Hari Batik Nasional, Kenapa Batik Identik dengan Tanah Jawa?

Vania Rossa, Dinda Rachmawati

Rabu, 02 Oktober 2019 | 17:14 WIB
Hari Batik Nasional, Kenapa Batik Identik dengan Tanah Jawa?
Ilustrasi Batik(Pixabay/DukeAsh)

Suara.com - Batik menjadi salah satu wastra yang diakui oleh UNESCO sebagai Warisan Kemanusiaan untuk Budaya Lisan dan Nonbendawi (Masterpieces of the Oral and Intangible Heritage of Humanity).

Hal inilah yang membuat tercetusnya Hari Batik Nasional yang diperingati setiap 2 Oktober setiap tahunnya. Dalam rangka Hari Batik Nasional ini, kita tentu ingin lebih mengenal lagi sejarah wastra satu ini bisa dikenal di Indonesia.

Desainer dan Pelestari Batik, Iwet Ramadhan, menyebut jika batik memang sangat identik dengan daerah Jawa. Hal ini, kata dia, memang dilatarbelakangi oleh sejarah batik itu sendiri.

"Batik kan adalah teknik. Teknik menghias atau mendekorasi kain dengan menggunakan canting dan malam. Ini sebenarnya asalnya bukan dari Indonesia. Bukan juga dari Jawa. Tapi sebenarnya dari China," ungkap lelaki yang juga dikenal sebagai penyiar radio ini pada saat peluncuran Botol Susu Motif Batik dari Pigeon, di Jakarta, Selasa (2/10/2019).

Nah, di Indonesia, kata Iwet, batik diperkenalkan oleh salah satu juru mudi Laksamana Cheng Ho yang bernama Bi Nang Oen. Mereka melakukan pendaratan di Lasem dan kemudian mengenalkan teknik batik ini, hingga akhirnya menyebar ke seluruh tanah Jawa.

Inilah, kata lelaki berkacamata tersebut, yang membuat batik sangat identik dengan Jawa. Karena, lanjut dia, mulai dari budaya, cerita, warna, hingga motif memang terbangun di Jawa.

"Sementara di bagian lain dari Indonesia itu budayanya tidak seperti itu. Terus, kenapa batik nggak boleh di daerah lain? Ya boleh. Makanya makin ke sini, aku makin ya udahlah ya, kalau Papua mau bikin batik monggo, Kalimantan mau bikin batik monggo," ucapnya.

Sayangnya, kata Iwet, kenapa daerah lain lebih memilih untuk mengembangkan hal baru, yakni membuat batik di daerah mereka, sementara mereka memiliki wastra asli yang seharusnya masih bisa dikembangkan dan memiliki potensi yang sama besarnya dengan batik.

baca juga

Iwet menyarankan, ada baiknya agar daerah-daerah lain bisa lebih fokus dengan apa yang mereka miliki. Saat semua sudah baik, tak ada salahnya untuk bergerak ke bidang lainnya.

"Kaya contohnya Sasirangan, kain Karawang di Manado, ada tenun di daerah lain. Kenapa nggak itu saja yang diangkat dan kenapa harus kemudian batik. Sementara batik di Jawa sendiri belum tersentuh semuanya," tutup dia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Hari Batik Nasional, 4 Inspirasi Gaya Busana Batik ke Kantor

Hari Batik Nasional, 4 Inspirasi Gaya Busana Batik ke Kantor

Lifestyle | Rabu, 02 Oktober 2019 | 17:09 WIB

Rayakan Hari Batik, ICRA Exhibition 2019 Pamerkan Karya Kriya Indonesia

Rayakan Hari Batik, ICRA Exhibition 2019 Pamerkan Karya Kriya Indonesia

Lifestyle | Rabu, 02 Oktober 2019 | 16:51 WIB

Hari Batik Nasional, Kenali 7 Corak Batik Terpopuler Indonesia

Hari Batik Nasional, Kenali 7 Corak Batik Terpopuler Indonesia

Lifestyle | Rabu, 02 Oktober 2019 | 16:27 WIB

Terkini

Samsung Galaxy A18 Hadir di Indonesia, Bawa AI Gemini yang Bikin Aktivitas Lebih Praktis

Samsung Galaxy A18 Hadir di Indonesia, Bawa AI Gemini yang Bikin Aktivitas Lebih Praktis

Tekno | Rabu, 14 Oktober 2026 | 08:24 WIB

Negara Ditaksir Rugi Rp600 Miliar Akibat Tambang Emas Ilegal Sangihe

Negara Ditaksir Rugi Rp600 Miliar Akibat Tambang Emas Ilegal Sangihe

Bisnis | Rabu, 14 Oktober 2026 | 08:24 WIB

Berkedok Distributor, 3 Toko Miras di Surabaya Disegel Usai Nekat Jual Eceran ke Warga

Berkedok Distributor, 3 Toko Miras di Surabaya Disegel Usai Nekat Jual Eceran ke Warga

Jatim | Rabu, 14 Oktober 2026 | 08:23 WIB

Huntap Belum Rampung, Aceh Minta PLN Lanjutkan Pasokan Listrik untuk Korban Banjir

Huntap Belum Rampung, Aceh Minta PLN Lanjutkan Pasokan Listrik untuk Korban Banjir

News | Rabu, 14 Oktober 2026 | 08:20 WIB

Kabut Asap Kepung Makassar, Masker Gratis Mulai Dibagikan ke Sekolah-sekolah

Kabut Asap Kepung Makassar, Masker Gratis Mulai Dibagikan ke Sekolah-sekolah

Sulsel | Rabu, 14 Oktober 2026 | 08:17 WIB

Warna Pakaian Pembawa Hoki Menurut Feng Shui, Intip Outfit Wanita Terbaik untuk 12 Shio

Warna Pakaian Pembawa Hoki Menurut Feng Shui, Intip Outfit Wanita Terbaik untuk 12 Shio

Lifestyle | Rabu, 14 Oktober 2026 | 08:17 WIB

Konflik Arab Saudi-Houthi Memanas, Harga Minyak Dunia Kembali Melonjak

Konflik Arab Saudi-Houthi Memanas, Harga Minyak Dunia Kembali Melonjak

Bisnis | Rabu, 14 Oktober 2026 | 08:15 WIB

Akhiri Teror Puluhan Tahun, Benteng Gajah 138 Km Way Kambas Siap Diresmikan Prabowo

Akhiri Teror Puluhan Tahun, Benteng Gajah 138 Km Way Kambas Siap Diresmikan Prabowo

Lampung | Rabu, 14 Oktober 2026 | 08:14 WIB

AI Bisa Deteksi Anomali Mesin dan Analisis Cara Kerja Karyawan, Ini Solusi NEC Indonesia

AI Bisa Deteksi Anomali Mesin dan Analisis Cara Kerja Karyawan, Ini Solusi NEC Indonesia

Tekno | Rabu, 14 Oktober 2026 | 08:05 WIB

Perkawinan Anak di Daerah Tembus 12 Persen, Remaja Perempuan Harus Dilibatkan saat Buat Kebijakan

Perkawinan Anak di Daerah Tembus 12 Persen, Remaja Perempuan Harus Dilibatkan saat Buat Kebijakan

Lifestyle | Rabu, 14 Oktober 2026 | 08:04 WIB

×