Banyak Keluhan Hidung Rusak, Tompi : Itu Akibat Dipukul Rata Pakai Filler

Ade Indra Kusuma
Banyak Keluhan Hidung Rusak, Tompi : Itu Akibat Dipukul Rata Pakai Filler
ZAP Clinic resmi luncurkan klinik ketampanan lelaki MEN/O/LOGY [Suara.com/Ade]

Penggunaan suntik filler dan tanam benang kini disebut Dokter Tompi telah banyak yang salah kaprah

Suara.com - Banyak Keluhan Hidung Rusak, Tompi : Itu Akibat Dipukul Rata Pakai Filler.

Kecantikan di area wajah, tentu menjadi perhatian besar para perempuan. Khususnya hidung, banyak yang tak percaya diri karena merasa pesek dan kecil. 

Penggunaan suntik filler dan tanam benang kini disebut Dokter Tompi telah banyak yang salah kaprah. Tren estetika ini telah menjadi suatu bisnis tersendiri, Tompi bahkan menyayangkan kebanyakan dari bisnis ini adalah orang yang jauh dari profesi kedokteran. 

Akibatnya adalah karena tidak kompeten dan kemungkinan bahan-bahan yang disuntikkan tidak jelas asalnya bisa membahayakan jaringan kulit di hidung.

Bicara soal "memporak-porandakan" hidung menjadi mancung, lancip, dan cantik ternyata punya tantangan tersendiri. Menurut Tompi, tak semua orang bisa melakukan filler hidung.

Ilustrasi operasi hidung. [Shutterstock]
Ilustrasi operasi hidung. [Shutterstock]

"Semua tindakan, ada indikasinya, nggak bisa maen pukul rata, saya masih berpendapat, berdasarkan basic profesi saya, penggunaan filler untuk hidung yang diperuntukkan untuk menambah tinggi hidung, saya tidak suggest. Tapi, yang sifatnya meratakan oke. Itu pernggunaan filler! Jadi untuk meratakan segaris, meratakan gundukan, itu oke, saya setuju. Saya juga sediakan itu di jasa saya," jelasnya saat ditemui Suara.com di Kota Kasablanka, Kamis 12 Juli 2019.

Tompi memang dikenal kontra terhadap pemakaian filler atau tanam benang pada hidung.

Ia bahkan mengakui termasuk dokter yang sering menerima pasien yang punya riwayat kesalahan filler di tempat lain, dan minta "diperbaiki" olehnya.

"Saya suka posting tuh, ini lho efek-efek kesalahan atau komplain soal filler, untuk memberi tahu oh ini penempatan yang salah soal filler. Namun, disitu ada sejawat dokter lainnya melihat, kok begitu sih, jadi nakut-nakutin pasien, nah disitu kita kadang bergesekan. Jadi saya nggak saklek bilang oh filler nggak boleh, bedah plastik aja lebih aman, saya tidak begitu. Kalau sesuai atau tidak sesuai dan jadi bahaya ya jangan pakai filler. Jadi harus sesuai aturan, jangan pukul rata semua bisa dengan filler," pungkas Tompi.

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS