Jangan Malas Bersih-Bersih, Debu di Rumah Bisa Picu Obesitas

Vania Rossa

Rabu, 27 Maret 2019 | 13:14 WIB
Jangan Malas Bersih-Bersih, Debu di Rumah Bisa Picu Obesitas
Ilustrasi kegiatan bersih-bersih. (Shutterstock)

Suara.com - Jika Anda selama ini termasuk orang yang jarang membersihkan rumah, sekarang bertambah satu alasan untuk mulai rajin beberes dan bersih-bersih rumah. Hasil penelitian terbaru mengungkap bahwa debu di rumah mungkin mengandung banyak bahan kimia yang dapat mempercepat perkembangan sel-sel lemak, yang berkontribusi pada obesitas.

Dilansir dari Medical News Today, dalam beberapa tahun terakhir, para peneliti telah menemukan efek bahan kimia yang dapat mengganggu fungsi sistem endokrin. Misalnya plastik, mengandung ftalat yang merupakan zat kimia penganggu endokrin.

Para peneliti pun memeringatkan bahwa bahan kimia ini merupakan ancaman bagi kesehatan, karena penelitian telah mengaitkannya dengan masalah kesuburan, penyakit hati, kanker, dan obesitas pada anak-anak.

Sebuah studi yang dipimpin oleh Christopher Kassotis, Ph.D., dari Duke University's Nicholas School of the Environment di Durham, telah menemukan bukti yang menunjukkan bahwa debu rumah tangga dapat mendorong perkembangan sel-sel lemak.

Kassotis mempresentasikan hasil temuannya ini di pertemuan tahunan Endocrine Society yang diadakan di New Orleans, Los Angeles.

"Ini adalah penelitian pertama yang menyelidiki hubungan antara paparan bahan kimia yang ada di dalam ruangan dan kesehatan metabolisme anak-anak yang tinggal di dalam rumah," kata Kassotis.

Dalam percobaan terhadap hewan, Kassotis dan tim peneliti menemukan ada hubungan antara paparan bahan kimia yang mengganggu kerja endokrin dan terganggunya regulasi lemak.

Bukti ini kemudian dihubungkan dengan hasil penelitian lain, yang menunjukkan bahwa mekanisme tersebut juga berlaku pada manusia.

Kassotis dan timnya mengumpulkan sampel debu rumah tangga dari 194 rumah di pusat North Carolina, dengan tujuan memelajari pengaruh komponen kimia pada debu terhadap kesehatan metabolisme manusia.

baca juga

Bahan kimia dari sampel debu tersebut diekstrak, kemudian diuji efeknya secara in vitro untuk dicari tahu apakah campuran bahan kimia tersebut akan mendorong perkembangan sel-sel lemak.

Para peneliti melaporkan bahwa bahkan dalam konsentrasi yang sangat rendah, bahan kimia yang ada di dalam sampel debu memang mendorong pertumbuhan sel-sel lemak.

Penemuan ini tentu sangat memprihatinkan, karena menurut perkiraan dari Environmental Protection Agency, anak-anak kemungkinan besar menelan antara 60 dan 100 miligram debu dan kotoran per hari.

Kami menemukan bahwa dua pertiga dari ekstrak debu mampu meningkatkan pengembangan sel lemak," kata Kassotis.

Secara total, para peneliti mengidentifikasi keberadaan lebih dari 100 bahan kimia yang berbeda dalam sampel debu rumah tangga, dan sekitar 70 zat ini menunjukkan peran dalam pertumbuhan sel-sel lemak.

Jadi, untuk menghindari obesitas, mulai sekarang jangan malas bersih-bersih rumah, ya!

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Hati-hati Mengonsumsi Jamu Berbahan Kimia!

Hati-hati Mengonsumsi Jamu Berbahan Kimia!

Health | Minggu, 24 Maret 2019 | 13:40 WIB

Bedah Bariatrik, Penanganan Khusus untuk Kasus Obesitas Ekstrem

Bedah Bariatrik, Penanganan Khusus untuk Kasus Obesitas Ekstrem

Health | Kamis, 14 Maret 2019 | 16:09 WIB

Makan Banyak Tapi Nggak Kenyang-Kenyang, Mungkin Ini Alasannya!

Makan Banyak Tapi Nggak Kenyang-Kenyang, Mungkin Ini Alasannya!

Health | Kamis, 14 Maret 2019 | 14:46 WIB

Terkini

A Stone Sat Still, Buku Anak yang Mengajarkan Empati Lewat Sebuah Batu

A Stone Sat Still, Buku Anak yang Mengajarkan Empati Lewat Sebuah Batu

Your Say | Rabu, 05 Agustus 2026 | 10:30 WIB

Indonesia Kecam Serangan Israel ke Gaza yang Ancam Gencatan Senjata

Indonesia Kecam Serangan Israel ke Gaza yang Ancam Gencatan Senjata

News | Rabu, 05 Agustus 2026 | 10:28 WIB

Kubu Febrie Ajukan Praperadilan, Klaim untuk Menjernihkan Proses Hukum

Kubu Febrie Ajukan Praperadilan, Klaim untuk Menjernihkan Proses Hukum

News | Rabu, 05 Agustus 2026 | 10:25 WIB

Ciri-Ciri Orang yang Memiliki Weton Tulang Wangi, Kenali Sifat dan Aura Menurut Kepercayaan Jawa

Ciri-Ciri Orang yang Memiliki Weton Tulang Wangi, Kenali Sifat dan Aura Menurut Kepercayaan Jawa

Lifestyle | Rabu, 05 Agustus 2026 | 10:25 WIB

Link Daftar Upacara 17 Agustus Istana Merdeka 2026 Tak Bisa Diakses? Ini Solusinya

Link Daftar Upacara 17 Agustus Istana Merdeka 2026 Tak Bisa Diakses? Ini Solusinya

News | Rabu, 05 Agustus 2026 | 10:24 WIB

Pria Bersenjata Senapan Serbu Teror Area Klub Golf Donald Trump di California

Pria Bersenjata Senapan Serbu Teror Area Klub Golf Donald Trump di California

News | Rabu, 05 Agustus 2026 | 10:17 WIB

Head to Head Ter Stegen vs Maarten Paes: Siapa Lebih Layak Jadi Kiper Nomor 1 Ajax?

Head to Head Ter Stegen vs Maarten Paes: Siapa Lebih Layak Jadi Kiper Nomor 1 Ajax?

Bola | Rabu, 05 Agustus 2026 | 10:16 WIB

Purbaya Janji Tambah Dana SAL ke Bank Jika Rp 400 Triliun Masih Kurang

Purbaya Janji Tambah Dana SAL ke Bank Jika Rp 400 Triliun Masih Kurang

Bisnis | Rabu, 05 Agustus 2026 | 10:16 WIB

Dari Desa Wisata Menuju Lestari, Cara Kemiren Belajar Mencintai Lingkungan

Dari Desa Wisata Menuju Lestari, Cara Kemiren Belajar Mencintai Lingkungan

Your Say | Rabu, 05 Agustus 2026 | 10:11 WIB

5 Sepatu Lari Kiprun Terbaik: Nyaman Dipakai Jogging, Tempo Run hingga Maraton

5 Sepatu Lari Kiprun Terbaik: Nyaman Dipakai Jogging, Tempo Run hingga Maraton

Lifestyle | Rabu, 05 Agustus 2026 | 10:10 WIB

×