Robot Joki di Balap Unta, Saat Teknologi dan Tradisi Ribuan Tahun Menyatu

Angga Roni Priambodo, Aditya Prasanda

Minggu, 23 Juni 2019 | 10:34 WIB
  • (Wikimedia Commons Naoll)
    (Wikimedia Commons Naoll)
  • Peran robot joki menggantikan manusia (Wikimedia Commons Lars Plougmann)
    Peran robot joki menggantikan manusia (Wikimedia Commons Lars Plougmann)
  • Robot joki yang digunakan untuk balap unta (Wikimedia Commons Lars Plougmann)
    Robot joki yang digunakan untuk balap unta (Wikimedia Commons Lars Plougmann)
  • Unta berlari dengan stimulus dari robot joki (Wikimedia Commons Alex Sergeev)
    Unta berlari dengan stimulus dari robot joki (Wikimedia Commons Alex Sergeev)
  • (Wikimedia Commons Naoll)
  • Peran robot joki menggantikan manusia (Wikimedia Commons Lars Plougmann)
  • Robot joki yang digunakan untuk balap unta (Wikimedia Commons Lars Plougmann)
  • Unta berlari dengan stimulus dari robot joki (Wikimedia Commons Alex Sergeev)

Suara.com - Lebih dari ribuan tahun, masyarakat Qatar mengenal tradisi balap unta. Beberapa tahun belakangan, tradisi ini kian populer dengan sentuhan teknologi abad ke-21: robot joki.

Lebih dari sekadar cambuk mekanik yang dikendalikan melalui remote, robot joki dilengkapi fitur suara untuk memerintahkan unta berlari secepat mungkin.

Kehadirannya tak hanya menjawab tantangan adu cepat di arena balap gurun, robot ini diciptakan untuk menuntaskan permasalahan hak asasi manusia yang akut di skena balap unta.

Sebab konon semakin ringan tubuh joki, semakin cepat pula lari unta, dahulu anak-anak berusia empat tahun dimanfaatkan sebagai joki di beberapa negara yang menggelar turnamen ini.

Sejak joki anak dilarang di Qatar pada tahun 2005, robot joki hadir menggantikan peran manusia.

Negara-negara di Timur Tengah kemudian tertular gerakan serupa dan menjadikan ajang balap di arena gurun ini perpaduan antara tradisi balap hewan dan teknologi.

Turnamen balap unta sendiri pada umumnya berlangsung selama 1,5 hingga 3 jam lebih, tergantung pada kecepatan unta dan panjang lintasan lomba.

Saat unta-unta berlari menyisir arena balap, konvoi mobil yang ditumpangi pemilik, pelatih dan penonton akan mengiringi mereka dari samping arena.

baca juga
Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kemenkumham Buka Pelayanan Paspor  pada Hari Dharma Karyadhika

Kemenkumham Buka Pelayanan Paspor pada Hari Dharma Karyadhika

Foto | Minggu, 28 Oktober 2018 | 14:53 WIB

Aksi Kuda Seharga Rp 200 Milliar Berlaga di Asian Games 2018

Aksi Kuda Seharga Rp 200 Milliar Berlaga di Asian Games 2018

Foto | Kamis, 30 Agustus 2018 | 11:20 WIB

Terkini

Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar

Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar

News | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 23:40 WIB

Rekor Buruk Timnas Indonesia di Piala AFF Semakin Panjang, Pemain Naturalisasi Tak Berkutik

Rekor Buruk Timnas Indonesia di Piala AFF Semakin Panjang, Pemain Naturalisasi Tak Berkutik

Bola | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 23:39 WIB

100 Petani Sidomulyo Muba Serahkan Diri, Bela 4 Warga yang Dituduh Mencuri di Kebun Sendiri

100 Petani Sidomulyo Muba Serahkan Diri, Bela 4 Warga yang Dituduh Mencuri di Kebun Sendiri

Sumsel | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 23:34 WIB

Eks Penyidik KPK: Kasus Febrie Adriansyah Harus Dikembangkan ke Atas, Bawah, dan Samping

Eks Penyidik KPK: Kasus Febrie Adriansyah Harus Dikembangkan ke Atas, Bawah, dan Samping

News | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 23:29 WIB

Dari Batam Menuju Timnas Indonesia, Garudayaksa FC Buka Kesempatan bagi Talenta Muda

Dari Batam Menuju Timnas Indonesia, Garudayaksa FC Buka Kesempatan bagi Talenta Muda

Bola | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 23:15 WIB

Erick Thohir Evaluasi Skuad Timnas Indonesia Usai Gagal di Piala AFF 2026, John Herdman Out?

Erick Thohir Evaluasi Skuad Timnas Indonesia Usai Gagal di Piala AFF 2026, John Herdman Out?

Bola | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 22:59 WIB

Kata-kata Mengharukan Rizky Ridho Usai Timnas Indonesia Tersingkir dari Piala AFF 2026

Kata-kata Mengharukan Rizky Ridho Usai Timnas Indonesia Tersingkir dari Piala AFF 2026

Bola | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 22:36 WIB

Tangis Haru Karsa, Rumah Reotnya di Klapanunggal Kini Kokoh Direnovasi Indocement

Tangis Haru Karsa, Rumah Reotnya di Klapanunggal Kini Kokoh Direnovasi Indocement

Bogor | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 22:17 WIB

Singapura Tahan Indonesia: Garuda Terhenti, Wasit Oman Dituding Biang Kerok

Singapura Tahan Indonesia: Garuda Terhenti, Wasit Oman Dituding Biang Kerok

Bola | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 22:07 WIB

PDIP Minta Kenaikan Gaji Kepala Daerah Ditunda, Ini Alasannya

PDIP Minta Kenaikan Gaji Kepala Daerah Ditunda, Ini Alasannya

News | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 22:06 WIB

×