Wisata Lombok dan Tanjung Lesung Lesu, Ini Tanggapan Arief Yahya

Ade Indra Kusuma, Risna Halidi

Senin, 04 Maret 2019 | 15:57 WIB
Wisata Lombok dan Tanjung Lesung Lesu, Ini Tanggapan Arief Yahya
Arief Yahya Menanggapi lesunya wisata Lombok dan Pangandaran

Suara.com - Wisata Lombok dan Tanjung Lesung Lesu, Ini Tanggapan Arief Yahya.

Menteri Pariwisata, Arief Yahya, menanggapi pertanyaan mengenai lesunya pariwisata di kawasan Lombok dan Tanjung Lesung, Banten akibat bencana alam.

Salah seorang pelaku pariwisata mengatakan bahwa okupansi hotel dan penginapan seperti di kawasan Tanjung Lesung sangat rendah, bahkan di bawah 10 persen.

"Apa yang paling membuat wisatawan drop? Hipotesis saya adalah status yang membuatnya drop," kata Arief Yahya saat ditemui di SKYE Bar & Restaurant, Menara BCA Lt. 56, Jakarta, Senin (4/3/2019).

Sebagai pengingat, Pulau Lombok diguncang gempa bumi pada 29 Juli 2018 lalu, sementara Tanjung Lesung serta wilayah pesisir Banten lainnya dihantam tsunami pada 22 Desember 2018 akibat letusan Anak Krakatau di Selat Sunda.

Status Siaga yang ditetapkan di sekitar area Selat Sunda, dianggap dapat membuat wisatawan enggan mengunjungi wilayah tersebut.

Arief juga bercerita mengenai pengalamannya saat Bali mendapat status Bahaya selama tiga bulan akibat ancaman letusan Gunung Agung pada 2017 lalu.

Saat itu, Arief mengatakan ada sekitar 1 juta pembatalan wisatawan mancanegara masuk ke Pulau Dewata. "Akibatnya orang dari seluruh negara dan minimal ada 14 negara mengeluarkan travel advisory (anjuran perjalanan)."

Salah satu negara yang paling manut terhadap anjuran perjalanan adalah masyarakat China. Karena itu, Arief harus memanggil Konsulat Jenderal China yang ada di Bali untuk menghadap ke kantornya.

baca juga

"Saat itu, tidak satupun inisiatif China untuk mencabut rekomendasi. Jawabannya apa ? Bagaimana kami tidak mencanbut rekomendasi kalau pemerintahan Anda (Indonesia) menyatakan Bali dalam kondisi bahaya. Saya di skak mat di ruangan Saya sendiri," kata Arief lagi.

Karenanya, Arief berjanji untuk selalu datang ke area terdampak tsunami Selat Sunda setiap bulan untuk memantau perkembangan pariwisata di sana. 

Sementara untuk kasus pariwisata Lombok, Arief mengungkit tentang adanya bencana kedua bagi pariwisata. Ia mengataka kenaikan harga tiket penerbangan yang terjadi saat ini adalah sebuah 'bencana baru'.

"Lombok sudah recover sebelum harga tiket (pesawat) naik, rata-rata okupansi sudah 40 sampai 50 persen. Tapi datang bencana baru di mana rata-rata tiket (pesawat) naik 40 persen, sehingga turun lagi okupansi menjadi 30 bahkan di bawah 30 persen."

Kata Arief, kenaikan harga tiket yang mendadak dan sangat tinggi dapat  "mengguncang industri pariwisata".

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Citilink Tunda Bagasi Berbayar, Menpar Sedikit Bernafas Lega

Citilink Tunda Bagasi Berbayar, Menpar Sedikit Bernafas Lega

Bisnis | Jum'at, 01 Februari 2019 | 05:38 WIB

Menpar Gembira Maskapai Tunda Penerapan Bagasi Berbayar

Menpar Gembira Maskapai Tunda Penerapan Bagasi Berbayar

Lifestyle | Jum'at, 01 Februari 2019 | 05:05 WIB

Liburan ke Raja Ampat, Sri Mulyani : Semua Beban Pikiran Terasa Hanyut

Liburan ke Raja Ampat, Sri Mulyani : Semua Beban Pikiran Terasa Hanyut

Lifestyle | Selasa, 22 Januari 2019 | 15:05 WIB

Terkini

20,84 Juta Warga Terjangkau CKG, Pemprov Jateng Perkuat Layanan Lewat Program Speling

20,84 Juta Warga Terjangkau CKG, Pemprov Jateng Perkuat Layanan Lewat Program Speling

News | Sabtu, 07 November 2026 | 10:35 WIB

Anak dengan Down Syndrome dan Keluarga Ikuti Jalan Bersama, Serukan Pentingnya Lingkungan Inklusif

Anak dengan Down Syndrome dan Keluarga Ikuti Jalan Bersama, Serukan Pentingnya Lingkungan Inklusif

Health | Sabtu, 07 November 2026 | 10:35 WIB

Ditangkap, Bos Agen Travel Raup Keuntungan Rp350 Juta per Calon Jamaah Haji

Ditangkap, Bos Agen Travel Raup Keuntungan Rp350 Juta per Calon Jamaah Haji

Bali | Sabtu, 07 November 2026 | 10:32 WIB

Instansi Apa Saja yang Buka CPNS 2026? Ini Pernyataan Terbaru Pemerintah

Instansi Apa Saja yang Buka CPNS 2026? Ini Pernyataan Terbaru Pemerintah

News | Sabtu, 07 November 2026 | 10:31 WIB

Mundur ke Era 1950-an, Netflix Garap Prekuel Stranger Things: Other Worlds

Mundur ke Era 1950-an, Netflix Garap Prekuel Stranger Things: Other Worlds

Your Say | Sabtu, 07 November 2026 | 10:30 WIB

Tewaskan Tiga Prajurit, TNI AD Berupaya Evakuasi Black Box Heli MI-17 yang Jatuh di Kalteng

Tewaskan Tiga Prajurit, TNI AD Berupaya Evakuasi Black Box Heli MI-17 yang Jatuh di Kalteng

News | Sabtu, 07 November 2026 | 10:29 WIB

PB HMI Desak Pembentukan UU Anti-Spionase Usai Muncul Kasus Dugaan Penyadapan Presiden

PB HMI Desak Pembentukan UU Anti-Spionase Usai Muncul Kasus Dugaan Penyadapan Presiden

News | Sabtu, 07 November 2026 | 10:29 WIB

Rupiah Loyo, Industri Petrokimia Diversifikasi Bahan Baku dan Kurangi Impor

Rupiah Loyo, Industri Petrokimia Diversifikasi Bahan Baku dan Kurangi Impor

Bisnis | Sabtu, 07 November 2026 | 10:15 WIB

Moisturizer Sudah Mengandung SPF, Perlukah Apply Sunscreen Lagi? Ini Penjelasannya

Moisturizer Sudah Mengandung SPF, Perlukah Apply Sunscreen Lagi? Ini Penjelasannya

Lifestyle | Sabtu, 07 November 2026 | 10:15 WIB

Ahmad Doli Kurnia Diseret dalam Isu Munaslub Golkar 29 November, Tegaskan Tak Tahu Menahu

Ahmad Doli Kurnia Diseret dalam Isu Munaslub Golkar 29 November, Tegaskan Tak Tahu Menahu

News | Sabtu, 07 November 2026 | 10:03 WIB

×