang dapat berkontribusi pada kesejahteraan dan kualitas hidup. Sebagai hobi yang membutuhkan keterampilan dan kreatifitas, merajut dan menjahit memiliki potensi terapi namun membutuhkan penelitian lebih lanjut," ujar peneliti.

Peneliti juga menemukan bahwa hobi positif bisa menjadi pengalih perhatian bagi pasien dengan penyakit kronis. Mereka yang menderita radang sendi, misalnya, mengatakan bahwa hobi yang mereka jalani dapat mengalihkan perhatian dari rasa penyakit kronis yang dialaminya.

Sebagai alat pengalih perhatian, hobi juga dapat membantu mengurangi perasaan kesepian dan keterasingan, masalah umum yang dihadapi oleh orang dewasa yang lebih tua. Perokok juga melaporkan bagaimana menjahit dan merajut membantu mereka mengendalikan kecenderungan untuk menghisap rokok.

Catherine Carey Levisay, seorang neuropsikolog klinis, mengatakan bahwa menjalani hobi menjahit dan merajut juga unik karena melibatkan berbagai area otak secara bersamaan yakni memori, fokus, pemrosesan visuospatial, pemecahan masalah, dan banyak lagi.

Dan bagaimana hal itu membuat kita merasa lebih bahagia?

Baca Juga: Suami Like Foto Selebgram Cantik, Istri Nimbrung Ngomong Begini

"Merajut, seperti kegiatan lain yang melibatkan sesuatu dari awal, memicu pelepasan dopamin oleh otak. Ini adalah neurotransmitter yang bersifat anti-depresi alami bagi kita," ujar Levisay.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA Kelas 12 SMA Soal Matematika dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Inggris Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Beneran Orang Solo Apa Bukan?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pemula atau Suhu, Seberapa Tahu Kamu soal Skincare?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: Soal Matematika Kelas 6 SD dengan Jawaban dan Pembahasan Lengkap
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kamu Soal Transfer Mauro Zijlstra ke Persija Jakarta? Yuk Uji Pengetahuanmu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Fun Fact Nicholas Mjosund, Satu-satunya Pemain Abroad Timnas Indonesia U-17 vs China
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 10 Soal Matematika Materi Aljabar Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan John Herdman? Pelatih Baru Timnas Indonesia
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Otak Kanan vs Otak Kiri, Kamu Tim Kreatif atau Logis?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Apakah Kamu Terjebak 'Mental Miskin'?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI