Edukasi Pelecehan Seksual, PT KCI Bakal Kunjungi 30 Sekolah Tahun Depan

M. Reza Sulaiman, Dini Afrianti Efendi

Jum'at, 27 Desember 2019 | 22:33 WIB
Edukasi Pelecehan Seksual, PT KCI Bakal Kunjungi 30 Sekolah Tahun Depan
Ilustrasi pelecehan seksual. [Shutterstock]

Suara.com - Edukasi Pelecehan Seksual, PT KCI Bakal Kunjungi 30 Sekolah Tahun Depan

Transportasi umum di Indonesia memang masih memiliki sejumlah permasalahan, salah satunya terjadinya pelecehan seksual, yang membuat penumpangnya tidak nyaman khususnya perempuan.

Jika tahun sebelumnya PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) berkonsentrasi edukasi ke 30 sekolah tentang aksi vandalisme atau pengerusakan fasilitas publik di KRL. Rencananya 2020 mendatang PT KCI akan edukasi terkait pelecehan seksual di sekolah-sekolah.

"Kita datangi 30 sekolah kita fokus vandalisme, di 2020 lebih dari 30 sekolah akan dikunjungi kita bisa edukasi tentang pelecehan seksual, kita harus siapkan generasi gunakan commuter line," ujar VO Corporate Communications PT KCI Anne Purba di Stasiun Jakarta Kota, Jakarta Pusat, Jumat (27/12/2019).

Anne percaya cara ini cukup efektif agar anak-anak sekolah ini terus bertumbuh menjadi pengguna KRL yang bijak dan berpengetahuan. Terbukti saat pengetahuan tentang vandalisme diberikan, perilaku pengerusakan atau aksi corat coret jadi berkurang drastis.

"KCI atau commuter line harus punya inisiatif gunakan transportasi umum kerjasama 30 sekolah, memiliki waktu 1 jam tentang edukasi publik, sangat efektif pelemparan kereta coret-coret turun dratis," ungkap Anne.

"Di 2020 salah satu topik di edukasi berhati-hati pelecehan seksual berkejasama mereka memerangi pelecehan seksual ini, karena kalau di media sosial banyak korbannya anak-anak, pedekatan ini harus dilakukan," sambung Anne.

VO Corporate Communications PT KCI Anne Purba. (Suara.com/Dini Afrianti)
VO Corporate Communications PT KCI Anne Purba. (Suara.com/Dini Afrianti)

Sementara itu perwakilan dari komunitas perEMPUan yang juga tergabung dalam koalisi Ruang Publik AMAN (KRPA) memaparkan data hasil survei yang menemukan 46,80 persen responden mengaku pernah alami pelecehan seksual di transportasi umum.

Sebanyak 15,77 persen responden setuju transportasi umum jadi lokasi kedua tertinggi tempat terjadinya pelecehan seksual. Pertama adalah jalanan umum yakni sebesar 28,22 persen.

baca juga

Sedangkan menurut moda transportasinya bis di urutan pertama dengan 35,80 persen, angkot dengan 29,49 persen, KRL 18,14 persen, ojek online 4,79 persen dan ojek konvensional 4,27 persen.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Aktivis Antikorupsi Malang Diduga Pelaku Kekerasan Seksual, Ini Respon MCW

Aktivis Antikorupsi Malang Diduga Pelaku Kekerasan Seksual, Ini Respon MCW

Jatim | Jum'at, 27 Desember 2019 | 22:02 WIB

Keluh Kesah Penumpang KRL: Gerbong Perempuan Serasa Suicide

Keluh Kesah Penumpang KRL: Gerbong Perempuan Serasa Suicide

News | Jum'at, 27 Desember 2019 | 11:20 WIB

Ini Kronologi Porak-porandanya Stasiun Serpong Akibat Pohon Tumbang

Ini Kronologi Porak-porandanya Stasiun Serpong Akibat Pohon Tumbang

Banten | Minggu, 22 Desember 2019 | 21:53 WIB

Terkini

Ada Jejak Indonesia di Gua Australia, Dua Lukisan Kapal Jadi Kunci Misteri Ratusan Tahun

Ada Jejak Indonesia di Gua Australia, Dua Lukisan Kapal Jadi Kunci Misteri Ratusan Tahun

News | Rabu, 26 Agustus 2026 | 23:50 WIB

Mengerikan! Rekaman Banjir Bandang di Himalaya Tewaskan 98 Orang, Lebih dari 400 Hilang

Mengerikan! Rekaman Banjir Bandang di Himalaya Tewaskan 98 Orang, Lebih dari 400 Hilang

News | Rabu, 26 Agustus 2026 | 23:45 WIB

Tim Alfa TNI Sudah Terjun ke Way Kambas, Apakah Juga Dikerahkan ke Karhutla Sumsel?

Tim Alfa TNI Sudah Terjun ke Way Kambas, Apakah Juga Dikerahkan ke Karhutla Sumsel?

Sumsel | Rabu, 26 Agustus 2026 | 23:38 WIB

Bisnis Tiba-Tiba Viral? Ini Tantangan yang Menunggu di Balik Lonjakan Pesanan

Bisnis Tiba-Tiba Viral? Ini Tantangan yang Menunggu di Balik Lonjakan Pesanan

Lifestyle | Rabu, 26 Agustus 2026 | 23:33 WIB

Saya Kurang Tidur! 3 Kata Pelatih Thailand Usai Gagal Juara Piala AFF 2026

Saya Kurang Tidur! 3 Kata Pelatih Thailand Usai Gagal Juara Piala AFF 2026

Bola | Rabu, 26 Agustus 2026 | 23:27 WIB

Wali Murid SDIP Pamulang Murka, Sebut Rektor UIN Syarif Hidayatullah Tak Cerminkan Sosok Pendidik

Wali Murid SDIP Pamulang Murka, Sebut Rektor UIN Syarif Hidayatullah Tak Cerminkan Sosok Pendidik

Banten | Rabu, 26 Agustus 2026 | 23:27 WIB

PLN ULP Ampera Jadwalkan Pemadaman Listrik 3 Jam, Cek Wilayah Terdampak

PLN ULP Ampera Jadwalkan Pemadaman Listrik 3 Jam, Cek Wilayah Terdampak

Sumsel | Rabu, 26 Agustus 2026 | 23:24 WIB

Muktamar NU ke-35 Memanas, 6 Kritik Tajam dari Halaqah Ulama Jombang untuk Kepemimpinan PBNU

Muktamar NU ke-35 Memanas, 6 Kritik Tajam dari Halaqah Ulama Jombang untuk Kepemimpinan PBNU

News | Rabu, 26 Agustus 2026 | 23:19 WIB

Drama! Vietnam Juara Piala AFF 2026 Meski Pemain Thailand Cetak 4 Gol

Drama! Vietnam Juara Piala AFF 2026 Meski Pemain Thailand Cetak 4 Gol

Bola | Rabu, 26 Agustus 2026 | 23:17 WIB

PTBA Borong Empat Penghargaan ISEA 2026, Tegaskan Transformasi Keselamatan Kerja

PTBA Borong Empat Penghargaan ISEA 2026, Tegaskan Transformasi Keselamatan Kerja

Sumsel | Rabu, 26 Agustus 2026 | 23:16 WIB

×