- Hampers Presiden Jokowi tahun 2024 berisi camilan tradisional UMKM lokal seperti rengginang dan peyek dalam toples kaca.
- Hampers Presiden Prabowo berfokus pada bahan dapur segar, seolah mencerminkan ketahanan pangan.
- Terdapat perbedaan signifikan dalam isi dan estetika hampers yang dibagikan kedua pemimpin negara tersebut untuk Idulfitri.
Suara.com - Tradisi mengirimkan hantaran atau hampers Lebaran telah menjadi bagian tak terpisahkan dari budaya Idulfitri di Indonesia, tak terkecuali bagi para pemimpin negara.
Menariknya, setiap Presiden memiliki ciri khas tersendiri dalam memilih isi dan kemasan hampers yang mereka bagikan kepada kolega, staf, hingga masyarakat.
Pada artikel ini, mari kita simak perbedaan hampers dari Presiden ke-7 RI, Joko Widodo (Jokowi) dan Presiden Prabowo Subianto.
Sama-sama membawa pesan silaturahmi, ada perbedaan mencolok dari sisi estetika maupun isi di antara keduanya.
1. Isi Hampers Presiden Jokowi 2024: Pesta Produk UMKM Lokal
Sesuai dengan citra yang dibangun selama masa jabatannya, isi hampers Jokowi di tahun terakhir menjabat adalah "surga" bagi produk-produk lokal atau UMKM.
Berdasarkan unggahan anggota Dewan Pertimbangan Presiden RI 2019-2024, Putri Kus Wisnu Wardani, ia mendapat hampers berisi camilan tradisional.
Dikemas dalam toples kaca berhias pita hijau dan kuning, terdapat rengginang, peyek, dan keripik tempe sebagai hampers.
"Matur nuwun, terima kasih banyak Presiden RI @jokowi dan Ibu Negara @iriana_jkw_ untuk parsel Ramadhannya yang unik, yaitu camilan tradisional," tulis Putri dalam unggahan Instagram-nya @/putri_k_wardani209.
2. Isi Hampers Presiden Prabowo 2026: Representasi Ketahanan Pangan
Berbeda dari Presiden Jokowi, Presiden Prabowo tidak memberikan camilan. Lebih unik, Presiden RI ke-8 ini justru memberikan satu paket bahan dapur sebagai hampers.
Hal tersebut diketahui dari postingan pakar komunikasi politik Ipang Wahid. Lewat Instagram, ia memperlihatkan wujud hampers tersebut yang berupa keranjang tiga tingkat.
Pada tingkat dasar, ada perbawangan, belimbing wuluh, hingga telur puyuh. Pada tingkat kedua, ada percabaian serta sayur mayur seperti selada.
Sementara pada tingkat paling atas, ada buah pisang, kecombrang, dan sawi lengkap dengan ucapan Lebaran dari sang presiden.
"Bisa jadi, mungkin ini cara sederhana mengingatkan bahwa ketahanan bangsa kadang dimulai dari dapur yang mengepul," tulis Ipang Wahid pada caption, dikutip Selasa (17/3/2026)