alexametrics

Musim Panas, Bahan Linen Diserbu Para Pecinta Fesyen

Dythia Novianty | Dinda Rachmawati
Musim Panas, Bahan Linen Diserbu Para Pecinta Fesyen
Ilustrasi seorang perempuan mengenakan baju dari kain linen. [Shutterstock]

Kain linen selalu membuat pemakaian merasa dingin.

Suara.com - Tren dalam dunia fesyen seakan datang dan pergi. Apa yang sudah menjadi tren di masa lalu, bisa kembali diminati banyak orang pada saat ini. Begitu pula linen. Kain yang keren karena selalu membuat pemakaian merasa dingin.

Kain lembut, yang bernafas, berusia berabad-abad ini sebenarnya diperuntukkan bagi perabot rumah tangga dan seprai. Tetapi pada 1990-an, kain telah menjadi kain yang digunakan untuk baju saat liburan musim panas.

Ya, ini semua karena kemampuan linen mendinginkan tubuh saat cuaca panas di pinggir pantai atau kolam renang. Biasanya, orang-orang menggunakan kemeja 'boyfriend-style' sebagai luaran dari bikini mereka.

Sementara, para remaja lebih senang tidak mengancingkan kemeja linen mereka dan mengikatnya di tengah bagian tubuh mereka, dengan gaya ala Mr Ripley.

Baca Juga: Rambah Bisnis Fesyen, Aero-Aqsa Terinspirasi Pebalap Ini

Di masa sekarang ini, menurut platform pencarian mode global Lyst, pencarian linen terus meningkat sejak Januari 2019 hingga jumlahnya naik mencapai 46 persen.

Bahan linen digunakan di hampir seluruh landasan panggung mode Musim Semi / Musim Panas 2019, mulai dari celana paisley yang berputar-putar di Zimmerman dan setelan rok Working Girl di Tibi.

Di tempat lain, linen menawarkan banyak penggemar selebritas, termasuk Kate Moss, Jennifer Aniston, dan Elle Fanning, yang mengenakannya di Festival Film Cannes tahun ini. Mereka mengenakan setelan celana linen putih yang longgar.

Serta sejumlah merek butik, seperti Palmier London, Three Graces London dan Faithfull the Brand, sedang membayangkan kembali kain dalam bentuk dan gaya kontemporer, memperjuangkan linen sejauh kain itu menjadi USP mereka.

Ilustrasi kain linen. [Shutterstock]
Ilustrasi kain linen. [Shutterstock]

"Linen adalah kain yang sudah tua, alami dan tahan lama. Sangat nyaman dalam cuaca panas sehingga telah menjadi standar dalam banyak koleksi musim panas desainer," jelas perancang busana Anna Berkeley.

Baca Juga: Belanja Fesyen Hingga Makanan Bisa Hemat 5 Miliar di ShopBack

"Meskipun terkadang kita masih melihat sedikit tampilan 'mummi' dalam bahan itu, aku suka label seperti Johanna Sands, Jacquemus dan Apiece Apart mengolahnya untuk membuatnya terasa modern," ungkapnya lagi.

Komentar