Destinasi Berikut Tidak Disarankan untuk Wisatawan, Ada dari Indonesia

Galih Priatmojo, Amertiya Saraswati

Senin, 18 November 2019 | 20:10 WIB
Destinasi Berikut Tidak Disarankan untuk Wisatawan, Ada dari Indonesia

Suara.com - Menjelang akhir tahun, banyak laman pariwisata atau website traveling yang merilis daftar destinasi wisata untuk dikunjungi di tahun 2020 nanti. Tak hanya itu, ada pula beberapa website traveling yang sudah merilis tren wisata di tahun mendatang.

Namun, lain halnya dengan laman website traveling Fodors yang berasal dari Inggris. Selain rekomendasi wisata, Fodors juga merilis daftar tempat yang tidak disarankan untuk dikunjungi.

Melansir dari laman Fodors, daftar yang bernama "No List" ini berisikan tempat-tempat yang sebaiknya tidak didatangi turis karena alasan lingkungan, etika, politik, hingga overtourism.

Totalnya, ada 13 destinasi wisata yang tidak disarankan untuk dikunjungi di tahun 2020 mendatang. Ke-13 destinasi ini lantas dibagi menjadi 8 kategori.

Sebagai contoh, ada destinasi yang sebaiknya tidak didatangi karena masalah overtourism. Destinasi tersebut adalah Barcelona, Angkor Wat di Kamboja, hingga Big Sur California.

Tak hanya itu, Pulau Bali ternyata juga masuk ke kategori overtourism ini.

Menurut laman tersebut, Pulau Bali mengalami overtourism yang berdampak pada banyaknya sampah di lingkungan pantai dan perairan Bali.

Data yang ada bahkan menunjukkan jika pulau Bali menghasilkan 3.800 ton sampah setiap hari, namun hanya 60 persennya yang berakhir di tempat pembuangan sampah sementara sisanya mengotori lingkungan.

Tidak hanya itu, Bali juga mengalami masalah dari turis-turis yang kerap berlaku tidak sopan di situs suci hingga tempat ibadah yang ada.

baca juga

Selain Bali, Pulau Komodo di Nusa Tenggara Timur rupanya juga masuk ke rekomendasi "No List" tersebut.

Wisatawan menyaksikan satwa dari dekat di Pulau Komodo. (Foto: Humas Kemenpar)
Wisatawan menyaksikan satwa dari dekat di Pulau Komodo. (Foto: Humas Kemenpar)

Berbeda dengan Bali, Pulau Komodo masuk ke dalam daftar ini karena harga tiket masuk yang dirasa terlalu mahal.

Bersama Galapagos National Park di Ekuador, Pulau Komodo merupakan destinasi yang terpaksa mempertimbangkan harga tiket mahal bagi turis demi melindungi ekosistem mereka.

Meski harga tiket masuk sebesar USD 1.000 atau setara Rp 14 juta tersebut masih merupakan wacana, hal ini tetap membuat banyak turis merasa was-was.

Belum lagi, keberadaan komodo di pulau tersebut juga terancam oleh adanya pemburu hingga turis yang nekat memberi makan satwa liar. Tidak heran, berbagai usaha pun kini dilakukan untuk melindungi Pulau Komodo dari ancaman tersebut.

Nah, apa Anda setuju dengan rekomendasi dari website Fodors seputar kedua destinasi di Indonesia tersebut?

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Menteri Luhut Sebut Pulau Komodo Hanya untuk Orang Berduit

Menteri Luhut Sebut Pulau Komodo Hanya untuk Orang Berduit

Bisnis | Jum'at, 11 Oktober 2019 | 12:21 WIB

Luhut Sebut Amerika Serikat Mau Investasi Kelola Pulau Komodo

Luhut Sebut Amerika Serikat Mau Investasi Kelola Pulau Komodo

Bisnis | Senin, 07 Oktober 2019 | 14:42 WIB

Luhut Pastikan Pulau Komodo Tak Jadi Ditutup

Luhut Pastikan Pulau Komodo Tak Jadi Ditutup

Bisnis | Selasa, 01 Oktober 2019 | 07:28 WIB

Terkini

Bukan Hanya Populer, Seskab Teddy Salip Sejumlah Menteri Senior dalam Urusan Kinerja

Bukan Hanya Populer, Seskab Teddy Salip Sejumlah Menteri Senior dalam Urusan Kinerja

News | Minggu, 09 Agustus 2026 | 00:19 WIB

Jejak Sang Maestro di Piala Presiden, Ketika Pemimpin Meletakkan Tongkat Estafet

Jejak Sang Maestro di Piala Presiden, Ketika Pemimpin Meletakkan Tongkat Estafet

Bola | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 23:35 WIB

Lahir dari DNA Meradelima, Kembang Goeyang Hadirkan Konsep Tempo Dulu di Sarinah

Lahir dari DNA Meradelima, Kembang Goeyang Hadirkan Konsep Tempo Dulu di Sarinah

Lifestyle | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 23:10 WIB

Mengenal Pendidikan Profesi Arsitek, Bekal Sebelum Terjun ke Dunia Praktik

Mengenal Pendidikan Profesi Arsitek, Bekal Sebelum Terjun ke Dunia Praktik

Lifestyle | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 21:35 WIB

IPEKA RUN 2026 Jadikan Olahraga sebagai Bagian dari Pengalaman Belajar Langsung

IPEKA RUN 2026 Jadikan Olahraga sebagai Bagian dari Pengalaman Belajar Langsung

Lifestyle | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 21:27 WIB

5 Conditioner untuk Rambut Kering, Bebas Kusut dan Lembut Berkilau

5 Conditioner untuk Rambut Kering, Bebas Kusut dan Lembut Berkilau

Lifestyle | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 20:31 WIB

Deretan Mobil Keluarga dengan Kabin Lapang yang Melantai di GIIAS 2026

Deretan Mobil Keluarga dengan Kabin Lapang yang Melantai di GIIAS 2026

Otomotif | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 20:15 WIB

Kredit Macet Hantui Industri Pinjol

Kredit Macet Hantui Industri Pinjol

Bisnis | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 20:05 WIB

Lestarikan Kuliner Nusantara, Pertamina Bright Gas Cooking Competition Tegal Lahirkan Juara Baru

Lestarikan Kuliner Nusantara, Pertamina Bright Gas Cooking Competition Tegal Lahirkan Juara Baru

Jawa Tengah | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 20:00 WIB

Gebrakan Bentor Nazaruddin: Misi 50 Kursi PRI dan Sinyal Barometer Lampung

Gebrakan Bentor Nazaruddin: Misi 50 Kursi PRI dan Sinyal Barometer Lampung

Lampung | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 19:57 WIB

×