Bedakan Berita Hoax dengan Fakta, Ini Tips dari Mafindo

M. Reza Sulaiman | Firsta Nodia
Bedakan Berita Hoax dengan Fakta, Ini Tips dari Mafindo
Ilustrasi berita hoax. (Shutterstock)

Jika kepemilikan ponsel pintar tak berbanding lurus dengan kemampuan mengolah informasi maka seseorang rentan terpengaruh berita hoax.

Suara.com - Bedakan Berita Hoax dengan Fakta, Ini Tips dari Mafindo

Serbuan berita palsu atau hoax terus meningkat di era digital ini. Jika kepemilikan ponsel pintar tak berbanding lurus dengan kemampuan mengolah informasi maka seseorang rentan terpengaruh berita hoax.

Hal ini disampaikan Anita Wahid, selaku Presidium Masyarakat Antifitnah Indonesia (Mafindo). Menurut Anita, penggunaan gadget seperti pisau bermata dua. Di satu sisi membuat seseorang mampu mengecek keaslian suatu informasi, namun di sisi yang lain menjadi jalur masuknya berita hoax.

"Kenapa sekarang marak hoax karena pengaruh dari digital. Media informasi sekarang banyak digital, kalau senior dulu kan dapat informasi dari media cetak, elektronik seperti TV atau radio. Sekarang sudah marak media sosial serta media online sehingga menjadi tantangan tersendiri mengecek mana informasi yang benar mana yang tidak," ujar Anita di sela-sela diskusi Mafindo dan Adraworld di Jakarta, Sabtu (18/5/2019).

Anita mengatakan Mafindo hadir untuk membantu masyarakat melawan penyebaran berita hoax lewat ranah online maupun offline. Pihaknya juga mempermudah masyarakat untuk mengecek keaslian informasi lewat aplikasi Hoax Buster Tools dan via WhatsApp.

"Kita punya aplikasi Hoax Buster Tools, di mana masyarakat bisa mencari lewat kolom search dengan mengetikkan keyword dan nanti akan muncul berita yang benar lewat database hoax yang sudah kita kumpulkan sejak berdiri. Sementara untuk WhatsApp bisa lewat nomor 085574676701. Tinggal ketik pertanyaan soal informasi tertentu dan akan dijawab benar tidaknya," imbuhnya.

Dalam kesempatan yang sama, Yuli Setiyowati, relawan Mafindo yang berjibaku di bidang edukasi dan publikasi mengatakan bahwa masifnya dunia digital di era saat ini membuat pemilik gawai rentan disusupi informasi hoax atau bahkan menjadi korban dari penyebarluasan berita hoax. Akun media sosial Anda bisa diretas dan dijadikan media untuk menyebarkan berita palsu.

Nah agar hal ini tidak terjadi, Yuli memberikan beberapa tips untuk Anda agar aman di dunia digital. Pertama pastikan Anda selalu memperbarui software di gawai Anda. Biasanya developer aplikasi memberikan pembaruan-pembaruan untuk mengamankan gawai dari risiko peretasan.

Anita Wahid, Presidium Masyarakat Antifitnah Indonesia (Mafindo)
Anita Wahid, Presidium Masyarakat Antifitnah Indonesia (Mafindo)

"Lalu bikin password yang kuat. Misal bikin password pakai tulisan alay. Itu akan susah buat orang lain untuk mengetahui password Anda. Bikin aja satu kalimat dengan tulisan alay," imbuhnya.

Selanjutnya pastikan Anda tidak sembarang membuka link yang tersaji saat menonton film streaming. Hindari pula membuka attachment asing yang dikirimkan lewat email Anda. Gunakan anti virus di setiap gawai yang Anda gunakan.

"Perhatikan pula otentifikasi dua langkah saat menggunakan media sosial atau email. Itu bisa mengamankan akun kita saat diretas orang tidak bertanggung jawab," lanjut Yuli.

Anda juga bisa berselancar lewat virtual private network atau VPN yang lebih aman. Selain itu biasakan untuk menggunakan aplikasi resmi bukan bajakan. Anda juga sebaiknya memisahkan email untuk urusan kantor dan pribadi dengan email media sosial.

"Email cadangan penting banget. Sekali email diretas semua data hilang semua. Jadi perlu email cadangan untuk urusan kantor dan kartu kredit bikin sendiri. Dan ada email khusus untuk media sosial. Jadi email penting usahakan jangan dipublish kecuali orang-orang penting," tandasnya.

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS