Heboh soal Agnez Mo, Pakar Jelaskan Asal-Usul yang Disebut Orang Indonesia

Ade Indra Kusuma | Suara.com

Rabu, 27 November 2019 | 12:28 WIB
Heboh soal Agnez Mo, Pakar Jelaskan Asal-Usul yang Disebut Orang Indonesia
Agnez Mo
Sejumlah pelajar membentangkan bendera Merah Putih saat digelar Upacara Sumpah Merah Putih dalam rangka peringatan Hari Sumpah Pemuda di lapangan Tugu Pahlawan, Surabaya, Jawa Timur, Sabtu (26/10). [ANTARA FOTO/Zabur Karuru]
Sejumlah pelajar membentangkan bendera Merah Putih saat digelar Upacara Sumpah Merah Putih dalam rangka peringatan Hari Sumpah Pemuda di lapangan Tugu Pahlawan [ANTARA FOTO/Zabur Karuru]

Lepas dari kontroversi itu, menarik untuk mengungkap siapa sebenarnya yang disebut orang Indonesia? Apakah semata-mata dilihat dari keturunan, asal usul, pola migrasi hingga relasi kawin yang dapat diketahui dari data genetik DNA? Atau dari unsur non-genetik, seperti sejarah, etnografi, arkeologi, paparan lingkungan dan sebagainya.

Menurut Prof. Herawati Soepolo PhD, periset di Lembaga Biologi Molekuler Eijkman, yang kini kerap dipertanyakan adalah seberapa Indonesia seorang warga Indonesia?

"Jika melihat dari pernyataan Agnez Mo yang mengatakan ia memiliki campuran darah Tionghoa, Jepang dan Jerman, jelas memang kebetulan nenek moyang dia tidak ada yang misalnya berasal dari Jawa atau Sumatera atau Sulawesi. Jadi tidak ada yang salah dengan pernyataan itu karena sebelumnya sudah ada pernyataan bahwa ia berasal dari Indonesia yang sangat beragam dan betapa ia memang minoritas tetapi merasa diterima, meskipun ia merasa tidak seperti yang lain," jelas Prof Herawati.

Lebih jauh Prof Herawati menjelaskan betapa dari hasil analisa atas data genetik DNA sekitar tiga ribu orang Indonesia dari 13 pulau dan 80 komunitas, lalu membandingkannya dengan data non-genetik, tim di Eijkman selama beberapa tahun, akhirnya dapat menentukan sejarah keberadaan orang di 13 pulau besar di Indonesia, mulai dari waktu kedatangan, pola migrasi hingga relasi kawin.

‘’Saya kan mempelajari apa yang disebut manusia Indonesia karena kita berbeda, kita negara kepulauan, negara maritim. Dulu, dengan sulitnya transportasi dan terisolasinya pulau-pulau dulu, membuat orang-orang yang berada di sana lebih nyaman tinggal di pulau mereka saja dan tidak pernah kemana-mana. Indonesia sendiri setelah diperiksa dengan DNA yang diturunkan dari ibu – yang berarti migrasi perempuan, dan DNA yang hanya diturunkan laki-laki kepada anak laki-lakinya – berarti migrasi laki-laki; menyatakan bahwa ada gelombang migrasi pertama ke kepulauan nusantara sekitar 50-60 ribu tahun lalu yang berasal dari Afrika, melalui dua rute : India Selatan dan sebagainya ke paparan Sunda karena Jawa-Kalimantan-Sulawesi masih jadi satu, dan rute lainnya lewat ke Nusa Tenggara hingga ke Australia,"

Prof Herawati melanjutkan, "Gelombang migrasi kedua sekitar 30-10 ribu tahun lalu datang dari Asia Tenggara Daratan, yang waktu itu masih jadi satu. Gelombang migrasi ketiga dari Taiwan, turun dari Tiongkok Daratan ke Filipina hingga ke nusantara dan masuk ke Madagaskar, Polinesia, dll dan membawa bahasa yang sekarang kita pakai. Gelombang migrasi terakhir adalah jaman sejarah, yaitu bagaimana pedagang-pedagang itu memberi kontribusi genetiknya kepada manusia Indonesia. Jadi apa “isi” orang Indonesia? Apakah kita hanya berasal dari satu gelombang migrasi saja, sehingga bisa mengatakan saya “murni” Cina Daratan, atau apa. Ternyata dari teknologi terbaru tidak demikian adanya,’’ ungkapnya.

Prof Herawati baru-baru ini mengadakan pameran ‘’Asal Usul Orang Indonesia’’ di Jakarta, mengatakan teknologi terbaru untuk mengetahui asal usul sesungguhnya itu tidak saja diperlukan untuk mempelajari struktur populasi di Indonesia, tetapi juga mempelajari pola penanganan penyakit.

‘’Struktur populasi di Indonesia diperlukan untuk penanganan penyakit. Lembaga Biologi Molekuler Eijkman khan memang bekerja dalam bidang kedoktera, jadi akhirnya memang ke soal itu. Kemudian menarik orang karena mereka jadi sadar dengan apa yang dimiliki," lanjutnya.

Orang Indonesia yang asal usulnya beragam, Ternyata sejak awal sangat toleran.

Yang menarik juga, ujar Hera, penelitian itu membuktikan bahwa orang Indonesia yang asal usulnya beragam itu sejak awal merupakan sosok yang toleran.

“Pertanyaannya kan apakah mereka yang datang ke suatu pulau, lalu menggeser kelompok yang sudah lama ada, menimbulkan pertentangan, perpecahan dan perang? Ternyata tidak. Yang terjadi dan terbukti justru pembauran, peningkatan rasa toleran. Mereka justru kawin dan saling beradaptasi. Tetapi mengapa kini hal itu tidak terjadi dan muncul rasa intoleransi?"

"Itu jelas karena lingkungan. [Bukan genetikanya?] Sampai sekarang tidak ada bukti tentang itu. Semuanya dilahirkan murni, tetapi tergantung dari tempatnya. [Seperti anak baru lahir yang diibaratkan sebagai kertas putih ya Bu, tergantung bagaimana orangtua ingin mewarnainya?] Betul. Orangtua dalam konteks ini adalah lingkungannya," tegas Prof Herawati seperti mengutip VOAIndonesia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pakar Jelaskan yang Disebut Murni Darah Indonesia, Apakah Agnez Mo Salah?

Pakar Jelaskan yang Disebut Murni Darah Indonesia, Apakah Agnez Mo Salah?

Lifestyle | Rabu, 27 November 2019 | 12:15 WIB

Agnez Mo Ngaku Tak Berdarah Indonesia, Jubir Jokowi Tanggapi Santai

Agnez Mo Ngaku Tak Berdarah Indonesia, Jubir Jokowi Tanggapi Santai

News | Rabu, 27 November 2019 | 10:40 WIB

Agnez Mo Ngaku Tak Berdarah Indonesia, Politikus PSI Beri Sindiran Lucu

Agnez Mo Ngaku Tak Berdarah Indonesia, Politikus PSI Beri Sindiran Lucu

News | Rabu, 27 November 2019 | 08:59 WIB

Terkini

6 Bedak di Indomaret untuk Ibu Rumah Tangga, Hasil Natural Anti Dempul

6 Bedak di Indomaret untuk Ibu Rumah Tangga, Hasil Natural Anti Dempul

Lifestyle | Senin, 30 Maret 2026 | 11:36 WIB

Cara Baru Lapor SPT Tahunan Lewat Coretax, Ingat Batas Waktu Maksimal 31 Maret 2026

Cara Baru Lapor SPT Tahunan Lewat Coretax, Ingat Batas Waktu Maksimal 31 Maret 2026

Lifestyle | Senin, 30 Maret 2026 | 11:33 WIB

3 April 2026 Libur Apa? Ini Daftar Lengkap Tanggal Merah April 2026

3 April 2026 Libur Apa? Ini Daftar Lengkap Tanggal Merah April 2026

Lifestyle | Senin, 30 Maret 2026 | 11:32 WIB

Libur Lebaran 2026, Pengunjung Taman Margasatwa Ragunan Tembus 421 Ribu

Libur Lebaran 2026, Pengunjung Taman Margasatwa Ragunan Tembus 421 Ribu

Lifestyle | Senin, 30 Maret 2026 | 11:27 WIB

Cara Cek Desil Bansos Pakai NIK KTP, Begini Langkah Mudahnya

Cara Cek Desil Bansos Pakai NIK KTP, Begini Langkah Mudahnya

Lifestyle | Senin, 30 Maret 2026 | 11:14 WIB

Berangkat dari Keterbatasan, Upaya Warga Sidoarum Bangun Ekonomi lewat Bioflok

Berangkat dari Keterbatasan, Upaya Warga Sidoarum Bangun Ekonomi lewat Bioflok

Lifestyle | Senin, 30 Maret 2026 | 10:51 WIB

11 Alasan 'Menyesakkan' Mengapa Kamu Terlalu Sering Tidur dan Mudah Menangis

11 Alasan 'Menyesakkan' Mengapa Kamu Terlalu Sering Tidur dan Mudah Menangis

Lifestyle | Senin, 30 Maret 2026 | 10:23 WIB

Daftar Tanggal Merah dan Long Weekend April 2026, Catat Waktunya!

Daftar Tanggal Merah dan Long Weekend April 2026, Catat Waktunya!

Lifestyle | Senin, 30 Maret 2026 | 09:56 WIB

7 Rekomendasi Foundation yang Bagus untuk Makeup Awet Seharian

7 Rekomendasi Foundation yang Bagus untuk Makeup Awet Seharian

Lifestyle | Senin, 30 Maret 2026 | 08:40 WIB

4 Zodiak Paling Hoki dan Makmur 30 Maret 2026, Siap-siap Kebanjiran Cuan!

4 Zodiak Paling Hoki dan Makmur 30 Maret 2026, Siap-siap Kebanjiran Cuan!

Lifestyle | Senin, 30 Maret 2026 | 08:26 WIB