Lawan Perubahan Iklim, Pasangan Ini Sulap Desa Pesisir Jadi Hutan Mangrove

Silfa Humairah Utami

Selasa, 26 Maret 2019 | 14:00 WIB
Lawan Perubahan Iklim, Pasangan Ini Sulap Desa Pesisir Jadi Hutan Mangrove
Pemandangan Pohon Mangrove sekitar bibir pantai Kampung Nipah. (Suara.com/Silfa Humairah)

Suara.com - Lawan Perubahan Iklim, Pasangan Ini Sulap Desa Pesisir Jadi Ladang Mangrove.

Sulitnya bukan kepalang. Proses untuk mengedukasi masyarakat, menyakinkan dan mengajak warga sekitar untuk mengaplikasikan tindakan mencegah perubahan iklim butuh waktu yang panjang. Ya sembilan tahun.

Bertahun-tahun ide itu harus terkungkung, menerima penolakan, keraguan, terhalang dukungan sumber manusianya sendiri.

Namun kini pasangan Sutrisno dan Jumiati, bersama komunitas yang mereka bentuk yakni Kelompok Muara Tanjung berhasil menyulap Kampoeng Nipah di desa Muara Maimbai, Serdang Bedagai, Sumatera Utara, yang tandus menjadi lokasi ekowisata mangrove terpadu berbasis masyarakat pertama di Indonesia. 

Menyadari pentingnya melindungi garis pantai dari abrasi atau pengikisan, serta meredam gelombang besar termasuk tsunami dan perubahan iklim. Kini perkampungan pesisir ini memiliki ladang Mangrove seluas 5 hektare. Hal ini pun didukung oleh pemerintahan daerah yang turut menyosialisasikan penanaman pohon di sekitar pantai Serdang Bedagai.

Pemandangan Pohon Mangrove sekitar bibir pantai Kampung Nipah. (Suara.com/Silfa Humairah)
Pemandangan Pohon Mangrove sekitar bibir pantai Kampung Nipah. (Suara.com/Silfa Humairah)

Jumiati, pengelola wisata mangrove, menuturkan menawarkan solusi pohon mangrove untuk penghijauan, pengasrian dan penghindaran erosi di sekitar pantai sejak 2005, tapi baru terealisasi di 2014.

"Akar tongkat pohon mangrove memberi zat makanan dan menjadi daerah nursery bagi hewan ikan dan invertebrata yang hidup di sekitarnya. Ikan dan udang yang ditangkap di laut dan di daerah terumbu karang sebelum dewasa memerlukan perlindungan dari predator dan suplai nutrisi yang cukup di daerah mangrove ini," katanya.

Sutrisno, penggagas hutan mangrove ini juga menuturkan hutan mangrove berperan dalam pembentukan pulau dan menstabilkan daerah pesisir, kini sudah ada ratusan ribu pohon mangrove di area desa Muara Maimbai.

Pasangan suami istri ini pernah mendapat penghargaan di tingkat nasional dan internasional. Seperti Juara Nasional Adhi Bakti Bina Bahari, penghargaan dari organisasi nirlaba Inggris, Oxfam sebagai pahlawan pangan (Food Heroes Oxfam) Indonesia tahun 2013, serta pada awal Desember 2013, Jumiati juga terpilih sebagai salah satu tokoh perempuan inspiratif penerima award Tupperware She Can, atas upayanya dalam penguatan ekonomi dan pemberdayaan perempuan di desanya.

baca juga

Kini pemandangan pohon mangrove berlimpah di bibir pantai. Pemandangan tersebut membuat mata takjub, karena selain tampak asri dan hijau, pantai juga menjadi teduh dan dingin.

Ada kelas edukasi bagi pengunjung yang akan dibawa keliling dan diperkenalkan segala jenis pohon mangrove dan manfaatnya.

Selain itu, ada oleh-oleh kreasi penduduk sekitar yakni kerupuk dengan rasa daun jeruju dari jenis pohon mangrove. Pohon mangrove kini menjadi sumber mata pencaharian penduduk sekitar. 

Proses pembuatan kerupuk dari daun pohon mangrove. (Suara.com/Silfa Humairah)
Proses pembuatan kerupuk dari daun pohon mangrove. (Suara.com/Silfa Humairah)

Setiap hari, secara bergantian warga akan mengerjakan proses pembuatan kerupuk Mangrove. Mereka mengolah mangrove menjadi panganan bergizi, murah dan terjamin mutunya. Di tangan istri-istri nelayan ini, tanaman bakau diolah menjadi kerupuk gurih, tidak beraroma pekat dan tahan lama.

Jumiati, sebagai Ketua Kelompok Muara Tanjung, menuturkan mereka membuat produk tanpa zat pengawet dan pewarna sehingga baik untuk dikonsumsi dan tidak menghilangkan manfaat dari daun itu sendiri.

"Kerupuk ini baik bagi penderita asma karena Mangrove punya kandungan yang bisa mengobati penyakit itu, bagus juga untuk penderita rematik. Selain kerupuk ada juga sirup, selai, dan dodol mangrove," ucapnya.

Surini, warga sekitar, menuturkan melihat banyak perubahan dan kemajuan di desa pesisirnya. Warga sekitar memiliki mata pencaharian dan lingkungan sekitar kini sangat asri karena adanya hutan mangrove. 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Fenomena Langka! Sebuah Pohon Tua di Estonia Semburkan Air Terjun

Fenomena Langka! Sebuah Pohon Tua di Estonia Semburkan Air Terjun

Lifestyle | Sabtu, 16 Maret 2019 | 20:15 WIB

Siapa Greta Thunberg, Remaja 16 Tahun yang Diusulkan Raih Nobel Perdamaian?

Siapa Greta Thunberg, Remaja 16 Tahun yang Diusulkan Raih Nobel Perdamaian?

News | Jum'at, 15 Maret 2019 | 06:40 WIB

Karena Perubahan Iklim, Mamalia Imut Ini Resmi Punah pada 2019

Karena Perubahan Iklim, Mamalia Imut Ini Resmi Punah pada 2019

Tekno | Kamis, 21 Februari 2019 | 13:43 WIB

Terkini

Udara Palembang Tidak Sehat Hari Ini, PM2,5 114 Diduga Dipengaruhi Karhutla

Udara Palembang Tidak Sehat Hari Ini, PM2,5 114 Diduga Dipengaruhi Karhutla

Sumsel | Rabu, 12 Agustus 2026 | 15:10 WIB

Contoh Teks Sambutan Ketua RT Malam Tirakatan 17 Agustus yang Singkat, dan Penuh Makna

Contoh Teks Sambutan Ketua RT Malam Tirakatan 17 Agustus yang Singkat, dan Penuh Makna

Lifestyle | Rabu, 12 Agustus 2026 | 15:08 WIB

Perdana di Langit Jakarta, Rafale Terbang Rendah di Istana Jelang HUT RI ke-81

Perdana di Langit Jakarta, Rafale Terbang Rendah di Istana Jelang HUT RI ke-81

News | Rabu, 12 Agustus 2026 | 15:01 WIB

Insiden Hafalan Al-Quran Berhadiah Miras, Aksi Boikot Produk OT Group Menggema, Apa Saja Produknya?

Insiden Hafalan Al-Quran Berhadiah Miras, Aksi Boikot Produk OT Group Menggema, Apa Saja Produknya?

Bisnis | Rabu, 12 Agustus 2026 | 15:00 WIB

Gen Z dan Era AI: Merdeka Berkreasi atau Makin Bergantung pada Teknologi?

Gen Z dan Era AI: Merdeka Berkreasi atau Makin Bergantung pada Teknologi?

Your Say | Rabu, 12 Agustus 2026 | 15:00 WIB

Review Jujur 3 Serum Vitamin C Terbaik, Dari Harga Pelajar hingga Pilihan Tasya Farasya!

Review Jujur 3 Serum Vitamin C Terbaik, Dari Harga Pelajar hingga Pilihan Tasya Farasya!

Lifestyle | Rabu, 12 Agustus 2026 | 14:59 WIB

Modus 'Selipkan di Celana', Dua Pencuri Raket Padel di Padel Avenue Diburu Polisi

Modus 'Selipkan di Celana', Dua Pencuri Raket Padel di Padel Avenue Diburu Polisi

News | Rabu, 12 Agustus 2026 | 14:59 WIB

Polda Aceh Pecat Polisi Edarkan 142 Vape Getar di Bireuen

Polda Aceh Pecat Polisi Edarkan 142 Vape Getar di Bireuen

Sumut | Rabu, 12 Agustus 2026 | 14:57 WIB

5 Shade Wardah Colorfit Last All Day Lip Paint untuk Kulit Sawo Matang, Tahan Lama dan Bibir Segar

5 Shade Wardah Colorfit Last All Day Lip Paint untuk Kulit Sawo Matang, Tahan Lama dan Bibir Segar

Lifestyle | Rabu, 12 Agustus 2026 | 14:53 WIB

Spill Jam Tangan-Tas Branded Anggota DPRD Riau dan Istri, Nilainya Ratusan Juta

Spill Jam Tangan-Tas Branded Anggota DPRD Riau dan Istri, Nilainya Ratusan Juta

Riau | Rabu, 12 Agustus 2026 | 14:52 WIB

×