Belajar Tanpa Henti, Salah Satu Kunci Menjadi Kurator Seni

Yasinta Rahmawati Suara.Com
Selasa, 29 Oktober 2019 | 20:21 WIB
Belajar Tanpa Henti, Salah Satu Kunci Menjadi Kurator Seni
Instalasi Seni Biennale Jogja 2019, Taman Budaya Yogyakarta (Suara.com/Amertiya)

Suara.com - Kurator seni mungkin tidak sepopuler profesi lain. Namun bagi pencinta seni, menjadi kurator adalah salah satu impian. Menjadi kurator pun tidak harus berasal dari lulusan jurusan seni saat kuliah.

Meski demikian, Direktur Eksekutif Yayasan Biennale Yogyakarta, Alia Swastika mengungkapkan, seorang kurator seni harus punya kemauan untuk terus belajar.

"Mau belajar karena sekolahnya baru banget dimulai. Baru ada satu sekolah kurator itu di ITB. Jadi sebagian besar kurator di Indonesia masih otodidak," ungkapnya pada Dewiku.com, Kamis (24/10/2019) di perhelatan Biennale Jogja 2019.

Alia Swastika yang sekaligus berprofesi sebagai kurator seni pun mengatakan bahwa modal paling utama adalah mencintai seni. Sebab, dunia kesenian sangat berbeda dengan kerja kantoran yang rutin menerima gaji bulanan.

Dunia kuratorial seni rupa tidak menjanjikan pemasukan rutin, terlebih yang bergerak dari satu pameran ke pameran lain. Sebab, tidak ada institusi yang membayar kurator setiap bulan di Indonesia, kecuali menjadi kurator di museum misalnya.

Alia Swastika, Direktur Eksekutif Yayasan Biennale Yogyakarta. (Dewiku.com/Yasinta Rahmawati)
Alia Swastika, Direktur Eksekutif Yayasan Biennale Yogyakarta. (Dewiku.com/Yasinta Rahmawati)

"Tapi kalau seni kontemporer sebenarnya nggak ada yang menjanjikan. Sebenarnya karirnya apa. Jadi kalau nggak cinta nggak bisa," tambah wanita lulusan jurusan Ilmu Komunikasi UGM itu.

Bagi Alia Swastika sendiri, seni menjadi ruang di mana orang punya kebebasan berimajinasi. Namun tak hanya membebaskan imajinasi, seni juga bisa menjadi media menambah pengetahuan dan pemahaman baru.

"Seni itu juga cara menambah pengetahuan. Karena kadang seniman bekerja dengan materi narasi-narasi yang nggak ada di buku. Jadi kita kalau baca buku sejarah ilmunya itu-itu aja. Ada banyak sekali cerita-cerita yang belum masuk dalam sejarah," terangnya.

Baca Juga: Pertama Kali Manggung di Biennale Jogja, Voice of Baceprot Akui Deg-degan!

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Andai Bisa Ganti Pekerjaan, Apa Profesi Paling Pas Buat Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Tipe Traveler Macam Apa Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Member CORTIS yang Akan Kasih Kamu Cokelat Valentine?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 12 SMA Lengkap dengan Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pilih Satu Warna, Ternyata Ini Kepribadianmu Menurut Psikologi
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 16 Soal Bahasa Indonesia untuk Kelas 9 SMP Beserta Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Chemistry, Kalian Tipe Pasangan Apa dan Cocoknya Kencan di Mana Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Jodoh Motor, Kuda Besi Mana yang Paling Pas Buat Gaya Hidup Lo?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Jika Kamu adalah Mobil, Kepribadianmu seperti Merek Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Love Language Apa yang Paling Menggambarkan Dirimu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kalian Tentang Game of Thrones? Ada Karakter Kejutan dari Prekuelnya
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI