Hobi Makan Durian, Yuk Gabung di Komunitas Maniak Durian

Vania Rossa | Firsta Nodia | Suara.com

Sabtu, 13 April 2019 | 09:21 WIB
Hobi Makan Durian, Yuk Gabung di Komunitas Maniak Durian
Komunitas Maniak Durian. (Dok. Komunitas Maniak Durian)

Suara.com - Si Raja Buah, durian, memiliki banyak penggemar. Bahkan tak sedikit yang menggilainya hingga membentuk sebuah komunitas yang dinamakan Komunitas Maniak Durian.

Komunitas Maniak Durian dibentuk oleh Puji Purnama, food stylist yang lahir di Palembang, di mana durian bisa bisa rutin dipanen dengan melimpah ruah. Bahkan, di sana, durian bisa dengan mudah didapat di hutan liar, sehingga lebih mudah untuk menikmatinya. Jika dijual pun harga durian di sana tak terlampau mahal, bahkan Puji mengaku bisa membelinya hingga sebecak jika sedang musim durian.

Namun, sejak memutuskan mengadu nasib ke Ibukota, durian terasa pahit di mulut Puji. Alasannya karena harganya yang mahal sehingga tak semudah dulu untuk menikmatinya.

Alhasil, saking cintanya dengan durian, Puji pun memutuskan untuk mendirikan Komunitas Maniak Durian di Grup Facebook kira-kira 10 tahun lalu. Di sini, ia merasa bertemu keluarga kedua yang sama-sama memiliki ketertarikan terhadap durian dan olahannya.

Komunitas Maniak Durian. (Dok. Komunitas Maniak Durian)
Komunitas Maniak Durian. (Dok. Komunitas Maniak Durian)

"Grup komunitas durian ini ada untuk mengumpulkan orang yang suka durian. Dari orang rumahan, dokter peneliti, pengusaha, semuanya ada. Dengan durian semua bisa melebur dalam satu hobi komunitas," ujar Puji pada Suara.com beberapa waktu lalu.

Sejak berdiri hingga sekarang, Komunitas Maniak Durian sudah memiliki sekitar 17 ribu anggota di Grup Facebook. Di grup tertutup ini, anggotanya bisa membagi cerita mengenai durian unik yang ia konsumsi, bahkan berbagi cara menanam durian dengan berbagai metode. Tak cuma dari berbagai daerah di Indonesia, Puji mengaku anggota komunitas ini juga ada yang berasal dari negeri jiran, Malaysia.

Komunitas Maniak Durian. (Dok. Komunitas Maniak Durian)
Komunitas Maniak Durian. (Dok. Komunitas Maniak Durian)

"Anggota kita tersebar di berbagai kota di Indonesia, sampai mancanegara. Kita sering adakan kopdar makan duren bareng. Ada duren enak di daerah, kita datang. Termasuk kemarin teman-teman saya dapat duren di Palu, namanya duren pelangi, kita ke sana. Kalau di Penang lagi musim kita kesana," imbuh Puji.

Bahkan, saking cintanya dengan durian, Puji tak hanya menikmati daging lembut si buah berduri ini, tapi coba membudidayakannya. Meski demikian, ia tak mau disebut petani durian, karena kebun durian yang dimilikinya masih dalam skala kecil.

Menurut Puji, Indonesia kaya akan jenis durian. Sayangnya, perhatian pemerintah terhadap si Raja Buah ini masih rendah. Itu sebabnya, Indonesia tak memiliki tipe durian khas, berbeda dengan negara Malaysia yang terkenal dengan durian Musang King dan Thailand yang terkenal dengan durian Monthongnya.

Komunitas Maniak Durian. (Dok. Komunitas Maniak Durian)
Komunitas Maniak Durian. (Dok. Komunitas Maniak Durian)

"Intinya bikin komunitas ini karena Indonesia punya banyak duren lokal. Tapi jarang duren diangkat sebagai daya tarik, bener-bener dicari duren bagus. Hanya jadi durian kampung saja. Beda di luar negeri, kalau ada duren bagus pemerintah ambil alih lalu dikembangkan," imbuhnya.

Meski sudah malang melintang di dunia durian, Puji mengaku sulit untuk mendeskripsikan durian yang enak. Menurutnya setiap orang memiliki preferensi sendiri soal durian yang enak di lidahnya. Ia mencontohkan, orang Tionghoa misalnya lebih senang rasa durian yang pahit, sementara orang Jawa lebih suka sensasi durian yang manis.

Namun menurutnya, durian yang memiliki citarasa legit lebih sering tumbuh di dataran yang panas ketimbang dataran tinggi. Alasannya, karena suhu dan arah angin laut yang berhembus diyakini memengaruhi citarasa buah durian.

Komunitas Maniak Durian. (Dok. Komunitas Maniak Durian)
Komunitas Maniak Durian. (Dok. Komunitas Maniak Durian)

"Sebenarnya durian semua enak dan enak sekali. Kalau saya lebih suka dari Malaysia. Tapi kita juga banyak kok durian enak, dari Medan enak. Kenyal manis. Kalau Thailand kan daging tebal tapi secara taste nggak terlalu enak. Jadi memang tiap orang berbeda-beda definisi enak," lanjutnya.

Nah, meski sudah sering makan durian, Puji tak gentar dengan anggapan bahwa konsumsi buah ini bisa meningkatkan tekanan darah dan kadar kolesterol. Menurut Puji, pencetus kolesterol bukan berasal dari sumber nabati seperti durian. Sehingga ia meminta masyarakat agar tidak menyalahkan durian.

"Problemnya, durian kaya karbohidrat. Jadi orang yang makan harus menyesuaikan diri. Makan duren jangan pas perut kosong, supaya nggak maag. Jadi nggak ada durian bikin kolesterol. Durian kan nabati, bukan hewani. Kita sendiri yang kadang menyalahkan duren. Baiknya makan nasi dulu, sehingga perut nggak kembung gitu," imbuh dia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Belajar Membingkai Imaji Anak Pesisir Cilincing Lewat Kelas Jurnalis Cilik

Belajar Membingkai Imaji Anak Pesisir Cilincing Lewat Kelas Jurnalis Cilik

Lifestyle | Sabtu, 06 April 2019 | 10:05 WIB

Me Time Bersama Komunitas Ngebenang, Cara Baru Tenangkan Pikiran

Me Time Bersama Komunitas Ngebenang, Cara Baru Tenangkan Pikiran

Lifestyle | Sabtu, 30 Maret 2019 | 07:30 WIB

Begini Cara Para Ibu Saling Menguatkan di Komunitas BC Januari 2018

Begini Cara Para Ibu Saling Menguatkan di Komunitas BC Januari 2018

Lifestyle | Sabtu, 23 Maret 2019 | 09:33 WIB

Terkini

5 Sepatu Lokal untuk Trail Running, Nyaman Dipakai di Medan Alam

5 Sepatu Lokal untuk Trail Running, Nyaman Dipakai di Medan Alam

Lifestyle | Sabtu, 09 Mei 2026 | 15:07 WIB

Apa Itu Merkuri, Hidrokinon, Asam Retinoat, dan Deksametason? Ini Bahayanya untuk Kulit

Apa Itu Merkuri, Hidrokinon, Asam Retinoat, dan Deksametason? Ini Bahayanya untuk Kulit

Lifestyle | Sabtu, 09 Mei 2026 | 14:48 WIB

6 Lipstik Murah yang Cocok untuk Bibir Kering, Harga Mulai Rp17 Ribuan

6 Lipstik Murah yang Cocok untuk Bibir Kering, Harga Mulai Rp17 Ribuan

Lifestyle | Sabtu, 09 Mei 2026 | 14:38 WIB

Bagaimana Cara Cek Skincare BPOM? Ini Langkah Mudah dan Daftar 11 Produk yang Ditarik

Bagaimana Cara Cek Skincare BPOM? Ini Langkah Mudah dan Daftar 11 Produk yang Ditarik

Lifestyle | Sabtu, 09 Mei 2026 | 14:30 WIB

6 Rekomendasi BB Cream untuk Usia 40 Tahun ke Atas dari Brand Lokal

6 Rekomendasi BB Cream untuk Usia 40 Tahun ke Atas dari Brand Lokal

Lifestyle | Sabtu, 09 Mei 2026 | 14:27 WIB

4 Rekomendasi Cushion untuk Menutup Tanda Lahir, Full Coverage Tahan Seharian

4 Rekomendasi Cushion untuk Menutup Tanda Lahir, Full Coverage Tahan Seharian

Lifestyle | Sabtu, 09 Mei 2026 | 13:59 WIB

7 Night Cream yang Aman Dipakai Setiap Hari, Bantu Kulit Lebih Glowing

7 Night Cream yang Aman Dipakai Setiap Hari, Bantu Kulit Lebih Glowing

Lifestyle | Sabtu, 09 Mei 2026 | 12:40 WIB

Kuliner Bintang 5 Kini Jadi Acuan Baru Buat Cari Tempat Makan Enak

Kuliner Bintang 5 Kini Jadi Acuan Baru Buat Cari Tempat Makan Enak

Lifestyle | Sabtu, 09 Mei 2026 | 12:28 WIB

Cara Mudah Cek BPOM Kosmetik Pakai HP, Sat Set Gak Perlu Ribet!

Cara Mudah Cek BPOM Kosmetik Pakai HP, Sat Set Gak Perlu Ribet!

Lifestyle | Sabtu, 09 Mei 2026 | 11:43 WIB

3 Pilihan Maskara Viva Cosmetics Mulai Rp43 Ribu, Bikin Bulu Mata Lentik dan Tahan Lama

3 Pilihan Maskara Viva Cosmetics Mulai Rp43 Ribu, Bikin Bulu Mata Lentik dan Tahan Lama

Lifestyle | Sabtu, 09 Mei 2026 | 10:52 WIB