Ki Putut Agusseno, Dalang Inovatif yang Bawa Wayang Hingga ke Korea Selatan

Vania Rossa, Dini Afrianti Efendi

Senin, 06 Januari 2020 | 10:05 WIB
Ki Putut Agusseno, Dalang Inovatif yang Bawa Wayang Hingga ke Korea Selatan
Ki Putut Agusseno, Dalang Inovatif yang Bawa Wayang Hingga ke Korea Selatan. (Suara.com/Dini Afrianti Effendi)

Profesi Dalang Sempat Diremehkan

Laki-laki kelahiran Magetan, 16 Agustus 1990 ini mengakui perjalanan untuk menjadi seorang dalang memang tidak pernah mudah. Contohnya saja, Ki Putut masih ingat bagaimana pandangan dan ungkapan meremehkan dari orang-orang sekitar saat ia hendak mengambil jurusan pedalangan di ISI. Saat itu, teman-teman seangkatannya memilih mengambil jurusan kepolisian, kebidanan, manajeman, hingga beragam profesi kantor lainnya.

Saat itu banyak pertanyaan yang terlontar padanya, mengapa hendak ambil jurusan dalang, karena profesi itu tidaklah menjanjikan. Bahkan, pertanyaan itu datang dari keluarganya yang sempat memintanya mengambil jurusan lain.

Ki Putut Agusseno, Dalang Inovatif yang Bawa Wayang Hingga ke Korea Selatan. (Suara.com/Dini Afrianti Effendi)
Ki Putut Agusseno, Dalang Inovatif yang Bawa Wayang Hingga ke Korea Selatan. (Suara.com/Dini Afrianti Effendi)

"Waktu itu dari teman, dari keluarga juga, pada nanya kenapa ambil jurusan itu, karena kan dulu jurusan kaya seni gitu jarang yang mau ambil karena profesinya tidak menjanjikan," ungkap Ki Putut.

Tapi setelah berdebat dengan sang ayah, ia pun memastikan akan belajar dangan sungguh-sungguh untuk menekuni di satu bidang yang dia cintai. Karena bagi Ki Putut dan sang ayah, belajar sungguh-sungguh atau lebih baik tidak sama sekali.

"Saya juga bilang sama teman saya, kalau bukan kita yang mempertahankan tradisi dan adat budaya kebanggaan Indonesia, siapa lagi. Jangan sampai warisan budaya kita diklaim negara lain, baru kita protes dan marah, sedangkan kita sendiri tidak ada usaha untuk mempertahankan dan melestarikannya," ungkap Ki Putut menggebu-gebu saat itu.

Mungkin yang sedikit mengecewakan adalah, saat itu di kelasnya hanya ada 9 orang mahasiswa yang mengambil jurusan Pedalangan, dan hanya 7 orang yang berhasil menjadi dalang sebagai profesi.

Hidup terus bergulir bergitu juga dengan perubahan-perubahan yang ada. Lelaki yang sebentar lagi menjadi seorang ayah itu bersyukur kini profesi dalang tidak lagi dipandang sebelah mata. Ia berhasil buktikan bahwa profesi ini adalah profesi menjanjikan.

Ki Putut berhasil buktikan saat bersungguh-sungguh menekuni satu bidang, maka hasilnya akan berbuah manis. Buktinya kini tidak ada lagi pandangan remeh terhadap dirinya. Kini, nama Ki Putut di Magetan bukanlah sebagai dalang ecek-ecek. Meski ia akui profesi seni memang ada pasang surutnya, jadi harus pintar-pintar mengelola keuangan.

baca juga

"Profesi dalang itu kalau sudah diterima masyarakat, capaian gaji kita unggul, malah melebihi (pekerja kantoran), cuma kita harus me-manage ketika (sedang) laris banyak uangnya," tutur Ki Putut.

"Jadi kalau profesi dalang sudah diterima masyarakat, sebulan (bisa) 4 sampai 5 kali (pentas). Satu kali tanggapan (pementasan), dalang terima bersih Rp 10 juta sampai Rp 15 juta," lanjutnya.

Seperti sekarang, Ki Putut juga bersyukur karena di ISI Surakarta saat ini sudah ada 40 mahasiswa dalam satu kelas jurusan Pedalangan. Bahkan kabarnya, kampusnya sampai harus menolak mahasiswa yang masuk karena minatnya yang semakin tinggi. Ini tentu jauh berbeda dengan zamannya dahulu ketika satu kelas hanya berisi 9 mahasiswa.

Seni Tradisional harus Inovasi

Ki Putut Agusseno, Dalang Inovatif yang Bawa Wayang Hingga ke Korea Selatan. (Suara.com/Dini Afrianti Effendi)
Ki Putut Agusseno, Dalang Inovatif yang Bawa Wayang Hingga ke Korea Selatan. (Suara.com/Dini Afrianti Effendi)

Segala hal haruslah berkembang, terus berinovasi. Begitu juga dengan seni tradisional. Jika tidak berinovasi, seni itu akan dianggap membosankan dan lambat laun ditinggalkan. Itu jugalah yang dilakukan Ki Putut untuk selalu berusaha menyuguhkan pementasan segar dan menggugah penonton.

Seperti misalnya, menyuguhkan cerita baru yang tidak hanya itu-itu saja, memilih cerita tidak banyak didengar oleh penonton sehingga mereka sudah hafal jalan ceritanya. Ki Putut selalu membongkar-bongkar kembali karya satra lama, yang jarang diceritakan kepada masyarakat, tapi ceritanya juga dekat dengan masyarakat.

Seperti beberapa waktu lalu di TMII, ia menceritakan tentang cara mendidik anak lelaki yang harus mandiri dan tidak boleh bergantung pada orang lain, meski pada orangtuanya sekalipun. Cerita itu Ki Putut ambil melalui serat lokopolo, cerita tentang kisah Prabu Dono Pati, Dewi Sukesi, dan Begawan Wisarawa (ayah Prabu Dono Pati). Lakon ini dibawakannya di malam tahun baru, dalam gelaran Wayang Semalam Suntuk, yang rutin diadakan TMII setiap malam pergantian tahun.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Dalang Muslim di Bantul Ini Pentaskan Yesus yang Bersahabat dengan Hewan

Dalang Muslim di Bantul Ini Pentaskan Yesus yang Bersahabat dengan Hewan

Jogja | Rabu, 25 Desember 2019 | 17:09 WIB

Pagelaran Wayang Kulit dengan Lakon Nakula Sadewa Murca

Pagelaran Wayang Kulit dengan Lakon Nakula Sadewa Murca

Foto | Sabtu, 09 November 2019 | 18:13 WIB

Bermobil Keliling Bhutan, Jangan Lupa Lokasi Nikahan Seleb dan Suvenir

Bermobil Keliling Bhutan, Jangan Lupa Lokasi Nikahan Seleb dan Suvenir

Otomotif | Selasa, 10 September 2019 | 18:55 WIB

Terkini

Kebakaran Empat Lawang, 20 Rumah Terdampak dan Kerugian Tembus Rp5,2 Miliar

Kebakaran Empat Lawang, 20 Rumah Terdampak dan Kerugian Tembus Rp5,2 Miliar

Sumsel | Senin, 10 Agustus 2026 | 23:52 WIB

3 Pelaku Begal Polisi di Palembang Ternyata Ayah, Anak dan Seorang Perempuan

3 Pelaku Begal Polisi di Palembang Ternyata Ayah, Anak dan Seorang Perempuan

Sumsel | Senin, 10 Agustus 2026 | 23:31 WIB

Jadi Ojek Pangkalan, Polisi di Palembang Ditusuk 4 Kali dan Motornya Dibawa Kabur Begal

Jadi Ojek Pangkalan, Polisi di Palembang Ditusuk 4 Kali dan Motornya Dibawa Kabur Begal

Sumsel | Senin, 10 Agustus 2026 | 23:07 WIB

Kemiskinan Sumsel Turun, Garis Kemiskinan Naik 3,15 Persen Jadi Rp628 Ribu Per Bulan

Kemiskinan Sumsel Turun, Garis Kemiskinan Naik 3,15 Persen Jadi Rp628 Ribu Per Bulan

Sumsel | Senin, 10 Agustus 2026 | 22:59 WIB

Kasus Iklan BJB, Ada Dugaan Aliran Dana ke Lisa Mariana Lewat Pihak Nominee

Kasus Iklan BJB, Ada Dugaan Aliran Dana ke Lisa Mariana Lewat Pihak Nominee

News | Senin, 10 Agustus 2026 | 22:22 WIB

KPK Tahan Bos-Bos Iklan Bank BJB, Dirut Yuddy Renaldi Mendadak Sakit Saat Akan Dibui

KPK Tahan Bos-Bos Iklan Bank BJB, Dirut Yuddy Renaldi Mendadak Sakit Saat Akan Dibui

News | Senin, 10 Agustus 2026 | 22:10 WIB

BRI Beri Diskon Spesial Seminar Johnny Andrean Lewat Aplikasi BRImo

BRI Beri Diskon Spesial Seminar Johnny Andrean Lewat Aplikasi BRImo

Bri | Senin, 10 Agustus 2026 | 22:07 WIB

Menuju IFRC 2026, ERT NHM Perdalam Teknik dan Strategi Penyelamatan

Menuju IFRC 2026, ERT NHM Perdalam Teknik dan Strategi Penyelamatan

Jakarta | Senin, 10 Agustus 2026 | 22:07 WIB

Gelar Dicopot! Profil Menantu Sultan Brunei yang Bikin Penasaran Publik, Ternyata Ini Kasusnya

Gelar Dicopot! Profil Menantu Sultan Brunei yang Bikin Penasaran Publik, Ternyata Ini Kasusnya

News | Senin, 10 Agustus 2026 | 21:53 WIB

PSSI Murka! Justin Hubner dan Keluarga Jadi Sasaran Ancaman, Publik Diminta Hentikan Serangan

PSSI Murka! Justin Hubner dan Keluarga Jadi Sasaran Ancaman, Publik Diminta Hentikan Serangan

Bola | Senin, 10 Agustus 2026 | 21:53 WIB

×