Jadi Tas atau Baju, Ini Pemanfaatan Daur Ulang Kemasan Plastik di Indonesia

M. Reza Sulaiman, Vessy Dwirika Frizona

Jum'at, 06 Desember 2019 | 07:25 WIB
Jadi Tas atau Baju, Ini Pemanfaatan Daur Ulang Kemasan Plastik di Indonesia
Seorang pencinta lingkungan mengenakan kostum dari sampah plastik saat mensosialisasikan pengurangan sampah plastik.(Suara.com/Ari Purnomo)

Suara.com - Jadi Tas atau Baju, Ini Pemanfaatan Daur Ulang Kemasan Plastik di Indonesia

Permasalahan sampah kemasan plastik masih menjadi tantangan berat dalam hal mewujudkan tujuan dunia tanpa sampah pada 2030 mendatang. Padahal, kemasan plastik pasca pakai tidak dapat dikatakan sebagai sampah 100 persen, karena masih memiliki nilai ekonomi.

Dikatakan oleh Kasubdit Industri Plastik dan Karet Hilir, Kementerian Perindustrian, Rizky Aditya Wijaya, sampah plastik kemasan masih bisa dijadikan sebagai sumber bahan baku untuk membuat banyak produk UMKM, seperti tas, baju, sepatu. Hanya saja dari segi pengelolaan, kemasan sampah plastik masih mengalami banyak tantangan.

"Indonesia saat ini tengah mendorong penerapan ekonomi sirkular sebagai salah satu wujud pendekatan pengelolaan sampah secara berkelanjutan," ujar Rizky Aditya Wijaya saat ditemui Suara.com dalam sebuah sesi diskusi di bilangan Jakarta Selatan, Kamis (5/12/2019).

Sebagai produsen yang menggunakan kemasan plastik dalam produknya, Coca-Cola menyadari bahwa permasalahan sampah kemasan membutuhkan kerjasama dan dukungan dari semua pihak.

"Berbagai program sudah dilakukan untuk bisa memahami permasalahan manajemen sampah, di tahun 2017 Kami mengumumkan visi dan misi World Without Waste sebagai komitmen dalam penyelesaikan permasalahan kemasan paska konsumi," kata Public Affairs and Communications Director PT. Coca-Cola Indonesia Triyono Prijosoesilo.

Daur ulang sampah plastik di Indonesia. (Suara.com/Vessy Frizona)
Daur ulang sampah plastik di Indonesia. (Suara.com/Vessy Frizona)

Di Indonesia, tantangan pengolahan kemasan paska konsumsi dimulai dari pengumpulan serta pemilahan/segregrasi di sampah rumah tangga. Berdasarkan indeks Perilaku Ketidakpedulian Lingkungan Hidup yang dikeluarkan Badan Pusat Statistik (BPS) 2018 yang menyebut 72 persen orang Indonesia tidak peduli akan sampah. Sementara pertumbuhan infrastruktur dan industri daur ulang tidak sepadan dengan pertumbuhan konsumsi dan pembangunan ekonomi.

Lebih lanjut dijelaskan oleh Triyono, dalam model ekonomi sirkular, plastik kemasan paska konsumsi di lihat sebagai material yang dapat digunakan berulang kali, baik melalui 'closed loop' seperti dari botol menjadi botol kembali (RPET bottles) ataupun 'open loop' dari botol menjadi berbagai bentuk lain seperti pakaian, sepatu, tas dan lain-lain.

baca juga
Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Duh, Chris Pratt Ditegur Aquaman Gara-gara Minum Pakai Botol Plastik

Duh, Chris Pratt Ditegur Aquaman Gara-gara Minum Pakai Botol Plastik

Entertainment | Kamis, 05 Desember 2019 | 13:26 WIB

Mahasiswa Pertontonkan Aksi Teatrikal Sampah Plastik

Mahasiswa Pertontonkan Aksi Teatrikal Sampah Plastik

Foto | Kamis, 05 Desember 2019 | 12:10 WIB

Keren, Dua Pelajar SMP Ini Bikin ATM Sampah Plastik Berbasis Internet

Keren, Dua Pelajar SMP Ini Bikin ATM Sampah Plastik Berbasis Internet

Jogja | Rabu, 04 Desember 2019 | 13:47 WIB

Terkini

Tiga Tersangka Penganiayaan Bambang Ditangkap, Terungkap dari Sidik Jari Gelas dan Piring

Tiga Tersangka Penganiayaan Bambang Ditangkap, Terungkap dari Sidik Jari Gelas dan Piring

News | Sabtu, 12 September 2026 | 14:02 WIB

Jatuh Cinta Seperti di Film-Film: Ketika Cinta Nyata Tak Selalu Seindah Skenario

Jatuh Cinta Seperti di Film-Film: Ketika Cinta Nyata Tak Selalu Seindah Skenario

Your Say | Sabtu, 12 September 2026 | 14:00 WIB

Jadi Pusat Belajar Robotik! RSCM Lakukan Operasi Pengangkatan Rahim Jarak Jauh Pertama di Indonesia

Jadi Pusat Belajar Robotik! RSCM Lakukan Operasi Pengangkatan Rahim Jarak Jauh Pertama di Indonesia

Health | Sabtu, 12 September 2026 | 13:58 WIB

Juicy Luicy Klarifikasi soal Bagasi: Batal Tampil di Batam, Singgung Penyelenggara

Juicy Luicy Klarifikasi soal Bagasi: Batal Tampil di Batam, Singgung Penyelenggara

Batam | Sabtu, 12 September 2026 | 13:57 WIB

Simbolisme Angel dan Lucifer, Detective Conan: Fallen Angel of the Highway

Simbolisme Angel dan Lucifer, Detective Conan: Fallen Angel of the Highway

Your Say | Sabtu, 12 September 2026 | 13:50 WIB

Bukan Sekadar Buruh Murah: Standar Upskilling Jalur Magang

Bukan Sekadar Buruh Murah: Standar Upskilling Jalur Magang

Your Say | Sabtu, 12 September 2026 | 13:50 WIB

Cara Mencuci Helm yang Busanya Tidak Bisa Dilepas, Bersih Maksimal Tanpa Takut Rusak

Cara Mencuci Helm yang Busanya Tidak Bisa Dilepas, Bersih Maksimal Tanpa Takut Rusak

Otomotif | Sabtu, 12 September 2026 | 13:35 WIB

MTI Minta Insentif Motor Listrik Dievaluasi, Subsidi Dialihkan ke Bus Listrik

MTI Minta Insentif Motor Listrik Dievaluasi, Subsidi Dialihkan ke Bus Listrik

Bisnis | Sabtu, 12 September 2026 | 13:34 WIB

Buku Islam & Kebangsaan: Menemukan Wajah Islam dalam Rumah Kebangsaan

Buku Islam & Kebangsaan: Menemukan Wajah Islam dalam Rumah Kebangsaan

Your Say | Sabtu, 12 September 2026 | 13:30 WIB

Tekanan Industri Makin Berat, Jaguar Land Rover Bakal Pangkas 4.000 Karyawan

Tekanan Industri Makin Berat, Jaguar Land Rover Bakal Pangkas 4.000 Karyawan

Otomotif | Sabtu, 12 September 2026 | 13:25 WIB

×