Menengok Asemka, Area Penjaja Terompet Musiman Jelang Tahun Baru 2020

M. Reza Sulaiman, Risna Halidi

Senin, 30 Desember 2019 | 19:56 WIB
Menengok Asemka, Area Penjaja Terompet Musiman Jelang Tahun Baru 2020
Pedagang terompet tahun baru di Pasar Asemka, Jakarta Pusat. (Suara.com/Risna Halidi)

Suara.com - Menengok Asemka, Area Penjaja Terompet Musiman Jelang Tahun Baru 2020

Pasar Asemka yang terletak di Jalan Asemka-Petokongan, Pasar Pagi, Jakarta Barat, bisa jadi merupakan salah satu area paling semrawut di Provinsi DKI Jakarta. Jalanan sempit dengan aneka rupa penjaja mainan serta perlengkapan rumah berdiam membuat lapak di kiri dan kanan jalan. Belum lagi lalu lalang pembeli serta wisatawan yang awalnya berniat hanya liat-liat saja.

Menjelang Tahun Baru seperti sekarang, ada dua jenis jualan baru yang ramai dijual dan dicari oleh orang-orang ke sana. Dua hal tersebut adalah terompet dan rupa-rupa petasan.

Ketika Suara.com menyambangi Pasar Asemka pada Senin, 30 Desember 2019 ini, nampak penjual terompet berjejer di kiri-kanan jalan. Beberapa di antaranya bahkan menjual terompet bukan di lapak dadakan tetapi toko permanen.

Ada dua jenis terompet paling umum yang bisa ditemui di sana. Satu yang terbuat dari plastik dan satunya terbuat dari kertas yang dibentuk aneka rupa.

Ale, penjual terompet plastik asal Tangerang mengaku bahwa jenis terompet plastik yang ia jual sudah sangat populer sejak setahun lalu. Jenis terompet itu diklaim lebih tahan lama meski dijual dengan harga yang lebih mahal.

"Ini (terompet) kalau kata kita datangnya dari China," jawab Ale yang sehari-harinya berjualan sepatu kepada Suara.com.

Terompet dari China tersebut mulai dilirik oleh masyarakat Indonesia untuk menyemarakkan pergantian tahun. Ada dua jenis terompet plastik, ada yang ditiup dan ada yang dipompa dan disembut air horn. Dua terompet tersebut dijual dengan harga mulai dari Rp 15 ribu sampai Rp 20 ribu.

Di sisi lain, terompet kertas juga masih menjadi terompet pilihan utama masyarakat Indonesia. Dihargai mulai dari Rp 8 ribu, terompet tersebut masih banyak dicari sebagai pelengkap pesta tahun baru. Usman, penjual terompet musiman asal Cikarang, mengatakan ia biasa datang ke Jakarta hanya untuk menjual terompet menjelang tahun baru.

baca juga
Pedagang terompet tahun baru di Pasar Asemka, Jakarta Pusat. (Suara.com/Risna Halidi)
Pedagang terompet tahun baru di Pasar Asemka, Jakarta Pusat. (Suara.com/Risna Halidi)

"Datang dari Sabtu (28/12) jualan terompet sampai tanggal 31," katanya.

Usman mengaku membawa sekitar ratusan terompet kertas yang dibuat langsung oleh masyarakat di kampung halamanya, Desa Sukatani, Kecamatan Cikarang Timur, Kabupaten Bekasi.

Seperti sebuah tradisi, tahun baru menjadi ladang rejeki sendiri warga Sukatani. Sebagian warga mendadak menjadi seniman dan membuat terompet, sebagian lainnya merantau ke Jakarta untuk menjual karya terompet mereka.

Dan meskipun imbauan merayakan tahun baru dengan tenang tanpa terompet dan petasan berhasil menurutkan omset mereka, tapi bagi Ale dan Usman, melangsungkan tradisi dengan menjaja terompet masih akan menjadi pilihan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kisah Pak Lantur Mengais Rezeki dari Terompet Tahun Baru

Kisah Pak Lantur Mengais Rezeki dari Terompet Tahun Baru

Foto | Senin, 30 Desember 2019 | 10:55 WIB

Terompet Tradisional Turutu dari Banyumas Semarakkan Tahun Baru

Terompet Tradisional Turutu dari Banyumas Semarakkan Tahun Baru

Video | Sabtu, 28 Desember 2019 | 13:42 WIB

Semarak Tahun Baru dengan Terompet Tradisional Turutu dari Banyumas

Semarak Tahun Baru dengan Terompet Tradisional Turutu dari Banyumas

Lifestyle | Jum'at, 27 Desember 2019 | 16:00 WIB

Terkini

Mengenal Pendidikan Profesi Arsitek, Bekal Sebelum Terjun ke Dunia Praktik

Mengenal Pendidikan Profesi Arsitek, Bekal Sebelum Terjun ke Dunia Praktik

Lifestyle | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 21:35 WIB

IPEKA RUN 2026 Jadikan Olahraga sebagai Bagian dari Pengalaman Belajar Langsung

IPEKA RUN 2026 Jadikan Olahraga sebagai Bagian dari Pengalaman Belajar Langsung

Lifestyle | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 21:27 WIB

5 Conditioner untuk Rambut Kering, Bebas Kusut dan Lembut Berkilau

5 Conditioner untuk Rambut Kering, Bebas Kusut dan Lembut Berkilau

Lifestyle | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 20:31 WIB

Deretan Mobil Keluarga dengan Kabin Lapang yang Melantai di GIIAS 2026

Deretan Mobil Keluarga dengan Kabin Lapang yang Melantai di GIIAS 2026

Otomotif | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 20:15 WIB

Kredit Macet Hantui Industri Pinjol

Kredit Macet Hantui Industri Pinjol

Bisnis | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 20:05 WIB

Lestarikan Kuliner Nusantara, Pertamina Bright Gas Cooking Competition Tegal Lahirkan Juara Baru

Lestarikan Kuliner Nusantara, Pertamina Bright Gas Cooking Competition Tegal Lahirkan Juara Baru

Jawa Tengah | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 20:00 WIB

Gebrakan Bentor Nazaruddin: Misi 50 Kursi PRI dan Sinyal Barometer Lampung

Gebrakan Bentor Nazaruddin: Misi 50 Kursi PRI dan Sinyal Barometer Lampung

Lampung | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 19:57 WIB

Saat Jas Putih Diuji: Selelah-lelahnya Tenaga Kesehatan, Tetap Lebih Melelahkan Jadi Pasien

Saat Jas Putih Diuji: Selelah-lelahnya Tenaga Kesehatan, Tetap Lebih Melelahkan Jadi Pasien

Your Say | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 19:23 WIB

Rp17 Triliun Aliran Modal Asing Masuk ke Pinjol RI

Rp17 Triliun Aliran Modal Asing Masuk ke Pinjol RI

Bisnis | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 19:05 WIB

Buntut Kasus Komentar Nirempati Pasien BPJS, RS Sardjito Hentikan Praktik dr. Elda Putri Rahard

Buntut Kasus Komentar Nirempati Pasien BPJS, RS Sardjito Hentikan Praktik dr. Elda Putri Rahard

Video | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 19:00 WIB

×