Ini Usia yang Tepat Mengenalkan Anak Tradisi Silat Betawi

Ade Indra Kusuma | Firsta Nodia
Ini Usia yang Tepat Mengenalkan Anak Tradisi Silat Betawi
Silat Betawi [Suara.com/Firsta]

Selain untuk melindungi diri, belajar silat betawi adalah salah satu cara untuk melestarikan budaya.

Suara.com - Ini Usia yang Tepat Mengenalkan Anak Tradisi Silat Betawi.

Indonesia memiliki ragam budaya yang kaya, termasuk di bidang olahraga yakni Pencak Silat. Bahkan seni bela diri ini memiliki kekhasan tersendiri di masing-masing daerah asal.

DKI Jakarta misalnya memiliki Pencak Silat Betawi dengan ratusan aliran yang berbeda-beda di setiap perguruan.

Agar seni bela diri ini terus membudaya, maka para senior harus menularkannya kepada anak muda, termasuk mengenalkannya sejak dini pada anak-anak. Disampaikan Ketua Umum Asosiasi Silat Tradisi Betawi (Astrabi) Anwar Albatawi, anak-anak usia 4 tahun sudah bisa mulai dikenalkan dengan seni bela diri, pencak silat.

"Anak-anak kalau mau belajar bela diri usia 4 tahun sudah bisa buat pengenalan. Tapi kalau untuk prestasi bisa sejak usia 7 tahun," ujar Anwar di Jakarta, Sabtu (20/4/2019).

Anwar menambahkan, anak-anak khususnya yang tinggal di Jakarta harus menguasai teknik bela diri khususnya Pencak Silat Betawi. Alasannya selain untuk melindungi diri dari hal-hal yang tak diinginkan, hal ini adalah salah satu cara untuk melestarikan budaya betawi yang kini mulai tergerus budaya Barat.

Silat Betawi [Suara.com/Firsta]
Silat Betawi [Suara.com/Firsta]

"Anak-anak khususnya yang tinggal di Jakarta harus memiliki bela diri. Tak hanya orang betawi yang belajar tradisi betawi. Apalagi ancaman gadget kita harus beritahu pentingnya bersosialisasi dengan olahraga silat termasuk melestarikan budaya betawi," imbuhnya.

Salah satu cara Astrabi dalam mengenalkan budaya Pencak Silat Betawi ini adalah dengan menggelar Kejuaraan Silat Betawi 2019 yang berlangsung 20-21 April di Gor Ciracas Jakarta Timur. Helatan keempat ini, kata Anwar, melibatkan Astrabi secara penuh untuk lebih meningkatkan kualitas pesilat-pesilat yang ditargetkan bisa mengikuti silat prestasi di kancah nasional maupun internasional.

"Sebelumnya konsep penyelenggaraan biasanya pesilat yang bertanding di atas panggung, namun tahun ini konsep diubah dimana peserta bertanding di atas matras. Hal ini sesuai dengan semboyan ASTRABI menjadikan silat Betawi dari tradisi ke prestasi," imbuhnya.

Kejuaraan ini pun diikuti berbagai kelompok umur, mulai putra-putri usia Sekolah Dasar, SMP, dan berkelompok usia 13-25 tahun. Ia berharap kegiatan ini bisa menjadi sarana ekspresi para pegiat Pencak Silat Betawi sekaligus mengasah kemampuan untuk berprestasi di ajang yang lebih tinggi. 

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS