Rayakan Malam Pergantian Tahun di TMII, Perhatikan 4 Imbauan Berikut

Vania Rossa | Dini Afrianti Efendi
Rayakan Malam Pergantian Tahun di TMII, Perhatikan 4 Imbauan Berikut
Taman Mini Indonesia Indah atau TMII dipadati wisatawan lokal pada hari kedua Lebaran, Kamis, (6/6/2019). (Suara.com/Risna Halidi)

Simak imbauan petugas TMII untuk panduan melewatkan acara tahun baru nanti.

Suara.com - Perayaan tahun baru di Jakarta, Taman Mini Indonesia Indah (TMII) jadi salah satu destinasi favorit yang banyak dikunjungi warga. Tapi masalah yang sering terjadi di momen pergantian tahun adalah pengunjung yang membludak, alhasil kendaraan tidak bergerak di tempat karena macet.

Nah, agar kunjungan tetap nyaman, perhatikan beberapa imbauan Humas TMII sekaligus Ketua Panitia Pekan Desember Natal dan Tahun Baru, Dwi Atmodjo, sebagai berikut.

1. Datang lebih awal

Bukan pemandangan baru jika pengunjung lebih memilih menggunakan kendaraan pribadinya untuk datang ke TMII, mengingat TMII berkonsep kompleks yang lebih nyaman berkeliling menggunakan kendaraan.

Nah, biasanya menjelang pergantian tahun baru ini, antrian kendaraan semakin padat dan cenderung tidak bisa bergerak. Agar nyaman, Dwi menyarankan bagi yang ingn melewati pergantian tahun di TMII, untuk datang sejak sore hari agar mudah memarkir kendaraan, sehingga waktu pergantian tahun sudah nyaman dan ada di dalam.

"Pada malam tahun baru bisa datang lebih sore, sehingga tidak terlalu padat di malam harinya, bisa lebih nyaman sudah ada di dalam Taman Mini, dan juga tetap jaga keamanan diri sendiri maupun keluarga dan barang-barang," ujar Dwi kepada Suara.com, Selasa (31/12/2019).

2. Gunakan kendaran umum atau online

Kiat ini bisa digunakan jika sudah terlampau sore atau malam datang ke TMII, karena biasanya kendaraan akan sulit masuk mengingat kendaraan dan parkiran di dalam sudah membludak.

Gunakan kendaraan umum atau taksi online akan memudahkan, karena Anda bisa berjalan kaki saat sudah di dalam TMII, dan tak perlu mencari parkir kendaraan dan terjebak kemacetan.

"Kemudian kalau memang terjadi kemacetan, lebih baik hindari kelelahan di jalan. Sekarang kan lebih mudah di jalan dengan taksi online, semua dengan basis digital itu akan mempermudah," papar Dwi.

3. Bawa tikar atau alas untuk duduk

Menurut Dwi, pihak TMII mempersilahkan pengunjung untuk duduk dan menggelar tikar di manapun di dalam Taman Mini selama tidak menganggu ketertiban lalu lintas. Membawa tikar dan beristirahat di anjungan juga akan memberikan kenyamanan saat lelah berkeliling TMII.

"Mereka mau bawa ransel atau logistik sendiri, dengan membawa tikar duduk di pinggir danau menyaksikan kepulauan Indonesia, melihat kereta gantung dan hiburan lain, kita terbuka," tuturnya.

4. Jangan asik dengan gadget

Kata Dwi, biasanya saat pengunjung sedang membludak, banyak anak yang terpisah dari orang tuanya. Jadi, Dwi memperingati orangtua untuk tidak sibuk sendiri dan memperhatikan anggota keluarganya. Meskipun, pihak TMII sudah melakukan antisipasi jika adanya anak hilang.

"Kalau ada misalnya lepas dari jangkauan orangtua, segera laporkan ke petugas informasi kita, kita ada di informasi, kemudian ada posko keamanan, ada petugas di sudut-sudut yang kita persiapkan," tutup Dwi.

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS