Revolusi Industri 4.0, PUPR Integrasikan Sistem Perumahan Basis Online

Fabiola Febrinastri
Revolusi Industri 4.0, PUPR Integrasikan Sistem Perumahan Basis Online
PUPR 4.0 Expo, di Ruang Serba Guna Gedung Utama, KemenPUPR, Jakarta, Senin (4/3/2019). (Dok: PUPR)

Sistem berbasis online ini diharapkan dapat menarik minat para generasi milenial.

Suara.com - Untuk mendukung era Revoluasi Industri 4.0 di sektor penyediaan perumahan, khususnya bagi  Program Satu Juta Rumah bagi seluruh masyarakat Indonesia, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Direktorat Jenderal Penyediaan Perumahan telah merancang integrasi sistem perumahan berbasis online

Hal ini dikemukakan Direktur Jenderal Penyediaan Perumahan Kementerian (KemenPUPR), Khalawi Abdul Hamid.

“Kementerian PUPR, khususnya Direktorat Jenderal Penyediaan Perumahan siap memasuki era revolusi industri 4.0. Kami telah merancang sistem terintegrasi berbasis online untuk implementasi strategi perumahan di Indonesia,” ujarnya, saat membuka kegiatan PUPR 4.0 Expo, di Ruang Serba Guna Gedung Utama, KemenPUPR, Jakarta, Senin (4/3/2019).

Direktur Jenderal Penyediaan Perumahan Kementerian (KemenPUPR), Khalawi Abdul Hamid, saat membuka PUPR 4.0 Expo, di Ruang Serba Guna Gedung Utama, KemenPUPR, Jakarta, Senin (4/3/2019). (Dok: PUPR)
Direktur Jenderal Penyediaan Perumahan Kementerian (KemenPUPR), Khalawi Abdul Hamid, saat membuka PUPR 4.0 Expo, di Ruang Serba Guna Gedung Utama, KemenPUPR, Jakarta, Senin (4/3/2019). (Dok: PUPR)

Menurutnya, sistem terintegasi ini merupakan langkah kolaboratif yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan bidang perumahan, yaitu institusi pemerintahan, asosiasi, pelaku industri perumahan hingga unsur akademisi. Sistem berbasis online ini diharapkan dapat menarik minat para generasi milenial untuk mengakses berbagai program dan kebijakan pemerintah, khususnya Program Satu Juta Rumah.

Adapun salah satu upaya pembinaan penyelenggaraan perumahan dan kawasan permukiman adalah melalui Pengembangan Sistem Layanan Informasi dan Komunikasi. Hal ini sesuai dengan yang diamanatkan PP No.88 tahun 2014 tentang Pembinaan Penyelenggaraan Perumahan dan Kawasan Permukiman.

“Lonjakan informasi dan komunikasi di era milenial saat ini sangat cepat. Inilah yang dibutuhkan para generasi milenial. Mereka bisa mengakses informasi dari mana saja melalui media online, sehingga kami harus mempersiapkan hal ini dengan baik,” katanya.

Menurut data, beberapa sistem layanan informasi dan komunikasi yang dimiliki Ditjen Penyediaan Perumahan antara lain, Sienabler. Sistem informasi online Sienabler yang berlaku di KemenPUPR  adalah TNDE, EHRM, e-LHKPN, dan e-Presensi.  Selain itu, Direktorat Jenderal Penyediaan Perumahan juga telah menerapkan Sistem Layanan Informasi dan Komunikasi lainnya, berupa e-BMN, Siprokum, e-Perjadin, dan Pinjam Ruang Rapat.

Sistem kedua adalah Sibaru, yakni Sistem informasi penjaringan usulan program bantuan perumahan berbasis online. Ketiga, Sirusun, yakni istem pengumpulan, pengolahan, dan penyajian data berbasis online proses bantuan pembangunan rumah susun.

Sistem keempat, Siprus yakni Sistem informasi penyelenggaraan program rumah khusus, mulai dari perencanaan, pelaksanaan, pemanfaatan, serah terima hingga monev secara online.  Kelima adalah E-RTLH, yakni Sistem informasi pengelola data RTLH berbasis online dalam upaya penanganan rumah swadaya.

Sistem keenam adalah PSU Online, yakni sistem informasi pengajuan usulan bantuan PSU Perumahan secara elektronik dan dapat diakses secara online.

“Jika ada usulan dari pengembang ataupun pemda untuk program perumahan, bisa melalui sistem online, tidak perlu banyak kertas dan proposal. Dengan handphone saja, masyarakat bisa mengakses syarat untuk mendapatkan bantuan dari pemerintah,” terangnya.

Keseluruhan sistem layanan informasi dan komunikasi tersebut merupakan rangkaian upaya yang dilakukan oleh Direktorat Jenderal Penyediaan Perumahan KemenPUPR, yang bertujuan untuk meningkatkan efektifitas dan efisiensi penyelenggaraan bantuan penyediaan perumahan bagi seluruh masyarakat.

Khalawi berharap, melalui PUPR 4.0 Expo ini, Ditjen Penyediaan Perumahan dapat memberikan tambahan informasi yang bermanfaat bagi seluruh stakeholders bidang perumahan dalam menggunakan sistem layanan informasi dan komunikasi yang telah tersedia.

PUPR 4.0 Expo, di Ruang Serba Guna Gedung Utama, KemenPUPR, Jakarta, Senin (4/3/2019). (Dok: PUPR)
PUPR 4.0 Expo, di Ruang Serba Guna Gedung Utama, KemenPUPR, Jakarta, Senin (4/3/2019). (Dok: PUPR)

“Kami akan terus berupaya melakukan penyempurnaan terhadap aplikasi Sistem Layanan Informasi dan Komunikasi tersebut, guna mewujudkan terselenggaranya penyediaan perumahan yang tertib, terarah, adil, akuntabel, efisien, efektif, dan optimal. Semoga acara ini dapat memberikan kontribusi dalam pembangunan perumahan layak huni, berkualitas, terjangkau, dan berkelanjutan,” harapnya.

Pameran kali ini diikuti unit organisasi di KemenPUPR yang menangani masalah perumahan, yakni Ditjen Penyediaan Perumahan, Ditjen Pembiayaan Infrastruktur PUPR dan Pusat Pengelolaan Dana Pembiayaan Perumahan (PPDPP). PUPR 4.0 Expo bidang perumahan ini dilaksanakan selama satu pekan, Senin (4/3/2019)-Jumat (8/3/2019).

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS