Serunya Bule Membatik Massal di Kain 100 Meter di Kampoeng Djadoel

Silfa Humairah Utami

Rabu, 02 Oktober 2019 | 18:44 WIB
Serunya Bule Membatik Massal di Kain 100 Meter di Kampoeng Djadoel
Bule membatik massal bersama warga di Kampung Batik Semarang atau Kampoeng Djadoel. (Suara.com/Adam iyasa)

Suara.com - Serunya Bule Membatik Massal di Kain 100 Meter di Kampoeng Djadoel 

Hari Batik Nasional menjadi momen bersejarah bagi para bule mahasiswa yang ada di Kota Semarang. Mereka membatik massal bersama warga di Kampung Batik Semarang atau Kampoeng Djadoel, Kelurahan Rejomulyo Kota Semarang, Rabu (10/2019).

Petra (19), mahasiswi pertukaran pelajar asal Slovakia kagum dengan motif yang di torehkan dengan warna pada kuas. Sebuah motif kuno gambar hewan dan tumbuhan, warak dan daun pohon asem yang dia batik pada 100 meter kain tanpa jahit sambung yang membentang.

"Motifnya unik, ternyata ada hewan jenis warak, sampai daun asem bisa jadi motif juga," kata mahasiswi yang kuliah di Unika Soegijapranata Semarang.

Petra juga merasa kagum, di tengah kota metropolitan Semarang, ada sebuah daerah atau kampung yang masih mempertahankan adat budaya. Terhimpit oleh gedung dan bangunan modern, mampu menunjukan identitas suatu bangsa.

"Bagus sekali, batik sudah mendunia, tapi ini daerah bisa mempertahankan budaya asli," ucapnya.

Bule membatik massal bersama warga di Kampung Batik Semarang atau Kampoeng Djadoel. (Suara.com/Adam Iyasa)
Bule membatik massal bersama warga di Kampung Batik Semarang atau Kampoeng Djadoel. (Suara.com/Adam Iyasa)

Petra bersama rekan lainnya asyik membatik, meski tidak dengan teknik canting seperti kebanyakan asli membatik. Cukup dengan pewarna dan kuas untuk melengkapi motif pada kain yang membentang dari ujung gang pada salah satu sudut Kampoeng Djadoel.

Eko Haryanto, Ketua Paguyuban Kampung Batik Semarang menerangkan, kain sepanjang 100 meter dibuat dengan dua motif ikon Kota Semarang, warak dan daun asem. Mencerminkan arti filosofis peraturan yang ada di Semarang.

"Motif warak itu hewan mitologi imajiner. Terdiri dari tiga unsur budaya, kepala naga mewakili Cina, badan domba itu Jawa, dan leher kaki onta itu mewakili Arab. Agar tiga unsur budaya itu bersatu," katanya.

baca juga

"Motif daun asem itu asal muasal kata dari Semarang, asem dan arang. Kedua motif diciptakan oleh Ki Ageng Pandan Arang, pendiri Kota Semarang," imbuhnya.

Sementara untuk teknis membatik, dia sengaja meninggalkan pakem yang biasanya mencanting. Dua teknik sekaligus mewarnai dia pakai yakni celup dan colet, lebih cepat dan ramah lingkungan.

"Sistem celup tujuannya memaksimalkan hanya satu kali celupan, dan sistem colet dipakai karena tidak ada limbah yang terbuang, dan bisa menghasilkan warna-warni," katanya.

Menurut sejarah, kata Eko, batik Semarangan cukup banyak dipengaruhi oleh Cina, terutama pada warna-warni yang mencolok. Seperti warna merah dengam kombinasi merah muda dan tua yang tajam.

"Karena batik Semarang itu dipengaruhi budaya Cina, dan Cina suka yang warna cerah jadi motif dan pewarnaan membatik masal ini kita kembalikan ke tahun 1800 an kembali dengan motif klasik warna-warni," katanya.

Selesai merampungkan membatik, kain sepanjang 100 meter itu selanjutnya akan dilakukan kembali pembatikan yang lebih sempurna. Lalu dicelup pewarnaan dan pemasakan.

"Prosesnya cukup lama, nanti kalau sudah jadi akan dilelang, tempatnya di sini juga lelangnya," katanya di sela-sela batik massal pada kain 100 meter di Kampoeng Djadoel.

Kontributor : Adam Iyasa

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Mengapa Batik Identik dengan Tanah Jawa?

Mengapa Batik Identik dengan Tanah Jawa?

Video | Rabu, 02 Oktober 2019 | 17:20 WIB

Hari Batik Nasional, Kenapa Batik Identik dengan Tanah Jawa?

Hari Batik Nasional, Kenapa Batik Identik dengan Tanah Jawa?

Lifestyle | Rabu, 02 Oktober 2019 | 17:14 WIB

Hari Batik Nasional, 4 Inspirasi Gaya Busana Batik ke Kantor

Hari Batik Nasional, 4 Inspirasi Gaya Busana Batik ke Kantor

Lifestyle | Rabu, 02 Oktober 2019 | 17:09 WIB

Terkini

Istri Eks Sekjen Kemnaker  Hery Sudarmanto Dipanggil KPK terkait Kasus Pemerasan RPTKA

Istri Eks Sekjen Kemnaker Hery Sudarmanto Dipanggil KPK terkait Kasus Pemerasan RPTKA

News | Rabu, 30 September 2026 | 15:48 WIB

Kenalin Om Jauh Deputi Bakom Timothy Ivan, Heryanto Tanaka Penyuap Hakim Agung

Kenalin Om Jauh Deputi Bakom Timothy Ivan, Heryanto Tanaka Penyuap Hakim Agung

News | Rabu, 30 September 2026 | 15:44 WIB

5 Tahun Dibiarkan Semrawut, Kabel di Kuningan Barat Bikin Pengendara Sering Terpeleset!

5 Tahun Dibiarkan Semrawut, Kabel di Kuningan Barat Bikin Pengendara Sering Terpeleset!

News | Rabu, 30 September 2026 | 15:43 WIB

Jokowi dan PSI Makin Percaya Diri, Pengamat Singgung Potensi Pecah Kongsi

Jokowi dan PSI Makin Percaya Diri, Pengamat Singgung Potensi Pecah Kongsi

Video | Rabu, 30 September 2026 | 15:42 WIB

Honda Keluarkan Mobil Keluarga Harga Setara Innova Zenix Hybrid

Honda Keluarkan Mobil Keluarga Harga Setara Innova Zenix Hybrid

Otomotif | Rabu, 30 September 2026 | 15:41 WIB

Review Serial Honor Thy Mother: Mengulik Duka dan Ambisi dalam Keluarga

Review Serial Honor Thy Mother: Mengulik Duka dan Ambisi dalam Keluarga

Your Say | Rabu, 30 September 2026 | 15:40 WIB

Bansos dan KJP Banyak yang Putus, DPRD DKI Desak Pengelolaan Desil Balik ke Daerah

Bansos dan KJP Banyak yang Putus, DPRD DKI Desak Pengelolaan Desil Balik ke Daerah

News | Rabu, 30 September 2026 | 15:38 WIB

5 Moisturizer Ekstrak Mawar untuk Samarkan Garis Halus dan Bikin Awet Muda di Usia 45 Tahun ke Atas

5 Moisturizer Ekstrak Mawar untuk Samarkan Garis Halus dan Bikin Awet Muda di Usia 45 Tahun ke Atas

Lifestyle | Rabu, 30 September 2026 | 15:38 WIB

5 Masker Wajah dari Bunga Mawar untuk Cerahkan Wajah dan Cegah Garis Halus di Usia 40 Tahun

5 Masker Wajah dari Bunga Mawar untuk Cerahkan Wajah dan Cegah Garis Halus di Usia 40 Tahun

Lifestyle | Rabu, 30 September 2026 | 15:37 WIB

Buntut Skandal Kamar Mewah, Bangunan Fasilitas Khusus di Lapas Cibinong Akhirnya Diratakan

Buntut Skandal Kamar Mewah, Bangunan Fasilitas Khusus di Lapas Cibinong Akhirnya Diratakan

Jabar | Rabu, 30 September 2026 | 15:35 WIB

×