Array

Wajib Tahu, Ternyata Ini Sejarah di Balik Hari Jadi Kota Yogyakarta

Senin, 07 Oktober 2019 | 14:42 WIB
Wajib Tahu, Ternyata Ini Sejarah di Balik Hari Jadi Kota Yogyakarta
Tugu Yogyakarta. (Shutterstock)

Suara.com - Oktober menjadi bulan penuh makna bagi Kota Yogyakarta. Pasalnya tepat setiap tanggal 7 Oktober, Kota Yogyakarta merayakan Hari Ulang Tahunnya.

7 Oktober 2019, Kota Yogyakarta genap berusia 263 tahun. Menjadi kota budaya, Yogyakarta terbilang tak pernah kehabisan pesonanya yang selalu menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan.

Namun, ada sejarah di balik tanggal 7 Oktober yang hingga kini menjadi ditetapkan sebagai HUT Kota Yogyakarta.

Perjanjian Giyanti pada tanggal 13 Februari 1755 menjadi awal dari terbaginya Mataram.

Mataram terbagi menjadi dua bagian, yakni Kasultanan Ngayogyakarta Hadiningrat dan Kasunanan Surakarta.

Perjanjian Giyanti muncul usai Kongsi Dagang Vereenigde Oostindische Compagnie (VOC) kewalahan mengatasi serangan dari Mas Said dan Pangeran Mangkubumi.

Dukungan untuk keduanya terus mengalir dari masyarakat sekitar.

Hingga pada akhirnya, masyarakat menobatkan Pangeran Mangkubumi sebagai raja atau yang lebih dikenal dengan nama Sri Susuhan Kebanaran.

Lewat jalur damai, VOC mencoba meredam perlawanan dari Pangeran Mangkubumi.

Baca Juga: 5 Rekomendasi Hotel dengan Pemandangan Cantik di Jalan Kaliurang Yogyakarta

Hingga pada akhirnya, VOC mendapat restu dari Sunan Pakubuwono III dan menawarkan Perjanjian Giyanti.

Kemudian, Pangeran Mangkubumi lantas mendapat gelar sebagai Sultan Hamengku Buwono (HB) I dan telah diakui menjadi raja Ngayogyakarta. 

Tepat pada 13 Maret 1755, Sultan Hamengkubuwono I memproklamirkan berdirinya Nagari Ngayogyakarta Hadiningrat.

Sejumlah abdi dalem Keraton Yogyakarta mengikuti prosesi adat Grebeg Syawal 1439 H di Keraton Yogyakarta, Jumat (15/6).
Sejumlah abdi dalem Keraton Yogyakarta mengikuti prosesi adat Grebeg Syawal 1439 H di Keraton Yogyakarta, Jumat (15/6).

Kala itu, sang Sultan belum memiliki istana yang tetap. Pembangunan keraton sendiri dimulai pada 9 Oktober 1755.

Sembari dilakukannya babat alas hutan Pabringan, Sultan Hamengkubuwono I menempati Pesanggrahan Ambar Ketawang sambil memantau pembangunan keraton.

Hingga akhirnya, keraton selesai dibangun pada tanggal 7 Oktober 1756. Kala itu, dengan segera Sultan Hamengkubuwono I dan keluarganya kemudian berpindah ke keraton.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA Kelas 12 SMA Soal Matematika dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Inggris Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Beneran Orang Solo Apa Bukan?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pemula atau Suhu, Seberapa Tahu Kamu soal Skincare?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: Soal Matematika Kelas 6 SD dengan Jawaban dan Pembahasan Lengkap
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kamu Soal Transfer Mauro Zijlstra ke Persija Jakarta? Yuk Uji Pengetahuanmu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Fun Fact Nicholas Mjosund, Satu-satunya Pemain Abroad Timnas Indonesia U-17 vs China
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 10 Soal Matematika Materi Aljabar Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan John Herdman? Pelatih Baru Timnas Indonesia
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Otak Kanan vs Otak Kiri, Kamu Tim Kreatif atau Logis?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Apakah Kamu Terjebak 'Mental Miskin'?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI