alexametrics

Pukat Pikat Asia, Pojok untuk Bersantai di Biennale Jogja 2019

Rima Sekarani Imamun Nissa | Amertiya Saraswati
Pukat Pikat Asia, Pojok untuk Bersantai di Biennale Jogja 2019
Pukat Pikat Asia, Biennale Jogja 2019 (dok. Biennale Jogja 2019)

Pukat Pikat Asia menjadi salah satu atraksi yang harus dikunjungi saat ke Biennale Jogja 2019.

Suara.com - Salah satu venue yang digunakan untuk perhelatan seni Biennale Jogja XV 2019 adalah Taman Budaya Yogyakarta.

Selain memamerkan karya seni dari seniman Indonesia dan Asia Tenggara, venue Biennale Jogja di Taman Budaya Yogyakarta (TBY) juga menghadirkan Kids Corner dan pojok merchandise.

Ada pula pojok bernama Pukat Pikat Asia yang cocok untuk disambangi setelah puas menikmati aneka karya seni.

Pukat Pikat Asia sendiri merupakan hasil kerjasama antara Biennale Jogja, RAR Editions, dan Niki Ariestyanti. Pojok ini mengambil konsep berupa warung makan sederhana.

Baca Juga: Mengintip Kehidupan Muslimah Pinggiran Thailand di Biennale Jogja 2019

"Warung makan mudah ditemukan dan sudah menjadi praktik dalam keseharian banyak orang. Lapar, ingin istirahat, mau bekerja, atau sekadar bertemu dengan teman, warung makan merupakan persinggahan yang tepat," jelas Yayasan Biennale Yogyakarta dalam siaran pers terbaru.

"Sebagai ruang persinggahan, kami percaya warung makan menyediakan kesempatan untuk berbagai pertukaran cerita melalui pertemuan."

Di sini, pengunjung memang bebas untuk singgah sejenak, saling mengenal, mengobrol, hingga sekadar beristirahat sambil menikmati sajian khas Asia Tenggara.

Tak hanya itu, aneka macam informasi menarik seputar Asia Tenggara juga dapat ditemukan di Pukat Pikat Asia. Tentunya, informasi-informasi ini disajikan dengan cara yang tak kalah unik pula.

Pukat Pikat Asia, Biennale Jogja 2019 (dok. Biennale Jogja 2019)
Pukat Pikat Asia, Biennale Jogja 2019 (dok. Biennale Jogja 2019)

Sebagai contoh, di sini pengunjung dapat melihat kalender yang berisi informasi-informasi peristiwa sejarah di seluruh Asia Tenggara secara kolektif.

Baca Juga: Biennale Jogja XV 2019 Ajak Pengunjung Melihat Sisi Lain Asia Tenggara

Kemudian, ada pula buku-buku yang bisa dipinjam dan dibaca di tempat. Buku-buku ini adalah koleksi dari IVAA (Indonesian Visual Art Archive), Gerak Budaya Jogja, dan PSSAT UGM (Pusat Studi
Sosial Asia Tenggara).

Komentar