Berawal dari Pulau Kosong Kini Tempat Ini Jadi Wisata Favorit

Silfa Humairah Utami, Vessy Dwirika Frizona

Kamis, 23 Mei 2019 | 20:30 WIB
Berawal dari Pulau Kosong Kini Tempat Ini Jadi Wisata Favorit
Pantai Pasir Perawan di Pulau Pari jadi destinasi favorit. (Suara.com/Vessy Frizona)

Suara.com - Berawal dari Pulau Kosong Kini Tempat Ini Jadi Wisata Favorit.

Pulau Pari merupakan salah satu pulau yang berada di Kabupaten Kepulauan Seribu. Awalnya, ini adalah pulau kosong tak berpenghuni. Pulau yang awalnya tak memiliki nama ini ditemukan oleh sebuah keluarga dari Tangerang.

Pada zaman penjajahan Belanda keluarga itu melarikan diri ke Pulau Pari untuk menghindar dari kerja paksa pemerintahan colonial Belanda. Namun itu tak berlangsung lama, karena kondisi berganti setelah penjajahan Belanda tumbang dan digantikan oleh penjajahan Jepang yang akhirnya pulau ini ditemukan.

Dinamakan Pulau Pari karena di wilayah lautnya yang dangkal terdapat banyak ikan Pari. Pulau Pari pun mulai mengalami perkembangan setelah Indonesia merdeka. Jumlah penduduknya mengalami pertumbuhan dan wilayahnya pun berkembang. Bahkan kini Pulau Pari menjadi salah satu destinasi wisata favorit yang ada di Kepulauan Seribu.

Menurut Ketua Rukun Warga (RW) Pulau Pari, Sahrul Hidayat, perkembangan wisata pulau berpenghuni sekitar 1300 jiwa ini berkembang pada 2014 meski sudah dibuka sejak 2010. Alasan wisatawan senang ke Pulau Pari karena dekat dari Kota Jakarta.

Di pulau yang terdiri dari sekitar 300 kepala keluarga (KK) ini sebagian besar penduduk bermata pencaharian sebagai neyalan. Namun, Sahrul menuturkan warganya terkadang menajalani dua pekerjaan berbeda dalam satu pekan.

“Setengah-setengah. Senin sampai Kamis biasanya menjadi nelayan, kemudian Jumat-Minggu mereka untuk wisata. Begitu pula yang perempuan, hari biasa membuat kerajinan, akhir pekan menjual kerajianan atau menyiapkan catering untuk wisatawan,” jelasnya.

Untuk sampai ke Pulau Pari, pengunjung bisa berangkat dari beberapa titik. Pertama dari Dermaga Marina Ancol menggunakan speed boat dengan waktu tempuh 90 menit. Selanjutnya dari Muara Angke dan Pelabuhan Cituis Tangerang menggunakan perahu motor dengan waktu tempuh sekitar 120 menit.

“Kalau mau menikmati fasilitas enak berangkat naik speed boat, sampainya juga lebih cepat,” ujar Sahrul saat berbincang dengan Suara.com belum lama ini di Pulau Pari.

baca juga

Sesampainya di dermaga Pulau Pari, wisatawan bisa mencari penginapan. Penting diketahui, di pulau ini Anda hanya bisa menyewa kamar di rumah warga alias homestay. Jadi jangan berharap bisa menemukan hotel atau resort. Untuk biaya sewa sangat terjangkau, mulai dari Rp 300.000 - Rp 700.000 per malam.

Untuk berkeliling Pulau Pari, wisatawan bisa menyewa sepeda. Dengan biaya sewa sekitar Rp 35.000 per hari, Anda sudah puas berkeliling pulau dan menyambangi pantai-pantai yang ada di Pulau Pari.

“Biasanya ketika sampai tamu disuguhkan welcome drink berupa satu butir kelapa muda, kemudian diajak ke penginapan untuk siap-siap snorkelling, lalu makan siang menikmati hidangan laut di pantai. Setelah itu acara bebas, bagi yang ingin keliling naik sepeda. Sore harinya ada hiburan, lalu ke hutan mangrove untuk siap-siap menikmati sunset, malamnya istirahat sejenak di homestay, dan makan malam lagi di pantai. Pagi harinya checkout lalu ke dermaga untuk melihat sunrise sebelum pulang,” kata Sahrul.

Sahrul mengungkap, jumlah wisatawan yang berkunjung ke Pulau Pari ada sekitar puluhan ribu per tahun. Biasanya ramai pada musim liburan, seperti tahun baru dan Lebaran.

Di Palau Pari ada beberapa pantai yang menjadi favorit wisatawan. Yaitu pantai pasir perawan yang berpasir putih dari laut jernih, pantai bintang yang banyak terdapat bintang laut, pantai lipi yang menawarkan pemandangan sunset indah, jelajah hutan mangrove yang kerap dijuluki sungai Amanzonenya Pulau Pari. Semua itu hanya mematok biaya masuk Rp 500.000.

“Selain pesona keindahan alam, yang wisatawan senang dari Pulau Pari adalah kuliner yang murah, terutama gorengan. Di sini kalau sore banyak warga yang menjual gorengan, ada bala-bala, sukun goreng, ubi yang dijual murah,” katanya.

Bagaimana siap mejelajah Pulau Pari yang kini jadi destinasi wisata favorit di Kabupaten Kepulauan Seribu. Jangan lupa bawa kamera ya!

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Serba Mutakhir, Ini 5 Destinasi Top Dunia untuk Penggila Teknologi

Serba Mutakhir, Ini 5 Destinasi Top Dunia untuk Penggila Teknologi

Lifestyle | Kamis, 23 Mei 2019 | 15:20 WIB

5 Spot Wisata Seru yang Bisa Dinikmati di Pulau Pari

5 Spot Wisata Seru yang Bisa Dinikmati di Pulau Pari

Lifestyle | Kamis, 23 Mei 2019 | 07:30 WIB

Kisah Mauro Morandi, Puluhan Tahun Hidup Sendiri di Pulau Pribadi

Kisah Mauro Morandi, Puluhan Tahun Hidup Sendiri di Pulau Pribadi

Lifestyle | Selasa, 21 Mei 2019 | 20:23 WIB

Terkini

Sensus Ekonomi 2026 untuk Apa? Ini Alasan Pemerintah Mendata Semua Jenis Usaha

Sensus Ekonomi 2026 untuk Apa? Ini Alasan Pemerintah Mendata Semua Jenis Usaha

Lifestyle | Senin, 22 Juni 2026 | 10:44 WIB

Menghidupkan Kembali Taman Kota: Upaya Ayo ke Taman Ubah Cara Warga Memanfaatkan Ruang Publik

Menghidupkan Kembali Taman Kota: Upaya Ayo ke Taman Ubah Cara Warga Memanfaatkan Ruang Publik

Lifestyle | Senin, 22 Juni 2026 | 10:29 WIB

8 Manfaat Jalan Kaki Pagi bagi Lansia, Sederhana tapi Baik untuk Kesehatan

8 Manfaat Jalan Kaki Pagi bagi Lansia, Sederhana tapi Baik untuk Kesehatan

Lifestyle | Senin, 22 Juni 2026 | 10:27 WIB

Wardah Skin Tint Pink Bagus atau Tidak? Ini Review Pembeli, Harga, dan Kelebihannya

Wardah Skin Tint Pink Bagus atau Tidak? Ini Review Pembeli, Harga, dan Kelebihannya

Lifestyle | Senin, 22 Juni 2026 | 10:17 WIB

Daftar Promo HUT Jakarta 2026, Liburan Gratis di Jakarta Tanpa Perlu KTP DKI

Daftar Promo HUT Jakarta 2026, Liburan Gratis di Jakarta Tanpa Perlu KTP DKI

Lifestyle | Senin, 22 Juni 2026 | 10:15 WIB

Viva Compact Powder Lilac untuk Kulit Apa? Ini Klaim dan Review Penggunanya

Viva Compact Powder Lilac untuk Kulit Apa? Ini Klaim dan Review Penggunanya

Lifestyle | Senin, 22 Juni 2026 | 09:44 WIB

7 Tips Feng Shui yang Dipercaya Membawa Keberuntungan di Hari Senin

7 Tips Feng Shui yang Dipercaya Membawa Keberuntungan di Hari Senin

Lifestyle | Senin, 22 Juni 2026 | 09:35 WIB

4 Zodiak Ini Bakal Ketiban Hoki Besar pada 22 Juni 2026, Apakah Kamu Termasuk?

4 Zodiak Ini Bakal Ketiban Hoki Besar pada 22 Juni 2026, Apakah Kamu Termasuk?

Lifestyle | Senin, 22 Juni 2026 | 07:31 WIB

5 Sepatu Lari Wanita Diadora yang Nyaman Dipakai, Harga Promo Mulai Rp349 Ribuan

5 Sepatu Lari Wanita Diadora yang Nyaman Dipakai, Harga Promo Mulai Rp349 Ribuan

Lifestyle | Senin, 22 Juni 2026 | 07:21 WIB

Terpopuler: Cushion Anti Luntur saat Berkeringat, Daftar Pertanyaan Sensus Ekonomi 2026

Terpopuler: Cushion Anti Luntur saat Berkeringat, Daftar Pertanyaan Sensus Ekonomi 2026

Lifestyle | Senin, 22 Juni 2026 | 06:35 WIB