Makanan yang Anda Pilih Ternyata Berdampak Besar pada Lingkungan

Vania Rossa

Jum'at, 01 November 2019 | 15:07 WIB
Makanan yang Anda Pilih Ternyata Berdampak Besar pada Lingkungan
Ilustrasi Memilih Makanan Minuman Kemasan. (Shutterstock)

Suara.com - Ada temuan menarik yang diungkap dalam Tetra Pak Index 2019, laporan survei global tahunan yang dirilis Tetra Pak® Indonesia, perusahaan global terkemuka pada pemrosesan dan pengemasan makanan minuman. Secara umum, disebutkan bahwa konsumen saat ini telah memahami bahwa kesehatan pribadi konsumen dan kelestarian lingkungan saling terhubung satu sama lain.

Survei bertema The Convergence of Health & Environment ini dilakukan di 5 negara, yaitu Amerika Serikat, Inggris, Arab Saudi, Brazil, dan Indonesia dengan kolaborasi bersama Ipsos yang mengambil 1.000 responden di masing-masing negara.

Secara aspek kesehatan, Indonesia menempati satu dari lima negara penderita diabetes tertinggi. Sedangkan secara lingkungan, permasalahan sampah plastik juga telah menjadi sorotan internasional.

Tak hanya itu, sebanyak 82% konsumen Indonesia setuju bahwa akan terjadi kerusakan lingkungan yang dapat ditangani jika kita segera mampu mengubah kebiasaan yang ada saat ini. Dan adanya kesadaran dan ambisi konsumen yang tinggi untuk menjadi sehat sekaligus melindungi lingkungan, membuat 86% konsumen menganggap penting gaya hidup sehat dan 80% konsumen lainnya setuju untuk hidup dengan dampak lingkungan yang minimal.

Meski begitu, perilaku daur ulang di Indonesia belum banyak diterapkan, di mana hanya 42% konsumen Indonesia yang mendaur ulang produk yang telah dipakai. Sebanyak 45% konsumen Indonesia juga telah berkeinginan untuk mengurangi pembelian dan pemakaian plastik.

Terkait dengan preferensi produk-produk makanan dan minuman di Indonesia saat ini, Gabrielle Angriani, Communication Manager Tetra Pak Malaysia, Singapura, Filipina, dan Indonesia, dalam pemaparan Tetra Pak Index 2019, Kamis (31/10/2019), di Jakarta, menyebutkan bahwa rasa tanggung jawab individu terhadap lingkungan dan kesehatan di Indonesia termasuk tinggi. "Sejumlah 84% konsumen merasa dirinya bertanggung jawab atas kesehatan lingkungan, dan sebanyak 83% merasa bertanggung jawab atas kesehatan pribadi," katanya.

Berdasar survei tersebut, di Indonesia terdapat lima karakteristik makanan minuman yang dapat menjawab kebutuhan kesehatan konsumen dan kesehatan lingkungan, seperti:

  1. Bahan-bahan alami (65%)
  2. Tanpa bahan pengawet (55%)
  3. Organik (54%)
  4. Kemasan yang dapat didaur ulang (44%)
  5. Kemasan yang bisa digunakan/diisi kembali (37%)

Tidak hanya berdiskusi mengenai produk-produk makanan minuman yang baik bagi kesehatan pribadi dan kelestarian lingkungan, Tetra Pak Index 2019 juga menekankan pentingnya peran aspek kemasan di setiap aktivitas konsumsi masyarakat. Pemilihan kemasan sebaiknya memerhatikan pemanfaatan sumber daya alam secara bertanggung jawab dan memastikan daur ulangnya pasca konsumsinya dilakukan secara tepat.

baca juga
Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Mengintip Proses Pengolahan Limbah Botol Plastik di Bali

Mengintip Proses Pengolahan Limbah Botol Plastik di Bali

Video | Minggu, 20 Oktober 2019 | 08:00 WIB

YLKI Kritisi Informasi Kesehatan di Produk Makanan yang Sulit Dibaca

YLKI Kritisi Informasi Kesehatan di Produk Makanan yang Sulit Dibaca

Health | Minggu, 13 Oktober 2019 | 03:05 WIB

Kurangi Sampah Plastik, Minuman Kemasan Kini Pakai Sedotan Kertas

Kurangi Sampah Plastik, Minuman Kemasan Kini Pakai Sedotan Kertas

Lifestyle | Jum'at, 27 September 2019 | 18:20 WIB

Terkini

Parigi Moutong Diguncang Gempa M 6,2 Tengah Malam, BMKG Minta Warga Waspada

Parigi Moutong Diguncang Gempa M 6,2 Tengah Malam, BMKG Minta Warga Waspada

News | Minggu, 16 Agustus 2026 | 02:04 WIB

Pengibaran Bendera Bulan Bintang Picu Bentrok di Masjid Raya Baiturrahman

Pengibaran Bendera Bulan Bintang Picu Bentrok di Masjid Raya Baiturrahman

Sumut | Minggu, 16 Agustus 2026 | 01:59 WIB

Air Laut Surut Lalu Masuk Permukiman, Warga Pasimarannu Panik Mengungsi Mandiri

Air Laut Surut Lalu Masuk Permukiman, Warga Pasimarannu Panik Mengungsi Mandiri

Sulsel | Minggu, 16 Agustus 2026 | 01:54 WIB

Soroti Manuver Politik di Kasus Eks Jampidsus, Sejumlah Akademisi Minta Prabowo Turun Tangan

Soroti Manuver Politik di Kasus Eks Jampidsus, Sejumlah Akademisi Minta Prabowo Turun Tangan

News | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 23:20 WIB

Dua Pidato di DPR Tunjukkan Arah Ekonomi Prabowo Semakin Jelas

Dua Pidato di DPR Tunjukkan Arah Ekonomi Prabowo Semakin Jelas

Bisnis | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 23:15 WIB

Gempa NTT, Selly Gantina Minta Pemerintah Segera Tembus Daerah Berdampak

Gempa NTT, Selly Gantina Minta Pemerintah Segera Tembus Daerah Berdampak

News | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 23:15 WIB

PTBA Kembali Hadirkan BIDIKSIBA, Buka Jalan Generasi Muda Menuju Pendidikan Tinggi

PTBA Kembali Hadirkan BIDIKSIBA, Buka Jalan Generasi Muda Menuju Pendidikan Tinggi

Sumsel | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 23:14 WIB

Spot 17-an Kekinian di Blok M: Dari Secret Gig sampai Tantangan Senyum!

Spot 17-an Kekinian di Blok M: Dari Secret Gig sampai Tantangan Senyum!

Lifestyle | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 23:07 WIB

Beras Fortifikasi Jadi Pelarian Produsen Akibat Melonjaknya Harga Gabah

Beras Fortifikasi Jadi Pelarian Produsen Akibat Melonjaknya Harga Gabah

Bisnis | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 23:00 WIB

Hendardi Singgung Manuver Hukum Eks Jampidsus, Dinilai Kelabui Publik Soal Substansi Perkara

Hendardi Singgung Manuver Hukum Eks Jampidsus, Dinilai Kelabui Publik Soal Substansi Perkara

News | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 22:59 WIB

×