Jaga Regenerasi Pembatik, PLN Hadirkan Inovasi Canting Listrik

Ade Indra Kusuma, Dinda Rachmawati

Rabu, 04 Desember 2019 | 11:48 WIB
Jaga Regenerasi Pembatik, PLN Hadirkan Inovasi Canting Listrik
ilustrasi membatik [Suara.com/Kurniawan Mas'ud]

Suara.com - Jaga Regenerasi Pembatik, PLN Hadirkan Inovasi Canting Listrik

Kecintaan terhadap batik saat ini semakin tumbuh, khususnya di kalangan generasi muda. Kain batik, kini tak hanya dikenal sebagai pakaian formal, tapi juga untuk keseharian. 

Sayangnya, di tengah perkembangan batik yang begitu pesat, regenerasi pembatik justru mengalami perlambatan. Tak sedikit daerah-daerah penghasil batik yang kekurangan pengrajin, karena generasi muda mereka lebih melirik profesi lain. 

Melihat hal tersebut, Perusahaan Listrik Negara (PLN), membuat inovasi baru, dengan mengajak lebih banyak generasi muda dapat tetap membatik dengan menggunakan kompor dan canting listrik yang efisiensinya bisa mencapai 63 persen.

Sejumlah penyandang disabilitas belajar membatik di Rumah Batik Palbatu, Jakarta, Senin (2/10).
Ilustrasi membatik [Suara.com].

"Dinamika dunia ini berubah sungguh cepat, sehungga harus ada adaptasi. Tetapi, kita juga tidak ingin batik sekadar printing, karena masih ada idealisme batik itu harus dibatik secara tradisional. Maka dari itu,  alternatifnya adalah membatik menggunakan dengan kompor listrik yang sepaket dengan canting listriknya," kata Pelaksana Tugas (Plt) Dirut PLN, Sripeni Inten Cahyani dalam siaran pers yang Suara.com terima.

Terkait kelebihan dari kompor dan canting elektrik ini, lanjut Sripeni, pengrajin atau pembatik tidak perlu lagi untuk meniup cucuk canting sebelum menggoreskan motif. Alhasil, proses dalam pembuatan pola lebih cepat selesai.

Artinya, dengan alat yang inovatif tersebut, pengrajin tidak perlu lagi sibuk untuk mengecek tingkat panasnya. Sehingga pengrajin bisa lebih fokus membuat batik. 

"Kalau lebih fokus, harapannya proses pembatikan bisa lebih cepat, dan secara ekonomis lebih naik," harap dia. 

Pada kesempatan ini, PLN juga bekerjasama dengan Gallery Amandari Batik untuk menjelaskan lebih lanjut tentang kiat membawa batik ke pasar global dalam acara bertajuk "The Story of Batik: Legacy, Investment, and Diplomacy" yang akan diselenggarakan di Gran Mahakam Hotel, Jakarta, Rabu (4/12/2019).

baca juga

Pemilik Gallery Amandari Batik, Uti Rahardjo, mengungkap jika dari segi investasi, batik memiliki nilai cukup tinggi. Karena wastra Indonesia satu ini cukup unik, mirip seperti sebuah lukisan yang hanya ada satu di dunia, sebagai collectible investment.

"Sekarang semua orang sudah mencintai batik, bahkan sudah banyak desainer luar memakai bahan batik sebagai bahan dasar desain mereka. Di era digital seperti sekarang, pembatik bisa lebih mudah untuk memasarkan batiknya ke luar negeri. Jadi investasi di sini juga market-nya semakin luas," tutup Uti. 
 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Serunya Bule Membatik Massal di Kain 100 Meter di Kampoeng Djadoel

Serunya Bule Membatik Massal di Kain 100 Meter di Kampoeng Djadoel

Lifestyle | Rabu, 02 Oktober 2019 | 18:44 WIB

Hari Batik Nasional, Presiden Jokowi Membatik Bersama 500 Perajin Batik

Hari Batik Nasional, Presiden Jokowi Membatik Bersama 500 Perajin Batik

Lifestyle | Rabu, 02 Oktober 2019 | 13:05 WIB

Keren Banget, Siswa SMA Di Majenang Bikin Seragam Batik Sendiri!

Keren Banget, Siswa SMA Di Majenang Bikin Seragam Batik Sendiri!

Lifestyle | Jum'at, 03 Mei 2019 | 10:55 WIB

Terkini

103 Atlet Indonesia Berjuang di Asian Para Games 2026, Reda Manthovani Minta Dukungan WNI di Jepang

103 Atlet Indonesia Berjuang di Asian Para Games 2026, Reda Manthovani Minta Dukungan WNI di Jepang

Sport | Rabu, 14 Oktober 2026 | 23:31 WIB

Demi Bisa Rusuh dan Serang Lawan! Kelompok Suporter Ini Selundupkan Petasan Pakai Kondom

Demi Bisa Rusuh dan Serang Lawan! Kelompok Suporter Ini Selundupkan Petasan Pakai Kondom

Bola | Rabu, 14 Oktober 2026 | 23:30 WIB

Gus Lilur Resmi Laporkan Dugaan Jual Beli Suara dan Suap di Muktamar NU ke KPK

Gus Lilur Resmi Laporkan Dugaan Jual Beli Suara dan Suap di Muktamar NU ke KPK

News | Rabu, 14 Oktober 2026 | 22:59 WIB

Punya Kesamaan Kebutuhan Perawatan Kulit, Produk Kecantikan Indonesia Mulai Merambah Malaysia

Punya Kesamaan Kebutuhan Perawatan Kulit, Produk Kecantikan Indonesia Mulai Merambah Malaysia

Lifestyle | Rabu, 14 Oktober 2026 | 22:45 WIB

Synchronize Fest 2026 Hadirkan Maliq & DEssentials hingga Project Pop, Catat Tanggalnya

Synchronize Fest 2026 Hadirkan Maliq & DEssentials hingga Project Pop, Catat Tanggalnya

Entertainment | Rabu, 14 Oktober 2026 | 22:21 WIB

Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Minta Semua Dakwaan Dibatalkan, Ingin Langsung Bebas

Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Minta Semua Dakwaan Dibatalkan, Ingin Langsung Bebas

Video | Rabu, 14 Oktober 2026 | 22:10 WIB

Kendal Tornado FC Waspadai Agresivitas Persiba, Peluang Puncak Bukan Prioritas

Kendal Tornado FC Waspadai Agresivitas Persiba, Peluang Puncak Bukan Prioritas

Jawa Tengah | Rabu, 14 Oktober 2026 | 22:05 WIB

Polres Cianjur Selidiki Temuan Mayat Perempuan Tanpa Identitas di Tanggeung

Polres Cianjur Selidiki Temuan Mayat Perempuan Tanpa Identitas di Tanggeung

Jabar | Rabu, 14 Oktober 2026 | 22:00 WIB

Tolak Parliamentary Threshold, Masyumi Segera Sampaikan Usulan ke DPR

Tolak Parliamentary Threshold, Masyumi Segera Sampaikan Usulan ke DPR

News | Rabu, 14 Oktober 2026 | 21:58 WIB

KPK Amankan 14 Orang dalam OTT BNPB, Hanya Lima Ditetapkan Tersangka, Ada Apa?

KPK Amankan 14 Orang dalam OTT BNPB, Hanya Lima Ditetapkan Tersangka, Ada Apa?

Jatim | Rabu, 14 Oktober 2026 | 21:56 WIB

×