Jadi Staf Khusus Presiden, Belva Devara Bagikan Tips Dapatkan Gelar Ganda

M. Reza Sulaiman | Dinda Rachmawati
Jadi Staf Khusus Presiden, Belva Devara Bagikan Tips Dapatkan Gelar Ganda
Belva Devara, CEO RuangGuru yang jadi staf khusus Presiden Jokowi. (Dok. Instagram)

Belva Devara merupakan salah satu dari 30 pengusaha muda berusia di bawah 30 tahun paling berpengaruh di Asia versi majalah Forbes. Apa resepnya?

Suara.com - Jadi Staf Khusus Presiden, Belva Devara Bagikan Tips Dapatkan Gelar Ganda

Direktur Utama sekaligus pendiri Ruangguru, Adamas Belva Syah Devara, resmi ditunjuk Presiden Joko Widodo sebagai Staf Khusus Presiden. Pengumuman itu dilakukan di beranda Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (12/11/2019).

Prestasi lelaki yang akrab disapa Belva ini memang tak main-main. Melansir laman jejaring professional, LinkedIn, Belva menjadi salah satu dari 30 pengusaha muda berusia di bawah 30 tahun paling berpengaruh di Asia versi majalah Forbes.

Selain itu, di usianya yang baru menginjak 29 tahun, ia telah memiliki gelar ganda dari pendidikan masternya di Stanford University dan Harvard University. Di Stanford, ia mengambil gelar master administrasi bisnis, sedangkan di Harvard mengambil gelar master administrasi publik.

Dalam Instagram pribadinya, @belvadevara, lelaki kelahiran 30 Mei 1990 ini kerap memberikan berbagai tips mengenai pendidikan yang sangat bermanfaat bagi generasi muda.

Salah satunya, mengenai tips untuk bisa mendapatkan gelar ganda dari dua universitas bergengsi di dunia seperti dirinya. Dalam tulisan berjudul, "Gimana caranya kuliah di Harvard dan Stanford sekaligus?," Belva menceritakan usahanya untuk bisa menempuh pendidikan di Amerika Serikat (AS) ini.

"Harvard dan Stanford itu letaknya ujung ke ujung Amerika. Satu ujung timur, satu lagi ujung barat. Lalu gimana kuliahnya?

Kuliahnya ganti2an per semester, bolak balik selama 3 tahun. Saya ambil tahun pertama di Stanford. Lalu tahun kedua semester pertama di Harvard, tahun kedua semester kedua di Stanford. Terakhir, tahun ketiga di Harvard. Kompleks ya? Intinya mesti pindahan rumah hampir tiap semester .," jelasnya dalam postingan yang ia unggah 7 September 2019 lalu.

Lebih lanjut, lelaki yang sempat magang di Unit Kerja Presiden Bidang Pengawasan dan Pengendalian Pembangunan (UKP4) pada 2011 ini juga menjabarkan bagaimana dirinya bisa diterima di dua universitas tersebut.

Ia mengatakan, terlebih dahulu kamu harus melamar ke kedua universitas tersebut secara terpisah. Jika diterima di dua kampus tersebut. kamu bisa mengajukan email lanjutan ke kedua universitas untuk menggabungkan program studinya.

"Jadi yg tadinya masing2 2 tahun (jd 4 tahun total), bisa diperpendek jadi 3 tahun dengan diambil barengan," jelasnya.

Namun, yang perlu diingat, kata Belva, gelar ganda tidak tersedia di semua jurusan. Kombinasinya sudah ditentukan.

"Contoh saya ambil MBA (Bisnis) di Stanford dan MPA (Kebijakan Publik/Kepemerintahan) di Harvard karena sudah ada kerjasama di antara dua fakultas di dua universitas tersebut. Program lain misalnya gelar ganda hukum&bisnis, kedokteran&bisnis, dll. Selain Harvard dan Stanford, banyak universitas lain juga yg berpartisipasi contohnya Princeton, Pennsylvania, Yale, Dartmouth, dll. Harus dicek satu per satu di website tiap universitas, program apa yang ada gelar ganda," jelasnya lagi.

Namun, Belva berpesan, jika ingin tembus di kedua universitas tersebut, tentu persiapannya pun tak main-main. Sehingga sudah harus diniatkan sejak jauh-jauh hari.

Apalagi, semua yang dijalani Belva ia dapatkan dengan jalur beasiswa yang tidak mengeluarkan uang sama sekali. Wah sangat menginspirasi ya?

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS