Sakdiyah Ma'ruf Ungkap Sisi Gelap Panggung Stand Up Bagi Komika Perempuan

M. Reza Sulaiman, Dini Afrianti Efendi

Selasa, 10 Desember 2019 | 07:30 WIB
Sakdiyah Ma'ruf Ungkap Sisi Gelap Panggung Stand Up Bagi Komika Perempuan
Sakdiyah Ma'ruf, komika yang kerap membawakan isu feminisme di panggung stand up comedy. (Suara.com/Dini Afrianti)

Suara.com - Sakdiyah Ma'ruf Ungkap Sisi Gelap Panggung Stand Up Bagi Komika Perempuan

Emansipasi memang masih digaungkan di mana-mana, termasuk di Indonesia. Kampanye ini berefek positif, dengan masuknya perempuan ke berbagai lini bidang masyarakat, termasuk dalam dunia stand up comedy.

Sakdiyah Ma'ruf misalnya, salah satu stand up comedy-an perempuan yang namanya cukup dikenal di ranah internasional, karena sering membawa isu-isu feminisme dan mengangkat derajat perempuan. Jadi tidak heran mengapa nama Sakdiyah masuk dalam 100 perempuan inspiratif versi BBC.

Tidak selalu berjalan mulus, perempuan kelahiran Pekalongan, 11 Februari 1982 ini mengungkap sisi kelam untuk perempuan yang hidup dari panggung stand up comedy. Beda sikap dan respon dirasakan Sakdiyah sebagai stand up comedy perempuan, dari sisi penonton ia merasakan adanya diskriminasi.

Padahal jika ditelusuri lebih jauh, banyak stand up comedy perempuan yang menjuarai berbagai ajang kompetisi stand up. Tapi, dalam dukungan sangatlah kurang, dan eksistensinya sangat cepat meredup, alhasil para komika ini mengakalinya dengan lawakan yang cenderung seksi.

"Anggapan nggak selucu itu masih ada, dan untuk mengatasinya biasanya, sebagian komedian perempuan membuat lawakan yang juga cenderung seksi, jadi sama dengan komedian laki-laki, karena tekanan mendapatkan penonton," ujar Sakdiyah dalam acara diskusi 'Generation Equality' dalam rangka 16 Hari Anti kekerasan terhadap perempuan di Auditorium IFI, Thamrin, Jakarta Pusat, Senin (9/12/2019).

Belum lagi, sudut pandang tertawa jadi hal tabu untuk dilakukan perempuan dalam sorotan agama, mengingat mayoritas Indonesia terdiri dari muslim. Jadi saat perempuan tertawa terbahak, atau terpingkal-pingkal akan mendapat stigma negatif.

"Tertawa itu tabu buat perempuan, di karya sastra jarang sekali perempuan digambarkan tersenyum, tertawa, terkekeh. Kalau terbawa tebahak-bahak selalu diartikan nenek sihir, dengan mudah di stigma jadi negatif, oleh karena itu sulit bagi perempuan kalau tidak punya pendirian sendiri," ungkapnya.

Tak hanya itu, kehidupan belakang layar panggung stand up diamati Sakdiyah sangatlah keras bagi perempuan. Saat mayoritas komika adalah laki-laki, maka alkohol juga sering disuguhkan atau dibawa, cara ini jadi satu hal yang mengintimidasi perempuan, khususnya terkait keamanan dan kenyamanan.

baca juga

"Bayangkan di komedi festival, penampil ada 100 komedian, komika peremuan kurang dari 10 di belakang panggung. Stand up laki-laki bawa alkohol dan bersifat intimidatif, ini tidak bisa dipungkiri, tantangan banyak," jelasnya.

Sakdiyah Ma'ruf, komika yang kerap membawakan isu feminisme di panggung stand up comedy. (Suara.com/Dini Afrianti)
Sakdiyah Ma'ruf, komika yang kerap membawakan isu feminisme di panggung stand up comedy. (Suara.com/Dini Afrianti)

Belum lagi, komentar netizen yang sering kali mengkritik bukan pada konten komedianya, melainkan pada penampilan baju, maupun body si komika perempuan. Seperti misalnya, di satu panggung Sakdiyah dikomentari terkait tali bra yang sedikit kentara karena ketat, itu terpampang nyata di sosial media.

"Saya banyak pengalaman, mereka respon bukan konten komedi saya, tapi tali bra kelihatan di sosial media sangat terbuka dikomentari. Sangat menyedihkan itulah kondisi kenyataannya, ketika konten yang dinilai, yang dinilai penampilannya tubuhnya," katanya menggebu-gebu.

"Apalagi teman tidak berjilbab, saat ini makin dapat banyak stigmatisasi, itu tantangan berat, yang dihadapi profesi ini," tutupnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Dzawin Nur Ikram, Traveler Ngirit yang Hampir Menjejak Puncak Island Peak

Dzawin Nur Ikram, Traveler Ngirit yang Hampir Menjejak Puncak Island Peak

Lifestyle | Senin, 25 November 2019 | 10:08 WIB

Ketakutan usai Roasting Fadli Zon, Komika Kiky Saputri Minta Maaf

Ketakutan usai Roasting Fadli Zon, Komika Kiky Saputri Minta Maaf

Entertainment | Jum'at, 08 November 2019 | 20:46 WIB

Susi Pudjiastuti Ngakak Disebut Titisan Nyi Roro Kidul

Susi Pudjiastuti Ngakak Disebut Titisan Nyi Roro Kidul

Bisnis | Senin, 21 Oktober 2019 | 12:02 WIB

Terkini

Piala Panglima TNI Esports Championship 2026 Dorong Pembinaan Atlet dari Daerah hingga Nasional

Piala Panglima TNI Esports Championship 2026 Dorong Pembinaan Atlet dari Daerah hingga Nasional

Sumut | Kamis, 29 Oktober 2026 | 12:47 WIB

Disabilitas di Bawah Umur Hamil 7 Bulan di Maros, Pelaku 7 Kakek-kakek Belum Ditangkap

Disabilitas di Bawah Umur Hamil 7 Bulan di Maros, Pelaku 7 Kakek-kakek Belum Ditangkap

Sulsel | Kamis, 29 Oktober 2026 | 12:46 WIB

Forum ASCOPE ke-51 Sepakati Penguatan Arsitektur Energi ASEAN Untuk Generasi Mendatang

Forum ASCOPE ke-51 Sepakati Penguatan Arsitektur Energi ASEAN Untuk Generasi Mendatang

Bisnis | Kamis, 29 Oktober 2026 | 12:46 WIB

Perjalanan Alvin Tedjo, WNI Keturunan Minang Jadi Wali Kota di Kanada

Perjalanan Alvin Tedjo, WNI Keturunan Minang Jadi Wali Kota di Kanada

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 12:45 WIB

4 Hydrating Sunscreen Buat Lindungi Kulit dari Sinar UV dan Jaga Kelembapan

4 Hydrating Sunscreen Buat Lindungi Kulit dari Sinar UV dan Jaga Kelembapan

Your Say | Kamis, 29 Oktober 2026 | 12:45 WIB

Kemenkes Sebut Hoaks Imunisasi Paling Banyak, Picu Keraguan Orang Tua

Kemenkes Sebut Hoaks Imunisasi Paling Banyak, Picu Keraguan Orang Tua

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 12:44 WIB

Buntut Laporan soal Film Pesta Babi, Polda Metro Jadwalkan Ulang Pemeriksaan Dandhy Laksono

Buntut Laporan soal Film Pesta Babi, Polda Metro Jadwalkan Ulang Pemeriksaan Dandhy Laksono

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 12:41 WIB

Polisi Larang Jurnalis Liput Aksi Demo 28 Oktober, Polda Metro Minta Maaf Janji Evaluasi Total

Polisi Larang Jurnalis Liput Aksi Demo 28 Oktober, Polda Metro Minta Maaf Janji Evaluasi Total

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 12:41 WIB

Beda Kewenangan, ITDP Sebut Integrasi Transportasi Jabodetabek Masih Jadi Tantangan

Beda Kewenangan, ITDP Sebut Integrasi Transportasi Jabodetabek Masih Jadi Tantangan

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 12:40 WIB

Menggali Mahitala: Memahat Peradaban Tangguh di Pulau Obi

Menggali Mahitala: Memahat Peradaban Tangguh di Pulau Obi

Bisnis | Kamis, 29 Oktober 2026 | 12:40 WIB

×