alexametrics

Jangan Asal Ambil Keputusan Menikah, Kalau Hal Ini Ada di Kamu dan Pasangan

Silfa Humairah Utami
Jangan Asal Ambil Keputusan Menikah, Kalau Hal Ini Ada di Kamu dan Pasangan
Ilustrasi pasangan belum siap menikah. (Shutterstock)

Apa tanda kalangan pasangan belum siap menikah?

Suara.com - Jangan Asal Ambil Keputusan Menikah, Kalau Hal Ini Ada di Kamu dan Pasangan.

Sudah ditanya kapan nikah, bukan jadi alasan kamu harus buru-buru ambil keputusan. Mantapkan hati dulu.

Ada yang sudah berpacaran lama, namun belum juga ada rencana untuk menikah. Di lain sisi, ada pula pasangan yang baru bertemu dan menjalin kasih, tapi sudah mantap untuk melangsungkan pernikahan. Setiap orang berbeda proses mendapatkan kemantapan untuk menikah.

Ada waktu yang tepat untuk mengajak pasangan menikah, dan ada tanda pula kalau kamu belum siap menikah dengan pasangan, ini tandanya Anda belum siap dilansir Hello Sehat

Baca Juga: 'Salah tapi Ngeyel', Kala Warganet Ini Gagal Fokus Baca Kicauan Jokowi

Sering salah paham dengan pasangan

Pacaran biasanya menjadi proses awal untuk mengenal pasangan lebih dalam. Seiring berjalannya waktu, Anda akan mulai mengenal karakter satu sama lain lebih jauh.

Dalam proses inilah biasanya seseorang mulai bisa menentukan apakah pasangannya merupakan orang yang tepat untuk dijadikan teman hidup di masa depan atau justru sebaliknya.

Menurut Kelly Campbell, Ph D, seorang asisten dosen psikologi di California State University, San Bernardino, biasanya pasangan yang jatuh cinta akan mulai memikirkan keseriusan hubungan dalam rentang waktu delapan bulan hingga dua tahun.

Namun, memang tak menutup kemungkinan bahwa keyakinan untuk menikah muncul lebih cepat dari rentang waktu yang disebutkan oleh Campbell.

Baca Juga: Libatkan Anak Saat Kampanye Bawaslu: Kedua Paslon Lakukan Pelanggaran

Oleh karena itu, lamanya waktu pacaran sebenarnya tidak begitu berpengaruh. Justru, pertimbangan yang paling penting sebelum mengajak pasangan menikah adalah seberapa kenal Anda dengannya dan sudah tidak banyak salah paham lagi.

Komentar