Arti Tagar Gejayan Memanggil, Respon Patriotis 20 Ribu Mahasiswa Yogyakarta

Ade Indra Kusuma

Selasa, 24 September 2019 | 12:38 WIB
Arti Tagar Gejayan Memanggil, Respon Patriotis 20 Ribu Mahasiswa Yogyakarta
DIbalik Tagar Gejayan Memanggil, Seruan Patriotis ala Mahasiswa Yogyakarta (Foto:VOA/ Nurhadi)

Suara.com - Arti Tagar Gejayan Memanggil, Respon Patriotis 20 Ribu Mahasiswa Yogyakarta.

Ribuan mahasiswa Yogyakarta turun ke jalan pada Senin siang (23/9). Mereka merespons panggilan aksi yang disebar melalui #gejayanmemanggil.

Tagar #gejayanmemanggil sendiri mulai tersebar akhir pekan lalu, dan terbukti efektif mengumpulkan mahasiswa. Mereka mengkritisi berbagai langkah pemerintah terkait UU KPK, RUU KUHP, penanganan kebakaran hutan dan lahan, kinerja DPR, RUU Penghapusan Kekerasan Seksual yang tak juga disahkan, masalah Papua, hingga kekerasan yang kerap timbul antara aparat negara dan rakyat.

Sejumlah aktivis dari Feminis Yogyakarta juga berorasi di panggung. Mereka berterimakasih untuk mahasiswa yang kembali bangkit menyuarakan aspirasi rakyat. Feminis Yogyakarta menyuarakan penolakan penguasaan berlebihan negara terhadap tubuh perempuan melalui undang-undang. Sementara mahasiswa yang berasal dari Riau, mempertanyakan tindakan pemerintah yang lambat dalam bencana kebakaran hutan dan lahan.

Dalam riuh dan teriknya Yogya di hari Senin, Debora tidak dapat menyembunyikan kegugupannya sebelum menyampaikan orasi. Di tengah udara panas tengah hari kota Yogya, mahasiswa hukum itu meraih mikropon dan mulai berteriak di tengah massa.

Debora, salah satu orator dalam aksi di Yogyakarta, Senin, 23 September 2019. (Foto:VOA./Nurhadi)
Debora, salah satu orator dalam aksi di Yogyakarta, Senin, 23 September 2019. (Foto:VOA./Nurhadi)

“Apa sih pengertian demokrasi yang paling sederhana itu? Bahwa demokrasi itu pemerintahan oleh rakyat, dari rakyat dan untuk rakyat. Lalu saya mau bertanya, bagaimana pemerintahan itu bisa untuk rakyat, jika rakyat menolak RUU, tetapi masih disahkan,” teriak Debora disambut teriakan massa seperti mengutip VOAIndonesia.

Aksi ini diklaim diikuti lebih dari 20 ribu mahasiswa dan tergabung dalam Aliansi Rakyat Bergerak. Mereka datang dari berbagai perguruan tinggi, dan mulai bergerak dari sejumlah titik kumpul pada pukul 11.00 hari Senin 23 September 2019.

Dalam pernyataannya, ribuan mahasiswa ini mengusung tujuh tuntutan kepada pemerintahan Jokowi dan DPR. Mereka mendesak penundaan pengesahan dan melakukan pembahasan ulang terhadap pasal-pasal yang bermasalah dalam RKUHP. Mendesak Pemerintah dan DPR untuk merevisi UU KPK yang baru saja disahkan dan menolak segala bentuk pelemahan terhadap upaya pemberantasan korupsi di Indonesia. Menuntut negara untuk mengusut dan mengadili elit-elit yang bertanggung jawab atas kerusakan lingkungan di beberapa wilayah di Indonesia.

Selanjutnya, mahasiswa juga menolak pasal-pasal bermasalah dalam RUU Ketenagakerjaan yang tidak berpihak pada pekerja, menolak pasal-pasal problematis dalam RUU Pertanahan yang merupakan bentuk pengkhianatan terhadap semangat reformasi agraria mendesak pengesahan RUU Penghapusan Kekerasan Seksual dan terakhir mendorong proses demokratisasi di Indonesia dan menghentikan penangkapan aktivis di berbagai sektor.

baca juga

Tagar #gejayanmemanggil adalah berkaitan dengan sebuah tempat bernama Gejayan di Yogyakarta. Pada 1998, seorang mahasiswa bernama Moses Gatotkaca meninggal di lokasi ini di tengah demonstrasi menuntut Soeharto turun.

Namanya akhirnya diabadikan menjadi salah satu ruas jalan di kawasan tersebut. Mahasiswa seolah ingin membangkitkan kenangan masa reformasi, dengan memilih tempat itu sebagai lokasi demontrasi. Dalam catatan, ini adalah demo dengan jumlah massa terbesar pasca reformasi di Yogyakarta.

Rektor Melarang, Mahasiswa Datang

Sejumlah rektor perguruan tinggi di Yogyakarta mengeluarkan surat edaran pada Senin pagi. Tagar #gejayanmemanggil yang nampaknya menarik ribuan mahasiswa, disikapi dengan pernyataan kampus yang tidak mendukung aksi tersebut.

Rektor Universitas Gadjah Mada Panut Mulyono juga menyebut tegas bahwa kampusnya tidak terlibat dalam aksi. Seluruh kegiatan akademik pada Senin (23/9) berjalan seperti biasa. “Partisipasi terhadap aksi tersebut diminta untuk tidak melibatkan UGM dalam bentuk apapun, dan segala hal yang dilakukan atas aksi tersebut menjadi tanggung jawab pribadi,” ujar Panut.

Namun, larangan mayoritas rektor itu nampaknya tidak masuk ke telinga para mahasiswa. Buktinya, mereka tetap datang dan mengosongkan kampus masing-masing sepanjang hari Senin.

Presiden Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) UGM, M. Atiatul Muqtadir bahkan menyebut, surat rektor itu tidak semestinya dikeluarkan. Secara resmi lembaga mahasiswa terlibat aktif dalam persiapan aksi, dan demontrasi hari Senin tidak hanya berlangsung di Yogyakarta, tetapi di berbagai kota di Indonesia.

“Surat tersebut tidak mempengaruhi jumlah massa yang hadir. Saya sebenarnya agak menyayangkan munculnya surat tersebut karena banyak sekali dosen-dosen yang justru mendukung bahkan meliburkan kelasnya untuk memberikan ijin dan mendukung kawan-kawan untuk menyuarakan kebenaran dan perubahan di jalanan. Jadi bagi saya surat tersebut sebenarnya tidak perlu dikeluarkan,” kata kata M. Atiatul Muqtadir yang biasa dipanggil Fathur.

Seperti dikatakan Fathur, melalui akun media sosial, banyak dosen di Yogyakarta yang mendorong mahasiswanya untuk terlibat dalam aksi demo. Para dosen itu menyebut dengan jelas bahwa jika ada mahasiswa terlibat dalam aksi terkait UU KPK atau RUU KUHP, mereka diizinkan tidak masuk kuliah.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Mahasiswa Bekasi Mulai ke Jakarta, Mau Geruduk Gedung DPR

Mahasiswa Bekasi Mulai ke Jakarta, Mau Geruduk Gedung DPR

Jabar | Selasa, 24 September 2019 | 12:23 WIB

Tagar #TurunkanJokowi Susul #GejayanMemanggil, Begini Faktanya

Tagar #TurunkanJokowi Susul #GejayanMemanggil, Begini Faktanya

News | Selasa, 24 September 2019 | 11:19 WIB

Usai Demo #GejayanMemanggil, Sekar dan Mahasiswa Lain Punguti Sampah

Usai Demo #GejayanMemanggil, Sekar dan Mahasiswa Lain Punguti Sampah

Jogja | Senin, 23 September 2019 | 18:34 WIB

Terkini

Cheongdam International High School Tayang 2027, Ini Daftar Pemain Utamanya

Cheongdam International High School Tayang 2027, Ini Daftar Pemain Utamanya

Your Say | Minggu, 01 November 2026 | 13:00 WIB

Melalui Piano dan Gamelan, Iqbal Sidiq Perkenalkan Kekayaan Musik Nusantara di Istanbul

Melalui Piano dan Gamelan, Iqbal Sidiq Perkenalkan Kekayaan Musik Nusantara di Istanbul

Your Say | Minggu, 01 November 2026 | 12:57 WIB

Cara Cek Update Harga BBM Terbaru Secara Online, Praktis dan Akurat!

Cara Cek Update Harga BBM Terbaru Secara Online, Praktis dan Akurat!

Otomotif | Minggu, 01 November 2026 | 12:50 WIB

Tanam 500 Pohon Buah di Candi Gedongsongo, Taj Yasin Ajak Generasi Muda Lestarikan Alam

Tanam 500 Pohon Buah di Candi Gedongsongo, Taj Yasin Ajak Generasi Muda Lestarikan Alam

News | Minggu, 01 November 2026 | 12:38 WIB

Belajar Membatik Langsung di Trusmi, Cara Anak Muda Mengenal Warisan Budaya Cirebon

Belajar Membatik Langsung di Trusmi, Cara Anak Muda Mengenal Warisan Budaya Cirebon

Lifestyle | Minggu, 01 November 2026 | 12:33 WIB

5 Perbedaan Lipstik Maybelline Superstay Matte dan Vinyl, Kenali Formula hingga Ketahanannya

5 Perbedaan Lipstik Maybelline Superstay Matte dan Vinyl, Kenali Formula hingga Ketahanannya

Lifestyle | Minggu, 01 November 2026 | 12:32 WIB

Review Film The Doll Ghawiah: Misteri Boneka Berdarah Paling Menakutkan!

Review Film The Doll Ghawiah: Misteri Boneka Berdarah Paling Menakutkan!

Your Say | Minggu, 01 November 2026 | 12:30 WIB

Cara Membuat Paspor Anak Terbaru: Syarat Lengkap, Biaya, dan Prosedurnya

Cara Membuat Paspor Anak Terbaru: Syarat Lengkap, Biaya, dan Prosedurnya

Lifestyle | Minggu, 01 November 2026 | 12:29 WIB

Taktik Tak Biasa! Anggota Polisi dan BNN Tumpangi KRL demi Tembus Sarang Narkoba Kampung Bahari

Taktik Tak Biasa! Anggota Polisi dan BNN Tumpangi KRL demi Tembus Sarang Narkoba Kampung Bahari

News | Minggu, 01 November 2026 | 12:28 WIB

Andrea Bocelli Hadirkan Malam Penuh Harmoni di Tengah Kemegahan Candi Borobudur

Andrea Bocelli Hadirkan Malam Penuh Harmoni di Tengah Kemegahan Candi Borobudur

Bisnis | Minggu, 01 November 2026 | 12:23 WIB

×