Asosiasi Vape Sebut Kematian Akibat Vape di AS Akibat Campuran Ganja

Fabiola Febrinastri, Dian Kusumo Hapsari

Jum'at, 15 November 2019 | 13:29 WIB
Asosiasi Vape Sebut Kematian Akibat Vape di AS Akibat Campuran Ganja
Konferensi pers Paguyuban Asosiasi Vape Nasional. (Suara.com/ Dian Kusumo Hapsari).

Suara.com - Otoritas kesehatan di Amerika Serikat (AS) baru-baru ini mengumumkan bahwa kasus kematian terkait penggunaan rokok eletrik di Amerika Serikat ternyata dipicu oleh penyalahgunaan narkotika.

Menanggapai hal tersebut, Ketua Asosiasi Personal Vaporizer Indonesia, Aryo Andrianto membenarkan kabar tersebut.

Ia menjelaskan, meninggalnya beberapa orang di AS tersebut lantaran korban mengkonsumsi Tetrahydrocannabino (THC), yang diekstrak menjadi liquid. Bahan ini mengandung unsur utama psikoaktif yang terdapat di dalam tanaman ganja dan dijual secara ilegal di AS.

Tak hanya itu, kata dia, ada juga temuan kandungan yang terdiri dari muatan minyak vitamin E dosis tinggi, dengan menggunakan media yang sama dengan alat vape yang biasa digunakan. 

“Hal ini yang tidak banyak diungkap di media-media. Jadi memang benar kasus yang di Amerika itu karena liquid-nya dicampur dengan ganja, dan mereka juga membelinya secara ilegal,” kata Aryo ,dalam konferensi persnya di Hong Kong Café, Jakarta Selatan, Jumat (15/11/2019).

“Karena itulah, kami merasa perlu untuk memberikan klarifikasi kepada semua pihak, termasuk kepada pemerintah mengenai vape itu sendiri. Kami selama ini telah menjalin hubungan yang baik duduk bersama pemerintah dalam membuat kebijakan khusus bagi industri vape,” tambahnya.

Melihat kejadian tersebut, Aryo pun memastikan bahwa vape tidak berbahaya bagi para penggunannya. Pasalnya, efek kecanduan nikotin dalam kandungan cairan vape tidak lebih sama dengan efek kecanduan teh atau kopi yang selama ini dikonsumsi orang banyak.

Lebih lanjut dikatakan Aryo, sumber riset yang dipakai hanya menggunakan data di AS dan tidak ditambah dengan data bahwa di beberapa negara maju, seperti New Zealand. Pada 2025, New Zealand mencanangkan diri sebagai negara bebas rokok. 

Pemerintah New Zealand menggunakan rokok elektrik sebagai jembatan perokok untuk berhenti merokok dan program berjalan ini telah mencatat angka 4,5 persen pertumbuhan yang positif. Begitu juga di beberapa rumah sakit di Inggris, memberlakukan hal sama bagi pecandu rokok berat.

baca juga

“Kami sampaikan sekali lagi bahwa sebagai asosiasi, kami selalu mengkonsultasikan kegiatan industri vape kepada pemerintah, sehingga menimbulkan ketenangan pada masyarakat. Kami sangat mengimbau semua pihak agar waspada dengan bahaya narkoba lewat media vape, bukan vape itu sendiri," katanya. 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Setelah Amerika, Kini India Buat Undang-Undang Larang Produk Vape

Setelah Amerika, Kini India Buat Undang-Undang Larang Produk Vape

Lifestyle | Kamis, 19 September 2019 | 23:00 WIB

Stig VGOD Mulai Dipasarkan, Harganya Mulai dari Rp 90 Ribu

Stig VGOD Mulai Dipasarkan, Harganya Mulai dari Rp 90 Ribu

Lifestyle | Rabu, 11 September 2019 | 15:37 WIB

Ragam Kelebihan Rokok Elektrik Vgod Stig

Ragam Kelebihan Rokok Elektrik Vgod Stig

Tekno | Minggu, 08 September 2019 | 16:34 WIB

Terjadi Lagi, Seorang Bayi Meninggal Gara-gara Rokok Elektrik

Terjadi Lagi, Seorang Bayi Meninggal Gara-gara Rokok Elektrik

Health | Selasa, 02 April 2019 | 08:08 WIB

Begini Produksi Liquid Ekstasi Buatan Sindikat Reborn Cartel

Begini Produksi Liquid Ekstasi Buatan Sindikat Reborn Cartel

News | Kamis, 08 November 2018 | 17:49 WIB

Begini Proses Pembuatan  Liquid Vape Berbahan Narkoba

Begini Proses Pembuatan Liquid Vape Berbahan Narkoba

Foto | Kamis, 08 November 2018 | 15:48 WIB

Terkini

Bukan Cuma Jualan Dawet, Cerita Siti Aminah Bikin Usaha Tradisional Tetap Laris

Bukan Cuma Jualan Dawet, Cerita Siti Aminah Bikin Usaha Tradisional Tetap Laris

Lifestyle | Kamis, 20 Agustus 2026 | 00:03 WIB

Mengintip EIGER Nature, Wajah Baru Ekowisata Bogor yang Buka September 2026

Mengintip EIGER Nature, Wajah Baru Ekowisata Bogor yang Buka September 2026

Bogor | Rabu, 19 Agustus 2026 | 23:57 WIB

Kata Warga, Pedagang hingga Ojol soal Demo Mahasiswa Digelar di Bundaran HI

Kata Warga, Pedagang hingga Ojol soal Demo Mahasiswa Digelar di Bundaran HI

Jakarta | Rabu, 19 Agustus 2026 | 23:36 WIB

Bukan Sekadar Bikin Citra, Ini Cara PR Membangun Kepercayaan di Era AI

Bukan Sekadar Bikin Citra, Ini Cara PR Membangun Kepercayaan di Era AI

Lifestyle | Rabu, 19 Agustus 2026 | 23:30 WIB

Mendagri Apresiasi Posko Sikka, Dirjen Bina Adwil Dorong Percepatan Pendataan Pascagempa Maumere

Mendagri Apresiasi Posko Sikka, Dirjen Bina Adwil Dorong Percepatan Pendataan Pascagempa Maumere

Bali | Rabu, 19 Agustus 2026 | 23:30 WIB

Gudang Solar Subsidi 5.350 Liter di Palembang Ternyata Beroperasi di Balik Bengkel Las

Gudang Solar Subsidi 5.350 Liter di Palembang Ternyata Beroperasi di Balik Bengkel Las

Sumsel | Rabu, 19 Agustus 2026 | 23:09 WIB

Bawa Produk Lokal Tembus Pasar Internasional, BRI Fasilitasi UMKM di GMBPF 2026

Bawa Produk Lokal Tembus Pasar Internasional, BRI Fasilitasi UMKM di GMBPF 2026

Bri | Rabu, 19 Agustus 2026 | 22:59 WIB

5.990 PPPK di Sumsel Masih Menunggu Kepastian, Harapan Jadi Penuh Waktu Tergantung Anggaran

5.990 PPPK di Sumsel Masih Menunggu Kepastian, Harapan Jadi Penuh Waktu Tergantung Anggaran

Sumsel | Rabu, 19 Agustus 2026 | 22:52 WIB

Promo Mr. DIY, Dapatkan Cashback 45 Persen dengan QRIS BRImo

Promo Mr. DIY, Dapatkan Cashback 45 Persen dengan QRIS BRImo

Bri | Rabu, 19 Agustus 2026 | 22:41 WIB

Indonesia Bisa Tiru! Begini Cara Pemkot Seoul Hadapi Gelombang Panas yang Mematikan

Indonesia Bisa Tiru! Begini Cara Pemkot Seoul Hadapi Gelombang Panas yang Mematikan

News | Rabu, 19 Agustus 2026 | 22:40 WIB

×